.. ia sempat ragu untuk membuka. Namun, tidak. ia urungkan. Mengambil ponselnya lebih dahulu dan mengirim pesan.
Text to Harun.
: langsung masuk saja.
Ponsel itu melayang asal sebab dilempar sembarang. Lalu ia duduk tak jauh dari pintu; yang mana, ketika Harun membuka ..
Tangannya yang dituntun segera belajar, dan membuka kancing baju milik Harun dengan leluasa.
Menarik Harun lebih dekat melalui kerah busananya, “Pikirkan caranya agar saya tidak berisik, sayang.”
@Sandahran Membaca pesan itu, Jemael dilanda dilema. Apakah ia harus senang atau jengkel? Senang, karena Harun menuju kemari. Tetapi, ia juga jengkel karena masuk ke dalam permainan ini.
Pesan itu ia biarkan terbaca. Ponselnya ia tinggal, sementara dirinya menanggalkan ..
Tanpa malu, Jemael menuntun tangan itu pada apa yang dituju. Ketika miliknya bersentuhan dengan tangan Harun, kakinya mengapit rapat.
“Oh, tentu saja saya dengan senang hati menikmati momen itu.” Tubuhnya bersandar, kepalanya turut ikut serta.
@dekroond | text: jemael.
harun. - i will trust whatever you say because i want to help you develop a habit of being honest.
harun. - alright, that's fine. you can text me when you have time.
———
saya menghena napas, ringan dan tanpa beban. sebelum lanjut memeriksa—
“Kapan saya bisa sehebat dirimu ya? Tapi, secara umur juga, saya masih jauh dari Harun.”
Jemael duduk dengan satu kaki bertumpu pada satunya, dan dengan salah satu kakinya yang menggantung, jemarinya mengelus kaki Harun, “Kamu bisa jadi paman saya, harusnya.” | @Sandahran.
Tatapannya selalu berlabuh pada Harun, tangannya menangkup sebelah pipi, memandangi wajah Harun lamat-lamat.
“Hebat sekali. Saya kagum denganmu,” Seutas esem teduh dan manis bagai madu itu hadir sebagai pujian.