Di tengah gemuruh ruangan, suara tegas Ibu Anik menggema jernih: “Saya usaha sendiri… modal sendiri… tanpa campur tangan pemerintah.
Tapi begitu berhasil… tiba-tiba mereka datang minta pajak.” Ia bukan sekadar bicara.
Ia mewakili jutaan pengusaha yang membangun dari nol dengan keringat dan tekad. Kisah sukses yang dibayar mahal dengan “pajak mendadak”.
Apakah ini bentuk keadilan yang seharusnya?
#KisahPengusahaSejati
Peristiwa tragis di Kutai Timur. Nampak detik2 seorang karyawan terseret arus banjir yang tiba2 meluap di area tambang batu bara. Tragedi ini menjadi pengingat resiko besar yang harus dihadapi oleh para pekerja setiap harinya, tanpa standart keselamatan kerja (K3) yang memadai.
Gambar 1. Teror Kepala Anjing di Rumah Orang Tua Saya pagi ini.
Gambar 2 dan 3. Teror Kepala Babi dan Tikus Kepala Dipenggal Untuk Bocor Alus Tempo.
Gambar 4. Ayam dipotong Kepala di rumah DJ Donny.
Kenapa kritik selalu direspon dengan teror?!
“Normalisasi Lebaran gak masak2, normalisasi Lebaran gak posting foto apa2, normalisasi Lebaran sedih, normalisasi Lebaran biasa aja, dll dll”
Lo kali yang gak normal!
Umat muslim diperintahkan merayakan Idulfitri dan Iduladha, bukan hari raya lain!
She needs help!
Gw udah stalking akun dia tadi pagi, sampe pada kesimpulan: kemungkinan dia bukan cuma mengalami baby blues, tapi (bisa jadi) gejala PPD/Postpartum Depression.
Korban child grooming, belum siap mental nikah muda, stress ngurus 7 anak yg masi kecil semua sampe dibiarin manjat2 lemari n gelantungan di TV, stress ngurus suaminya yg kena diabetes (kondisi kakinya agak serem diliat) ditambah suaminya emosian, semua pekerjaan rumah dia yg ngerjain, baju2 berantakan di lantai, rumah dibiarin kotor, anak dibiarin main di kuburan, dan pelarian dia aktif curhat di komunitas twitter.
Semoga kondisi mbaknya baik-baik aja dan bisa segera dapat pertolongan.