Ada Sekjen Parpol yang nyalahin petugasnya setelah jadi besar, dan ikut membesarkan partainya juga, tapi tidak nurut dalam penentuan Capres. dia lupa kalau membina petugas agar loyal adalah tanggung jawabnya. mau ngeles saja.
Akhir pemilu 14/2/24, sudah jelas, UU nya yang bikin DPR bersama pemerintah, pelaksananya di tunjuk dipilih DPR, ngitungnya disaksiin para saksi Parpol, terus yang curang siapa, bagaimana, dan kenapa waktu itu diem saja, begitu kalah kok protes, itupun cuman pilpresnya doang,