Seorang profesional sejati. Madridista. Dan tentu saja La Fábrica.
Tak sekali pun ia menunjukkan keluhan, baik lewat ucapan maupun sikap, meski harus berbagi menit bermain dengan rekan-rekannya.
Pada Januari lalu, Fran sempat hampir bergabung dengan Bournemouth demi memperoleh kesempatan bermain yang lebih banyak. Namun, Real Madrid menolak melepasnya karena situasi bek kiri saat itu tidak ideal akibat cedera Álvaro Carreras dan Ferland Mendy. Bukannya mengeluh kepada media, ia justru meminta tambahan sesi latihan individu setelah kepindahannya ke klub Inggris tersebut diblokir.
Pada Maret 2026, ketika skuad menjalani libur karena jeda internasional, Fran memilih kembali ke Valdebebas atas kemauannya sendiri. Ia menghabiskan empat setengah jam untuk menjalani latihan individu.
Sejak saat itu, kepercayaan pelatih perlahan kembali datang. Ia selalu memberikan segalanya untuk klub yang telah menjadi rumahnya sejak kecil.
Profesionalisme dan La Fábrica memang hampir tak pernah terpisahkan. Itulah nilai yang terus ditanamkan kepada para pemain didikan akademi Real Madrid.
Fran García menjadi salah satu bukti bahwa lulusan La Fábrica siap mengabdi kepada klub meski bukan pilihan utama. Hal itu pernah ia tegaskan dalam wawancara pada September 2024: “Saya mencintai klub ini dan akan selalu senang membantu tim… Dengan berapa pun menit bermain yang saya dapatkan.”
Kini, setelah kedatangan Marc Cucurella dan mengetahui dirinya tidak masuk dalam rencana José Mourinho, Fran García mengakhiri pengabdiannya kepada klub yang selalu ia anggap sebagai rumah untuk bergabung dengan Real Betis.
Semoga sukses dalam perjalanan barumu, kecuali saat menghadapi Real Madrid, Fran.
¡Muchas gracias y suerte, Francisco José García Torres! 🤍 @Frangarcia_11
Masih menjadi salah satu cerita underdog terhebat dlm sejarah sepak bola.
Bagaimana seorang anak korban perang yg hidup di pengungsian, anak yg kelewat kecil dan pernah kekurangan gizi, mampu tumbuh menjadi salah satu ikon paling terkenal di sepak bola dunia.
Seorang yg tak menggunakan kekuatan tubuhnya sbg modal utama, tetapi memakai visi, kecerdasan otak, kemampuan mengendalikan tempo, serta umpan2 yg elegan utk menaklukkan pertandingan2 berat sepanjang kariernya.
Seseorang yg sukses luar biasa dgn memenangkan lebih dr 30 trofi mayor, peraih penghargaan individual paling bergengsi, dan membantu negerinya mencapai final Piala Dunia.
Akhirnya waktu ini tiba.
Terima kasih, Luka Modric.
🚨 CONFIRMED: Florentino Pérez akan melakukan perekrutan pemain penting dari klub peserta Liga Champions dengan TAWARAN PEMBUKA €150 juta. Tawarannya bisa lebih tinggi lagi.
Bocoran awalnya itu BUKAN pemain Premier League dan BUKAN seorang bek.
@FabrizioRomano via YouTube