cara ngubah culture toxic ini ya mulai dr sosmed lu sendiri.
lately gw mulai up hal2 yg mungkin ga masuk standar branding/estetika ke IG FIRST!! foto sleepover sm temen yg pose tidurnya kocak, nonton horeg, makan di warteg, etc.
just embracing things that i find genuinely fun.
Iya bang Ricky jadi teman diskusi kmarin saat USD lagi naik nya., dan DSI satu pintu Danantara itu optimist, dan buka Harga asli jualan Komoditas.
Contoh pembahasan kami ttg BUMI kmarin sama Ajaib, klo yg ikut.
Kami bahas
+ penguatan Rupiah krena Dana Hasil Ekspor disimpan di Indonesia,
+ Harga Jual Rata Rata Coal ke buka (dikulitin), (Revenue Bertambah), Pembagian ke DSI nya relatif sedikit
+ Tambang di Australia nya dipermudah pajak nya. Plus Efektif dan efisien (Loyal Metal pakai alay Produksinya Wolfram), Plus Emas naik lagi
BREAKING: Pakistan's Prime Minister announces that the US and Iran have officially reached a peace deal and the official signing will take place on June 19th in Switzerland.
"Both sides have declared the immediate and permanent termination of military operations on all fronts, including in Lebanon," he says.
Apakah secara historis reversal dari bottom harus didukung foreign net inflow?
IHSG naik 7,6% Selasa dan 2,7% Rabu.
Asing? Masih net sell Rp 2,45 T dan Rp 3,13 T.
Banyak yang menyimpulkan Asing masih buang barang atau ini rally ini palsu.
Sounds logical.
Tapi premisnya layak diuji dengan data.
Apakah flow Asing/Domestik ini relevan dalam menentukan ini reversal atau bukan?
Saya backtest 4 crash terbesar IHSG: GFC 2008, Taper Tantrum 2013, koreksi 2015, dan COVID 2020.
Tiga dari empat reversal dimulai saat asing masih net sell.
Di 2013 dan 2015, kumulatif flow bahkan masih negatif di bulan keenam, padahal index sudah naik 15–16%.
Inflow besar baru datang di bulan ke-5 sampai ke-12, setelah recovery terbentuk.
COVID paling ekstrem: IHSG naik 56% dalam 12 bulan, dan sepanjang itu asing tetap kumulatif net sell sekitar Rp 27 T.
Asing baru berbalik net buy bulanan pertama kali November 2020, saat index sudah jauh di atas bottom.
Apakah ini berarti 8 Juni sudah pasti THE bottom?
Tidak ada yang bisa menjamin itu, termasuk saya.
Yang bisa dikatakan dengan jujur: rebound dua hari ini terjadi di atas turnover yang naik (Rp 21,7 T → 28,0 T → 31,7 T), breadth-nya lebar, dan absennya foreign inflow bukan alasan valid untuk mendiskreditkan rally, karena secara historis memang tidak pernah jadi prasyarat.
Satu catatan lagi yang jarang dibahas. Label "asing" di data bursa itu flag pada order broker, bukan beneficial ownership.
Dengan makin umumnya struktur nominee dan jasa "masking" kepemilikan.
Garis pemisah antara "real" foreign vs domestic makin kabur.
Watch the tape, not the nationality flag on it.
Anabel berdasarkan ilmu jalanan dalam upaya penguatan rupiah.
Dua hari lalu BI dan Kemenkeu ketemu yang menyatakan bakal menaikkan yield investasi di dalam negeri agar asing tertarik masuk