Esau Sidemo (57), warga Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara, diselamatkan awak kapal Perancis setelah terombang-ambing di Samudera Pasifik selama 26 hari.
Esau awalnya pergi memancing pada 6 Juli 2026. Namun, perahunya mengalami kerusakan hingga terbawa arus sejauh sekitar 800 mil laut dari pulau tempat tinggalnya.
Selama di tengah laut, Esau bertahan hidup dengan cara menangkap ikan dan burung, memakan kelapa busuk, serta menampung air hujan. Bahkan, saat kehabisan air, Esau mengaku terpaksa meminum air laut m.
Pada 1 Agustus 2026, Esau ditemukan awak kapal LNG Endeavour berbendera Perancis yang sedang berlayar dari Australia menuju China. Ia kemudian dievakuasi dan dibawa ke China untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.
Pada 14 Agustus 2026, Esau dipulangkan ke Indonesia dan kini telah kembali berkumpul bersama keluarganya di Ternate.
🎥: Dokumentasi Basarnas Ternate, https://t.co/YMHHlYBPbB Suprianto
#EsauSidemo #Ternate #SamuderaPasifik #Read
Deja de preguntarle a tu hijo "¿Qué tal te fue en la escuela?".
Siempre te dirá "bien".
Una psicóloga infantil me recomendó sustituir esa pregunta por una de estas cuatro:
When Mikel entered and North London Forever is playing in the background man.. why am I tearing up again. I love this team. What a long while it has been.
Banyak fans Arsenal jatuh cinta bukan krena trofi
Tapi karena satu malam liat Bergkamp ngelakuin hal yang rasanya gak masuk akal buat manusia biasa
Satu touch. Satu putaran. Satu gol
Dan tanpa sadar, sejak momen itu hidup kita ikut Arsenal selamanya.
Mungkin sepakbola tim ini bukan yang tercantik. Tapi striker kami yang dikritik sepanjang musim punya killer instinct di menit krusial. Rookie yang terlalu muda buat nyetir, ngga terlalu muda buat menangin pertandingan buat kami.
This win is special. It’s messy, but it’s home.