ㅤ
Laviola memangkas kesopann dengan mengganti istilah-istilah saya dan kamu untuk memberi paham bahwa ia tak lagi menghormati Bagas. “Kalau lo ke sini cuma buat ngadu domba gue sama pacar gue, seenggaknya ada bukti, nggak, sih?”
[@takbernyali]
@takbernyali Meski telah menekuk, kepalnya masih mendongak. Ini cowok memang kurang ajar.
Akhirnya, Laviola mengalungkan kedua tangannya di leher Tara, menariknya agar sejajar.
"Happy birthday, best boy." Tidak banyak, sebelum Laviola mencium lelakinya. Kesempatan yang jarang, loh.
@takbernyali "Ngambek gitu biar apa, sih?" Butuh usaha untuk tangannya meraih wajah Tara, membelai rambut kekasihnya setengah mati. "Terakhir ada orang ngambek terus pas bangun pagi berubah jadi bekantan, loh."
"Nunduk. Aku mau bilang sesuatu. Kalo nggak mau, aku yang manjat kamu." Gunung.
@takbernyali Dahi Laviola mengkerut. Kenapa, sih, bayi ini?
"Deketan lagi, Ida Bagus Mandala Abdi Nusantara Dewata." Butuh seminggu menghapal nama kekasihnya. Sekarang sudah biasa.