@MariaAlkaff_ Aliran baru lagi ini sih!
Ngada2 aja segitu banyak jemaah gada yg protes/kasih masukan ttg alat shalat yg baik dan sah secara syar'i utk akhwat 😒
WA dari temen. Siang. Jam 12.
"Bro, ponakan lo sering mual di mobil gak?"
"Iya parah. Tiap perjalanan muntah."
"Coba buka Settings iPhone lo."
"Hah? Emang kenapa?"
"Accessibility → Motion → Vehicle Motion Cues."
"Aktifin."
"Ini ngapain?"
"Udah aktifin aja. Besok perjalanan gak muntah."
Aku aktifin.
Besoknya, ponakkanu gak muntah pertama kalinya.
Guys, ada berita hari ini yang menurut gua adalah salah satu hal paling mengejutkan yang bisa terjadi dalam tata kelola keuangan negara.
Pemerintah sudah membuka 35.476 lowongan kerja untuk manajer Koperasi Desa Merah Putih. Pendaftaran sudah dibuka sejak 15 April dan ditutup 24 April 2026 besok.
Tapi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa orang yang bertanggung jawab atas kas negara mengaku tidak tahu dari mana uang untuk menggaji puluhan ribu pegawai itu akan datang.
Kata-katanya sangat eksplisit.
Koperasi saya enggak tahu.
Yang lain saya enggak paham.
Berhenti sebentar dan pahami itu.
35.000 orang lebih akan direkrut sebagai pegawai BUMN. Gajinya belum ditentukan secara detail Zulhas hanya bilang menyesuaikan tingkat kelulusan.
Sumber anggarannya tidak jelas Menkeu hanya tahu cicilan Rp40 triliun per tahun untuk koperasi tapi tidak tahu apakah itu sudah termasuk gaji pegawai atau belum.
Dan proses rekrutmen sudah berjalan penuh tanpa ada kejelasan fiskal yang konkret.
Ini bukan pertama kali pola seperti ini terjadi.
MBG diluncurkan 6 Januari 2025 sementara anggarannya masih diblokir dan belum bisa dicairkan. Mitra direkrut, dapur dibangun, makanan dikirim semua pakai uang sendiri dulu sambil menunggu reimbers yang entah kapan.
Baru belakangan sistem dibenahi.
Motor listrik Rp1,2 triliun untuk BGN muncul di anggaran tanpa penjelasan yang memadai tentang relevansinya dengan program makan bergizi.
Proyek IT Rp1,2 triliun yang klarifikasinya hanya narasi tanpa data yang bisa diverifikasi publik.
Dan sekarang 35.000 pegawai BUMN direkrut dengan sumber gaji yang bahkan Menkeu sendiri tidak tahu.
Polanya sangat konsisten dan sangat mengkhawatirkan.
Program diluncurkan dulu, rekrutmen dibuka dulu, pengumuman dibuat dulu sementara pertanyaan paling fundamental tentang dari mana uangnya dijawab dengan nanti saya pastikan.
Yang membuat ini lebih serius adalah konteksnya sekarang.
Tiga Dirjen di Kemenkeu baru saja dicopot bersamaan kemarin. Ada isu APBN yang hanya mampu bertahan tiga bulan ke depan yang belum dikonfirmasi atau dibantah dengan data konkret.
Ruang fiskal sudah sangat tertekan dengan MBG yang menyedot hampir Rp1 triliun per hari, perang Iran yang membuat harga energi melonjak, dan penerimaan pajak yang tertekan.
Di tengah semua tekanan fiskal itu pemerintah membuka 35.000 lowongan baru tanpa kejelasan anggarannya.
Ada juga pertanyaan teknis yang sangat serius soal rekrutmen ini yang perlu dijawab.
Pertama — status pegawainya adalah karyawan BUMN.
Koperasi Desa adalah entitas yang secara hukum berbeda dari BUMN. Lalu mengapa rekrutmennya melalui Panselnas dan statusnya BUMN?
Ini adalah pertanyaan legal yang sangat mendasar.
Kedua — 30.000 dari 35.476 posisi berada di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara.
Ini adalah perusahaan yang baru dibentuk.
Apakah PT ini sudah memiliki struktur corporate governance yang memadai untuk mengelola 30.000 pegawai sekaligus?
Ketiga — rekrutmen menutup usia maksimal 25 tahun. Artinya ini menyasar fresh graduate dan diploma baru lulus.
Dengan gaji yang belum jelas, ditempatkan di koperasi desa yang baru dibentuk, dengan status yang tidak jelas antara BUMN atau bukan ini adalah kondisi kerja yang sangat tidak ideal dan berpotensi mengorbankan puluhan ribu anak muda.
ketika Menteri Keuangan sendiri bilang tidak tahu sumber anggaran untuk program yang sudah berjalan dan sedang direkrut puluhan ribu pegawainya, itu bukan sekadar masalah komunikasi antar kementerian.
Itu adalah bukti bahwa program-program besar ini diluncurkan tanpa perencanaan fiskal yang matang dan terkoordinasi.
Dan yang paling menggelisahkan adalah ini sudah terjadi berulang kali dengan pola yang sama.
Luncurkan dulu, urus anggarannya belakangan.
Dan yang selalu menanggung konsekuensinya adalah uang pajak rakyat yang terus mengalir tanpa kepastian akan ke mana dan untuk apa tepatnya.
ADA ORANG BUKA KELAS AI, PAS UDAH DIBELI MURID-MURIDNYA DISURUH NGEPROMPT SENDIRI JIR!!
Yaudah deh gara-gara itu, gua buatin rumus prompting GRATIS, biar prompt lu makin jago dibanding orang lain dan output yang dihasilkan chatbot lu lebih bagus
Isi dari filenya :
- 1 formula inti dengan 6 elemen (ada akronimnya, gampang diingat)
- 3 contoh real-world — marketing, data analysis, coding
- 1 cheat sheet — tabel perbandingan prompt buruk vs baik
Total cuma 3 halaman, padat tanpa basa-basi
Gua buatin template 50+ prompt siap pakai sesuai rumus juga buat yang mau
Link gua taro dibawah 👇👇
Dapet bocoran dari orang laundry,
Vanish + Rinso, kekuningan ilang, dan warna baju tetep cerah gonjrengg
Kalo mau pakaian wangi, caranya setrika dulu, diemin sejam, terus kasih pewangi. Kalo langsung diawal yang ada nguap itu parfum
AND WORKS GUYS! Kemana aja gue selama ini 😭
Sebagai ex warga Tebet, gw akan menyarankan kalian buat coba iktikaf di Masjid Raya Al Ittihad.
Kegiatan iktikafnya penuh, dari buka puasa, makan malam, tarawih, snack malam (kopi, bakso, cemilan), tahajjud jamaah 3 juz semalam, ruangan AC, wangi, disediain kamar tidur dan wc bershower buat mandi bagi yg mau, plus menu sahur enak enak. Kalau malam ganjil, lauknya nasi kebuli kambing. Kalo beneran mau nginep, ada kajian dhuha juga, bada dzuhur dan sebelum berbuka. Jadi iktikafnya ga ngantuk karena ada kegiatan dan ditemani makanan enak buat tetep melek. Hehe
HP Android lo dicopet?
Lo bisa tau MUKA pencurinya + LOKASI dia sekarang.
Bukan dari Find My Device. Langsung ke EMAIL lo.
Gue setup ini di Android gue. 5 menit. Sekarang gue ga khawatir kalo HP gue kecopetan.
Gini caranya:
Surat An-Nahl — Sekolah Kehidupan yang Tidak Pernah Tutup
Buka matamu. Lihat. Berpikirlah."
An-Nahl artinya **lebah.** Dan tidak ada kebetulan dalam Al-Qur'an.
Dari sekian banyak makhluk Allah memilih lebah. Mengapa?
Karena lebah adalah **model peradaban yang sempurna** dalam skala kecil:
Ia bekerja tanpa disuruh-suruh. Ia tidak mengambil lebih dari yang dibutuhkan.
Ia menghasilkan sesuatu yang menyembuhkan.
Dan ia hidup dalam sistem kolektif yang teratur tanpa ada yang merasa paling penting.
*"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon, dan di tempat yang mereka buat. Kemudian makanlah dari segala buah-buahan... dari perutnya keluar minuman yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia."* (QS. An-Nahl: 68-69)
Sains modern baru membuktikan kandungan terapeutik madu dalam beberapa abad terakhir. Al-Qur'an menyebutnya **14 abad lalu.**
Surat ini adalah **ensiklopedia nikmat** — Allah menyebut begitu banyak pemberian-Nya satu per satu, seolah mengajak manusia untuk tidak terburu-buru, untuk berhenti sejenak dan benar-benar **menghitung.**
Ternak yang memberi susu dan daging. Hujan yang menghidupkan tanah mati. Kapal yang berlayar di lautan. Malam untuk istirahat. Siang untuk bekerja. Bintang sebagai navigasi. Gunung sebagai penyeimbang bumi.
Dan kemudian Allah bertanya — bukan dengan kemarahan, tapi dengan nada yang hampir terdengar seperti **keheranan yang lembut**:
*"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"*
---
**ayat tentang komunikasi**
*"Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah, dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik."* (QS. An-Nahl: 125)
Tiga level komunikasi dalam satu ayat:
Untuk yang berpikir
1. gunakan **hikmah dan argumen.**
Untuk yang belajar
2. gunakan **pengajaran yang menyentuh.**
Untuk yang menentang
3. gunakan **cara yang lebih baik, bukan yang lebih keras.**
Dan surat ini ditutup dengan perintah yang terasa seperti reset jiwa:
*"Bersabarlah dan kesabaranmu itu tidak lain hanyalah dengan pertolongan Allah."* (QS. An-Nahl: 127)
Seolah setelah menunjukkan begitu banyak nikmat, Allah berkata: **Kamu tidak harus menanggung semuanya sendiri.**
An-Nahl mengajarkan bahwa rasa syukur bukan sekadar ucapan terima kasih
ia adalah cara melihat dunia.
Orang yang bersyukur tidak hidup di dunia yang berbeda.
Ia hanya melihat dunia yang sama dengan mata yang berbeda.
Dan lebah — makhluk kecil tanpa kesombongan — telah mencontohkan itu jauh sebelum manusia sempat menyadarinya.