@suporter_media Kalimat pertama udh bener, malah ditambahin kalimat โDia anak Indonesia yang pulang kampung, bukan importโ. Lah emang yg lain itu bukan anak Indonesia yg pulang kampung? ๐ Please jgn ada kalimat2 gini lagi lah ๐คท๐ป๐๐ฝ
@Indo_Gunner 1. PSG tidak menghancurkan Bayern, that was a tense and proper football match.
2. PSG tidak โberuntungโ, bahkan cuma satu2nya tim di lapangan yg main buat menang dan juara
@garistengah_id Kalau tipe strategi full low block selama 90mnt yg dibilang menguasai pertandingan dan layak menang sih ada yg salah sama tipe sepakbola mu. Arsenal juara liga inggris dgn skuad mahal, tp strateginya cuma main low block? ๐คฏ
Kalau pak Habibie panjang masa kepimimpinannya atau hanya orang2 berkualitas sprt beliau yg boleh memimpin Indonesia, harusnya negara ini minimal udh bisa kayak Singapore
@zuhaaa_25@ruangtaktik Dengerin ini aja yg case Davies. Di aturan jg udh jelas, bukan penalti. Tp wasit cek VAR dan memutuskan penalti. Kenapa bisa beda? Kalau mau ikut aturan, keduanya harusnya bukan penalti. Belum lg handball Mendes, offside Kane, foul Diaz ๐คท๐ป
https://t.co/11CrqjVnY4
@ruangtaktik Aturannya jelas, tp posisi natural tangan ini masih debatable. At least wasit perlu cek VAR utk memastikan, apalagi di level SF UCL setiap keputusan sangat kritikal. Bandingkan dgn case handball Davies di leg 1, wasit lgsg cek VAR ๐คท๐ป
@vcatalina96 Absolutely agree. The ref is bad, but Bayern didnโt good either. It was a really good lesson for Kompany and team. Bayern is on par with PSG, but they lack that controlling aspect and always gave opponent chances. IF Kompany can improve this area, then they can go all the way
@SpieltagIndo DFB harus udah mulai ngelakuin sesuatu sih ke UEFA, berulang kali kejadian merugikan sepakbola Jerman. Mungkin bisa contoh Nasser Al Khelaifi yg masuk jadi member eksekutif UEFA sama FIFA council, langsung kelihatan kan efeknya ke PSG dan Qatar ๐
Tahun 2024 fans sepakbola Jerman juga di-gaslight dengan alasan
"sesuai aturan"
"aturannya seperti itu"
Sampai akhirnya bbrp bulan kemudian UEFA mengakui kesalahannya. Sudah biasa... ๐ด๐ช
@firzieidris Yg jadi masalah, wasit UEFA gk konsisten. Leg 1 Bayern dihukum penalti pdhl di rulebook jelas kalo bola kena badan dulu baru mantul ke tangan itu tidak handball. Anehnya pas itu wasit cepet banget cek VAR, tp di leg 2 ini gak ada cek VAR sama sekali
@idextratime Kalo sekarang baru pada keluarin rulebook, kmrn leg 1 rulenya jelas bola kena badan dulu baru mantul ke tangan Davies, tetap dihukum penalti itu Bayern. Kocak bener ๐คฃ
@PSGINT_ Why it is delusional when Bayern fans believe that Bayern can win at home?
And btw Madrid needed Neuer silly mistake and 2 ref mistakes to score goals
@theflankerID kalo fans Bayern atau Jerman udah amat sangat mengerti cenderung capek sama sifat Flick ini, idealis tinggi menjurus โkepala batuโ ๐