Di luar sains nyaris tak ada kebenaran mutlak (Kecuali Kitab Suci), yg ada opini dan kepentingan. Bahkan di "sains" (berproses, probalistik & falsifiable) kebenaran sementara sampai data baru datang. Maka prinsip kita : tunjukkan datamu, jelaskan metodenya! Salam, Warga Nalar.
Meningkat tajamnya penggunaan media sosial, bersamaan dgn maraknya intoleransi antaragama di Indonesia, membuat banyak pihak beranggapan bahwa penggunaan medsos mendorong perilaku intoleran. Namun, studi terbaru Prof. @BurhanMuhtadi dkk. (2026) membantah anggapan itu
Tahun lalu pas mau liburan, tiba-tiba aku dihampiri petugas imigrasi setelah lolos autogate scan paspor.
👮: "Selamat sore, boleh lihat paspornya?"
👱♂️: "Halo, boleh pak." (ngasih paspor)
👮: "Tujuannya ke mana? Boleh lihat boarding pass juga?"
👱♂️: "Ke Jepang pak, ini boarding passnya."
👮: "Perginya sama siapa? Sendiri?"
👱♂️: "Sama temen dan keluarganya pak, total berenam."
👮: "Ke Jepang pakai visa kan? Boleh lihat visanya juga."
👱♂️: "Sebentar pak." (buka PDF di HP karena pakai visa waiver)
"Ini pak, saya pakai visa waiver."
👮: "Lho kok PDF? Mana stiker visanya? Biasanya kan ditempel di paspor."
👱♂️: "Saya pakai waiver pak, jadi nanti stiker baru dipasang pas udah sampai di imigrasi Jepang."
👮: "Nggak gitu, harusnya sebelum berangkat udah ada stiker visa di paspor."
👱♂️: "Hah gimana pak? Maaf, paspornya saya pinjam dulu."
(sambil buka halaman landing permission)
"Jadi gini pak, bulan lalu saya juga ke Jepang, dan stiker ini baru ditempel pas saya tiba di sana."
👮: "Oh masa sih? Peraturan baru ya?"
👱♂️: "(Dalam hati, ini petugas nggak dikasih info atau gimana ya?) Nggak kok pak."
👮: "Oh gitu ya."
👱♂️: "Iya pak." (sambil nunjukin website soal visa waiver di HP)
"Mungkin bapak bisa baca infonya di sini."
👮: "Oke." (terus pergi)
Jadi kepikiran, petugas imigrasi memang wajib paham soal aturan kayak gini nggak sih? Kalau memang wajib, bukannya harusnya mereka lebih ngerti ya?
Setau gw waktu Pak Prabowo jadi Menhan ga pernah deh ngurusin soal beginian.
Koordinasi antar Instansi penegak hukum sll dipegang oleh Menkopolkam (Prof. Mahfud waktu itu).
Kemana Menkopolkam yg sekarang?
Holywings itu investor2nya mmg luar biasa.
Nikita Mirzani, Penjara.
Dr Richard, Penjara
Timothy Ronald, kasus di kepolisian
Hotman, drama king.
Berdiri tahun 2014 dan berawal dr kedai nasi goreng. Skrg Sdh punya 79+ outlets. Luar biasa mmg enterpreneurship foundernya.
Gak nyangka bakal dibikin merinding cuma gara-gara sebuah iklan. Awalnya iseng nonton, eh pas selesai malah diem beberapa detik. Jarang ada iklan yang bisa nyampein pesan sekuat ini
Di podcastnya Denny Sumargo, Mahfud MD ungkap cara paling radikal berantas korupsi:
“Saya pernah nawarkan dua cara. Satu seperti di Eropa Timur: semua pejabat lama dipecat, diganti generasi baru (Lustration Policy). Yang kedua seperti Cina: hukuman mati.”
• Di Georgia, 30.000 polisi langsung dipecat dan diganti yang baru. Hasilnya indeks persepsi korupsi naik signifikan.
• Di Cina, korupsi diampuni sekali, tapi kalau mengulangi langsung hukuman mati.
• Kuncinya ada di Presiden. Kalau Presiden mau, instrumen hukum sudah ada.
Tanpa keberanian “reset” sistem dan pejabat lama, korupsi akan terus berulang dari generasi ke generasi.
hotman paris memang pernah bekerja di bank indonesia sekitar tahun 1982. bahkan dia masuk BI lewat jalur prestasi tanpa tes dan satu angkatan dengan perry warjiyo yang sekarang menjadi gubernur BI. ngaku pura-pura gila? iya bener juga, dia sendiri yang cerita kok wkwk
Btw kasus Hotman atas laporan PWI ke kepolisian berlanjut ya, meskipun dia sudah menyatakan mundur sebagai pengacara Febrie Adriansyah sambil cosplay sebagai pasien pakai kursi roda.
lagi ngerasa gagal? baca ini.
"jangan lemah. jangan sedih.
kamu paling tinggi derajatnya."
-qs. ali 'imran: 139
syaratnya cuma satu: IMAN ♡
dunia boleh ngerendahin kamu
tapi di mata ﷲ kamu mulia.
bangkit lagi yuk.
Jangan kau tangisi kehilangan dunia, karena ia bukan tempat tinggal. Tangisilah waktumu yang hilang tanpa mengingat Allah. Sebab disanalah letak kerugian sejati."
Syekh Abdul Qadir al-Jailani
Sebuah video percakapan hangat antara Mr. Komang dan seorang wisatawan bernama Peter mendadak viral.
Dalam dialog tersebut, Mr. Komang menjelaskan bahwa shalat bukan sekadar rutinitas, melainkan momen sakral untuk melepas beban duniawi dan berserah diri kepada Sang Pencipta.
Peter tampak terkesan dengan penjelasan logis mengenai filosofi gerakan ibadah tersebut.
Aksi Mr. Komang ini pun banjir pujian warganet karena dinilai berhasil memperkenalkan wajah Islam yang damai sekaligus mempererat toleransi antarbudaya di Pulau Dewata.
-
Selengkapnya kunjungi website dengan klik link di bio atau download aplikasi di AppStore dan Google Play Store.
#inilahNews #Bali #Inilahcom #TitikTengah #titikcerah
Kurang ngeri apa? 😖
Menurut Susno Duadji
Uang haram 1 triliun dikumpulkan dr ribuan perkara, yg artinya ada sekitar 3000 hakim yg terlibat di dalamnya.
Tapi tak 1pun Hakim yg jdi tersangka 😌
Ini hebatnya FA.. insane!!
Sementara gajinya dinaikkan 300% agar tidak korupsi?!
Terus fungsi pengawasan Hakim mandul jg?
Bagusss!! 😤
Kelas menengah yang menyusut membuat kegelisahan bertambah. Namun, kegelisahan tidak selalu berakhir di jalan. Temuan kami menunjukkan bahwa di daerah dengan penetrasi internet yang tinggi dan ruang media sosial yang lebih bebas, demonstrasi justru cenderung lebih sedikit. Mengapa? Tulisan saya bersama Maria Monica Wihardja dan Abror Tegar Pradana di Fulcrum
https://t.co/8fSB0ixumQ