The deal has been made🤝
Setelah kasus Febri dilimpahkan dari Polri ke Kejaksaan, sekarang Kejagung stop pemeriksaan SPPG.
Sungguh bangsa yang menjunjung tinggi rasa kekeluargaan dan penyelesaian masalah secara musyawarah mufakat😌😌
Hasil dari sowan kapolri ke kejaksaan agung, keluarlah surat edaran dari jaksa agung untuk kejaksaan tinggi diseluruh Indonesia,agar menghentikan kegiatan penyelidikan terkait MBG.
Mereka melakukan kerjasama yg baik untuk menutupi borok masing-masing.
Gak ada yang lebih ironis dari kisah Prof. Bambang Hero Saharjo. Ilmuwan yang berjuang nyelametin hutan Indonesia dari kebakaran, malah digugat Rp510 Miliar di negeri sendiri oleh korporat sawit.
Tahun 2018, dosen IPB ini dituntut dengan angka fantastis itu cuma karena beliau jadi saksi ahli KLHK buat ngebongkar kasus pembakaran hutan di Riau. Analisis ilmiahnya yang akurat malah dibalas teror hukum yang nyaris ngehancurin kariernya.
Tapi plot twist-nya bikin nampar muka hukum kita: Di saat dalam negeri beliau ditekan habis-habisan, tahun 2019 lembaga internasional di London, Inggris, justru menganugerahi beliau John Maddox Prize—salah satu penghargaan tertinggi buat ilmuwan paling berani di dunia.
Bukti nyata kalau di negeri ini, jujur dan pakai ilmu buat bela alam itu taruhannya bisa miskin tujuh turunan digugat mafia.
SIAPA YANG KASIH DIA LAPORAN???
Saya dapet laporan.
Sekarang sudah banyak petani yang libur ke luar negeri.
Nggak apa-apa, libur boleh!
Kapan lagi petani libur ke luar negeri? SEKARANG!!!
Karena kita akan buat tani, nelayan, buruh MAKMURRRRR!!!
INI UANG YA GESS?? 😭😭 BANYAK BANGET WOII, BISA BANGET NIH KITA NONTON KONSER BANGTAN DI NEGARA MANAPUN 😭😭😭 yaa Allah banyak bangettt 😭😭😭😭
pantesan nyari uang rasanya susah banget bangke, ternyata uangnya pada ngumpul di brangkas jaksaa 😭😭😭
🚨 Pengabdian 27 tahun 3 bulan seorang ASN. Lenyap begitu aja..
Dari Eselon 3a, di mutasi ke Maluku Utara & jabatannya turun menjadi Pelatihan Teknis — yg setara dg golongan 2d.
Semua karena Menteri PU yang dzalim 🤡☠️
900 petani Jember dikasih tau:
"kasih KTP, KK, akta nikah, buat urus bansos."
Dikasih Rp200-250 ribu sebagai "terima kasih."
Yang kejadian: identitas mereka dipakai buat ngajuin KUR Mikro ATAS NAMA MEREKA.
Begitu cair, buku tabungan dan ATM langsung diambil alih si "petugas".
PIN-nya diseragamin semua biar gampang dikuras bareng-bareng.
Petani-petani ini sekarang tercatat py utang KUR ke bank, padahal duitnya enggak pernah mereka pegang sepeser pun.
Yang bikin ini bukan penipu jalanan biasa: ini melibatkan Pemimpin Cabang BNI Jember sendiri (inisial MFH), yang tau kreditnya bodong, tau syaratnya enggak kepenuhi, tapi tetep merintahkan "proses aja" , biar performa kredit cabangnya keliatan sehat di mata kantor pusat.
Bank yang katanya (kutip taglinenya sendiri) "melayani negeri", pucuk cabangnya malah nyulap 900 identitas rakyat kecil jadi alat nutupin data kredit macet biar dianggap berprestasi.
Kerugian negara: Rp41,4 miliar (audit BPKP).
Tersangka sekarang 4 orang.
MFH sendiri malah lagi jalanin pidana lain di Lapas Jember , jadi kasus KUR fiktif ini jalan paralel sambil dia di penjara buat kasus lain.
Bansos dijanjiin, KTP diminjem, utang ditanggung petani, duit dikorupsi orang dalam bank negara.
Ini bukan kredit macet biasa , ini korupsi berjamaah yang korbannya sengaja dipilih dari orang yang paling enggak punya daya buat ngelawan.
Just info, orang orang yang akan dimutasi gegara kasus viral menteri PU semua top level, bukan anak baru.
Ini yang dimutasi orang top-top:
- Tegar Rizkiadi = Head of International Cooperation Administration Team, bekerja 15 tahun
-Indri Damayanti = Associate of Government PR Officer, bekerja 15 tahun
- Listya Adi A. = Public Relations Officer, hampir 17 tahun bekerja
- Indra Daswandi = Expert Public Relations and Social Media Strategist, 11 tahun bekerja
Melaporkan dugaan penyelewengan Menteri PU yg akan dinas ke New York bersama Anak & Istrinya, malah mereka yg "dihukum" halus, DIMUTASI JAUH KE PELOSOK.