Baru rame: Pendidikan gak tinggi, lalu pamer lebih sukses dari yg pendidikannya tinggi.
Pola pikir itu mungkin berasal dari motivator yg gencar cerita Steve Jobs, Bill Gates, drop out tapi sukses.
Tapi gak liat faktor lain, kenyataan bahwa dirinya gak sepintar orang sukses itu.
@islah_bahrawi ● Dhawuh Mbah Moen Allohuyarham:
"Kalau ada Habaib yg nakal & pêcicilan, ibaratkan saja sêpêrti pêrca² kêrtas Al-Quran. Yang namanya pêrca (dan sobék), ia tdk bisa dibaca, jadi jangan diikuti. Tapi bagaimanapun Al-Quran têtap Al-Quran, ia haram untuk dihina & diinjak".
🙏🙏🙏
Sejak kecil kami didoktrin kira-kira begini; "sejahat-jahatnya Habaib, jangan sampai kita tidak hormat, karena mereka bisa mendatangkan musibah kepada kita."
Sejak saat itu kami lebih memilih "merendah" terhadap siapapun yang mengaku Habib. Ditipu mereka yg mengaku keturunan Nabi, pun keluarga kami sudah biasa. Mulai dari batu cincin yg keasliannya didasari sumpah atas nama Tuhan (tapi ternyata beling), urusan "pemaksaan" transaksi selembar sarung (beli 1 bayar 2), hingga cerita fiktif besi tua ribuan ton, keluarga kami tetap ikhlas menerimanya.
Then times have changed..
Kami bersaudara mulai dewasa, kemampuan daya jelajah otak kami berkembang. Kami mempelajari banyak hal. Kami sudah bisa membedakan Nabi yg bersifat "Ma'sum" dan bagaimana keturunannya yg manusia biasa. Sudah bisa memilah antara moral manusia dengan adiluhung ajaran agama. Sudah paham soal ciri2 "tawadduk" dan "ujub" pada setiap manusia.
Hari ini ukuran penghormatan kami adalah akhlak yang rendah hati, berkemanusiaan, cinta damai dan terlebih lagi berilmu pengetahuan yg mumpuni. Ini berlaku kepada keturunan siapapun, beragama dan bersuku apapun.
Kemudian kami memahami, bahwa dulu kami diajari utk menghormati seluruh keturunan Kanjeng Nabi tanpa terkecuali untuk memupuk rasa cinta kami yg luar biasa kepada cahaya dan akhlak Rasulullah.
Jika ternyata kemudian ada 1-2 yg mengaku keturunan Kanjeng Nabi tapi tidak sanggup meniru tuntunan dan akhlaknya, mohon maaf kalau kami kemudian bersikap biasa saja. Kami lebih memilih utk menghormati orang biasa keturunan antah berantah, namun rendah hati, menyebarkan cinta dan kemanusiaan.
Mari kita tundukkan kepala sejenak, dan kirimkan doa untuk pejuang kita di KRI Nanggala 402.
Ayo ganti PP kamu dengan warna hitam putih untuk menunjukkan bahwa kita sedang berduka cita 🙏
#prayfornanggala#prayforkrinanggala#kri402
Terlalu banyak polemik yang harus diperhatikan. Tak sedikit krisis yang kita hadapi ketika kita dalam kondisi pandemi. Sebagai millenial, kita harus lebih produktif lagi membuat chance dan pergerakan yang massive demi menyelamatkan bangsa dari keterpurukan.