Untuk setiap rezeki yang singgah,
aku hanya memohon dalam diam—
jangan biarkan ia mengubahku.
Biarlah aku tetap sederhana,
tetap melihat manusia dengan hati yang sama,
dan tetap mampu bersyukur…
pada hal-hal kecil yang sering dilupakan dunia.
@Hasbil_Lbs Negara tidak diukur dari banyaknya checklist hijau, tapi dari isi dompet rakyat.
Kalau semuanya baik-baik saja, kenapa daya beli melemah, PHK meningkat, dan mencari kerja makin sulit?
Ekonomi itu diatur kebijakan, bukan kolom komentar. Menyalahkan netizen atas rupiah yang melemah cuma cara halus menghindari evaluasi.
Kalau rupiah ambruk gara-gara status Facebook dan tweet netizen, berarti gubernur BI bisa diganti admin medsos.
#buzer emang lucu
Gue jujur aja, sedikit banyak nyalahin kaum nyinyir!
Tiap hari kerjanya ngereog tentang Pemerintah kurang inilah kurang itu lah, semua salah!
Akhirnya membawa dapak buruk untuk IDR kita.
Gegara mereka, semua kena imbasnya.
Dikondisikan lah efek dari postingan sosmed kalian.
@ImaginarySteady Faktanya tidak demikian.
Nilai tukar ditentukan oleh faktor ekonomi yang nyata: inflasi, suku bunga, neraca perdagangan, arus modal, utang, produktivitas, dan kepercayaan investor terhadap kebijakan negara.
@ImaginarySteady Menyalahkan "kaum nyinyir" atas melemahnya rupiah itu logika yang keliru.
Kalau kritik di media sosial bisa menjatuhkan nilai tukar, maka negara-negara dengan kebebasan berpendapat tinggi seharusnya mata uangnya paling lemah.
Lagi nongkrong terus meja sebelah ada boti lagi ngomong serius banget.
“gua pengen hijrah deh kayaknya…”
Gua dalem hati:
wah bagus juga niatnya.
Terus dia lanjut bilang ke temennya:
“eh tapi cariin gua mukena yang lucu dong”
Boti anjing
Kalian ngerasa ga sih, mall masih rame, antrian kopi masih panjang, restoran masih penuh.
Padahal rupiah lagi di titik terlemah sepanjang sejarah dan ekonomi lagi susah.
Nama fenomena ini adalah Lipstick Effect.
Dan ini justru sinyal bahaya loh!🧵
Rupiah Anjlok ke Level 17.600 per Dolar AS, Prabowo: Rakyat di Desa Enggak Pakai Dolar AS
"Rupiah begini, dolar begitu. Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan?"