ALERTA
Dua orang ditangkap karena unggah pidato Prabowo soal nuklir Iran di Threads.
Padahal MK lewat putusan 115/2024 udah mutusin kalo kata “kerusuhan” di UU ITE cuma berlaku kalo ada kerusuhan fisik di dunia nyata, bukan di media sosial.
Tapi aparat kita tetap pake alasan “berpotensi menciptakan kegaduhan”.
Putusan MK diabaikan?
Bebaskan mereka.
#SalingJagaWarga
#BebaskanKawanKami
mantan ketua MK, Arief Hidayat cerita pengalamannya ngobrol dgn hakim dari negara skandinavia saat kongres MK sedunia di Madrid
👴🏻: "negara anda 98% ateis, kok gada korupsi?"
👨🏻⚖️: "urusan dunia diselesaikan sebaik-baiknya di dunia"
👴🏻: "saya terpukul krn negeri saya 98% religius tapi justru rusak kyak sekarang ini"
teddy: "prabs cek satu per satu buku dari SD-SMA, kemudian minta dibandingkan dgn negara tetangga"
coba gaji tenaga pengajar dicek juga pak, terus bandingkan dengan negara tetangga
pelan-pelan Pak Anies, @aniesbaswedan. Soalnya banyak yang ketabrak ini 😭
"warga yang main hakim sendiri di jalanan bukan sedang menantang hukum, tapi sedang meniru. Mereka meniru cara republik ini memperlakukan aturannya sendiri.
boleh diubah kalau mengganggu kepentingan segelintir. Ditunda kalau merepotkan pengelola negara. Dilangkahi kalau tujuannya melanggengkan kuasa.
rakyat tidak belajar dari pidato yang menggelegar. Rakyat belajar dari keputusan-keputusan negara yang dipertontonkan setiap hari."
***
kutipan artikel opini beliau di Kompas hari ini. Sumber:
https://t.co/wX6IhvCMHo
UJI COBA SUDAH SUKSES DI 2 SPECIMEN:😂🤣
1) Anak sekolah dan ibu hamil (MANUSIA)
2) Ikan di kolam ini (HEWAN)
UJI COBA LEBIH LANJUT KE YANG PUNYA PROGRAM😎😍
Purbaya. Daripada ente sibuk ngejar yg kecil-kecil kek pajak kontrakan.
Mending terapin pajak kekayaan.
Seluruh orang superkaya, mau dari kubu 9 naga, 9 haji atau 9 jenderal, lu pajakin aset-asetnya.
Cukup 2% aja. Lu bisa dapat ratusan triliun.
Kalau kata CELIOS, jika 50 orang terkaya di Indo dipajakin 2%, potensi penerimaannya 93 T.
Bayangin itu 50 orang doang loh.
Memperluas basis pajak kontrakan bisa mengakibatkan harga sewa kontrakan naik. Siapa yang rugi?
Lagi-lagi kelas menengah di perkotaan. Dan ini bisa bikin situasi di perkotaan makin panas.
Jangan lupa juga, yang lagi punya KPR sedang pusing sama suku bunga tinggi yang ngefek ke bunga floating.
Ilustrasi: ALEXA dan PIXABAY
FOTO: WIKIMEDIA (Fahdi Kasmiri)
Wkt anies bilang 40 kota setara jakarta & ganjar mau kuliahin minimal 1 org anak tiap KK, jujur awalnya skeptis emg kita punya duit sebanyak itu yaa.. ternyataa punyaaa😆😆😆😆
beliau ini udah sering blunder dari dulu, jadi inget waktu dia dateng ke kediaman pak SBY saat ibu ani meninggal. dia masih bahas politik dan infoin didepan media kalau ibu ani memilih beliau saat pemilu. pak SBY sampe klarif dan mengecam tentang statement pr4bowo yang dinilai tidak elok 🙃
Baru aja baca laporan investor asing di Indonesia.
Bersedia bayar pajak lebih banyak asal extortion dan corruption ilang.
Jangan nerima penjelasan investor kabur gara2 buruh nuntut gaji naik.
Pemerintah yg korup dan pungli ormas ini masalah sebenarnya.
Gelombang demo yg membesar agar rakyat juga tidak ikut demo, jadi semua media elektronik, tv, online, radio, medsos sudah diblok agar tidak tersebar luas ke masyarakat. Makanya dibuat sunyi. Demokrasi yg dipressure dan dibungkam, itu namanya pembohongan publik
Melihat baliho raksasa "UNIQLO HIJAB" di jalanan itu rasanya menggelitik nalar kita. Yang dipampang nyata-nyata adalah kain turban yang dililit ketat membungkus kepala, tapi dilabeli secara sepihak dengan nama besar "Hijab".
Kenapa brand global bisa sampai "salah" mendefinisikan pakaian ibadah kita?
Pertama, kita harus sadar bahwa bagi industri fast fashion sekelas Uniqlo, hijab itu bukan urusan ketaatan syariat, melainkan pasar komoditas. Mereka melihat ceruk pasar muslim yang nilainya triliunan. Masalahnya, kacamata yang mereka pakai adalah standar Barat soal modest fashion (pakaian sopan).
Bagi kapitalisme, asalkan rambut tertutup, itu sudah bisa dijual dengan label "Hijab". Mereka mereduksi nilai ibadah dan syariat menjadi sekadar estetika fashion atau aksesoris penutup kepala (headpiece).
Secara kebahasaan, industri ini merampas istilah "Hijab" (yang aslinya berarti tabir/penghalang) dan menyamakannya dengan kain lilit. Padahal, kalau kita kembali ke literatur asli, kain penutup kepala perempuan dalam Islam itu namanya Khimar atau kerudung.
Model lilitan ketat di atas kepala seperti di iklan itu secara historis lebih tepat disebut 'imamah (turban), gaya berpakaian yang murni urusan budaya, bukan syariat.
Sebagai warga Muhammadiyah, cara kita memandang masalah ini sudah dipagari dengan sangat jelas oleh Majelis Tarjih. Dalam memahami teks agama (Bayani), Tuntunan Tarjih menetapkan bahwa aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.
Nah, gaya turban lilit di iklan tersebut jelas gagal total memenuhi kriteria ini. Kenapa?
Pertama, lilitan turban mengekspos area leher dan telinga secara rawan.
Kedua (ini yang paling krusial), Al-Qur'an dalam QS. An-Nur ayat 31 memberikan instruksi sangat spesifik, "…dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung (khumur) ke dadanya…". Turban ditarik ke atas, sehingga sama sekali tidak ada helaian kain yang diulurkan untuk melindungi dada sebagaimana perintah ayat tersebut.
Kita tentu tidak antikritik atau anti dengan brand luar yang mencoba merangkul umat Muslim. Tapi, sebagai konsumen Muslim yang teredukasi, kita tidak boleh membiarkan standar ibadah kita didikte oleh raksasa kapitalis.
Yang dijual Uniqlo di baliho itu adalah penutup kepala modis (turban), BUKAN hijab dalam esensi syariat Islam. Pakaian adalah identitas, dan identitas kita bersandar pada wahyu, bukan pada tren musim panas.