Sejak kemarin hingga hari ini, banyak yang mengapresiasi Kompas TV, Tribun Group, Mbak Rossiana Silalahi, Bang Dahlan Dahi, dan seluruh jajaran tim liputan mereka, yang dengan gigih menemani aksi mahasiswa 12 Juni 2026 dari pagi hingga malam.
Di tengah barikade aparat, di antara asap dan desak-desakan di Sudirman, mereka tetap di sana. Bersama rakyat.
Kebebasan pers bukan hanya soal regulasi dan kebijakan.
Ia juga soal apakah sebuah redaksi masih memilih untuk hadir saat negara sedang dipertanyakan oleh anak-anak mudanya sendiri. Saat mahasiswa berjalan kaki karena bus mereka di haadang, itu bukan sekadar berita. Itu sejarah.
Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk seluruh media yang masih setia meliput. Yang masih mau berdesakan di kerumunan, dan memilih hadir meski tekanan datang dari berbagai arah.
Kalian bukan hanya jurnalis.
Kalian adalah penjaga ingatan kolektif kita. 🙏
*Video yang saya upload sepenuhnya milik Kompas TV
Ulises Fernando Bernal Miramontes se llama el tipo que ayer hizo burlas racistas a una aficionada coreana y es presiente del colegio de ingenieros civiles de Jalisco.
Una vergüenza de persona
Andre Rosiade di TV, kemarin:
"85% uang MBG mengalir langsung ke rakyat. Ke tukang sayur, petani, peternak, UMKM."
Kejagung, 12 Juni 2026 : tersangka ke-5 ditetapkan.
Vendor motor listrik BGN, PT Yasa Artha Trimanunggal: tidak punya dealer, tidak punya bengkel aktif , tapi menang proyek Rp1,035 triliun dari APBN.
21.801 unit motor.
Dadan bilang dibeli Rp42 juta/unit.
Menurut Kejagung: di-markup.
Pembanding nyata: motor China dengan spesifikasi serupa dijual Rp8–10 juta/unit di pasaran.
Dokumen serah terima dipalsukan seolah pengerjaan rampung. Dibayar lunas 100%.
Total tersangka sekarang: 5 orang. 3 di antaranya pimpinan BGN sendiri.
Jadi dari Rp10.000 per porsi makan anak sekolah yang katanya "85% langsung ke rakyat" itu , sebagian jalannya lewat vendor tanpa bengkel, harga di-markup menurut Kejagung, dokumen dipalsukan, dibayar penuh Rp1 triliun lebih.
Tukang sayurnya dapat berapa Andre?
Dari BEM UI:
Halo, UI dan Indonesia!
Ekonomi makin terpuruk. Rupiah ambruk, harga kebutuhan melambung, lapangan kerja hilang, utang negara membengkak, sementara rakyat makin menderita.
Pemerintah terlalu sibuk memperkuat kekuasaan dan melindungi oligarki hingga lupa, atau memang tidak peduli terhadap penderitaan rakyat kecil.
Sekarang saatnya bersuara!
* Saya tautkan link video-nya setelah post ini jika ingin menyebarkannya
*Sambil menunggu yang Demo !(jaket baru Gojek)...*😁
*Sejak Kapan yaa, Republik Ini Ada Tukang Gojek, Diperbolehkan Bawa SENPI (PISTOL) atau Memilik Senjata Api Revolver ???!*
akun seskab mulai klarifikasi nih
perihal kenapa pertamax naik
poin 3 nya karna pertamax kita murah
dibandingkan negara seperti thailand dan singapura
serius nih ??
cuma bandingin harga BBM,
kagak mau bandingin juga gaji rata-rata, daya beli, transportasi umum, dan kualitas hidup?
A Korean fan was filming herself at the World Cup when a group of Mexico supporters behind her started pulling their eyes into a slant and laughing at her.
Social media tracked the main guy down.
He's reportedly the president of Jalisco's college of surveyors….
FYI manteman: demo / unjuk rasa itu pengajuan surat ke polisi bukan surat izin ya, tapi SURAT PEMBERITAHUAN. Ini diatur di UU 9/1998 ttg Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Jadi kalau bilang "gak ada surat izin", polisinya yg tolol dan tidak baca sebab ACAB.
Setelah MBG terbitlah Kopdes.
Infonya banyak banget calon manajer kopdes yang udah lulus seluruh tes sebelumya, kemudian mengundurkan diri gara2 harus TTD kontrak dengan ketentuan ikatan kerja 2th dan denda 100jt kalau mengundurkan diri.
Banyak yg mengaanggap ini ga fair mengingat gaji yang akan diberikan dan lokasi penempatan pun tidak dengan jelas disebutkan. Banyak juga yg kecewa gara2 udah tes sampe harus lepas2 baju akhirnya mengundurkan diri.
Sekali lagi gue bilang, jan deket2 dengan program2 sus kek gini kalau kalian gamau terjebak lebih dalam capt 😌
Adhyaksa Dault, mantan Menpora 2004–2009, marah mahasiswa pakai kata keras soal kebijakan Prabowo. Katanya: tidak boleh, tidak sopan, istigfar.
Pertanyaannya satu:
Kata keras mana yang lebih merusak , mahasiswa yang frustrasi setelah kajian akademiknya diabaikan, atau kebijakan yang membiarkan vendor tanpa bengkel menang proyek Rp1 triliun dari uang rakyat?
Kalau yang diprotes adalah diksi, bukan 5 tersangka korupsi MBG yang ditetapkan Kejagung 12 Juni 2026 ,berarti yang berhasil dialihkan bukan mahasiswanya, tapi perhatian publiknya.