tercatat secara mental sudah kali kesepuluh gadis bersurai awan kelam menarik dan menghela napas cukup dalam dari balik meja panjang membentang—meski sejatinya, 𝘶𝘩𝘮, tidak begitu perlu, hanya lumayan membantu meredakan gugup yang tengah melanda sekujur raga.
@dyejabuenzer malas mendengar seribu alasanmu, Rhoma. setelah selipkan souvenir spesial fansign berupa photocard yang mestinya diberikan usai tegur sapa ke celana kelabu kembarnya itu, Akio lekas menggeret si wira dari TKP bak karung beras. pulang.
@FFM4X_ alay bat jierz... malas... “jadi maksud senpai, Akio itu seperti boneka hijau miskin dekil ini...? tega....”
command intercepted. sudah terlanjur tanda tangan di jidat—sudah sekalian potong poninya juga karena mengganggu.
@FFM4X_ boleh skip yang ini, tidak, sih. dari roman suaranya, Akio bisa menebak akan ada keanehan yang terjadi. “yahoo, Ren-sen��” nah, kan. “senpai ... boneka ... apa ... itu...? senpai ingin menyantet Akio...?”
APA LAGI INI TANDA TANGAN DI JIDAT. “eh? betul senpai minta di situ...?”
@helianthuse Jaewon-shan telah datang meramaikan malam ini! tolong hati-hati saat perjalanan pulang, ne?”
“—oh, Akio hampir lupa. ada hadiah kecil untuk Jaewon-shan. boleh dianggap hadiah Valentine dari Akio, kalau mau, hehe. jyan~”
@helianthuse dipuji seperti itu, bahkan seorang Akio akan memerah karenanya. “ah, Jaewon-shan jangan berlebihan begitu ... Akio bisa terjungkal karena malu nanti~” ada sekelibat wajah merajuk yang tak bertahan lama sebab hanya akting belaka.
“naa, Akio yang harus berterima kasih karena
@murkyemny seperti enamel pin ... dalam bentuk kucing? “Neko-chan yang pintar dan bisa pergi memancing? menggemaskan sekali, Minoru-shan!”
tandanya apa? tandanya transaksi langsung dikonfirmasi detik itu juga. ditariknya sebungkus konpeito yang masih tersegel dari bawah meja. “deal.”
@murkyemny sebenarnya, yang berpucuk kelabu sedang memancing pemuda polos satu ini untuk mengikuti ritual rahasia, tapi tidak perlu dibocorkan, deh. hihi.
“eh?” :O kepalanya seketika miring seraya memindai setiap milimeter dari benda mungil yang baru saja masuk ke lingkup pandang.
@kkochgiI kesempatan meraih satu yang berwarna merah muda untuk langsung disantap. “mwanish shepechi Suchan-nye♪”
beruntung ia pandai multitasking, heh. “shatu shoretan shpeshial uncuk nee-shan yang shantik, shiap!”
@kkochgiI “ooh! Suchan-nee yahoo~!” tertutup kelopak sudah sepasang butir topaz sebab senyum yang terlampau lebar, salurkan riang dari relung hati. “macarons~? Suchan-nee saikou♡ terima kasih, akan Akio habiskan nanti!”
bilangnya demikian, akan tetapi tangannya yang bebas sudah curi
@revetrellie ??? kedua butir sewarna madu lantas MENYIPIT DAHSYAT. bando taiyaki yang lucu, memang, tapi konyol juga kalau ia pakai. “pemaksaan. janken dulu, kalau Jae-chan menang nanti Akio pakai.” 🤨
@revetrellie lho, merajuk. padahal tadi niatnya ingin lebih jahil lagi. “stop berlebihan begitu, Jae-chan ... timpuk, nih.” ancaman belaka, sih—setidaknya setengah, karena album-album yang sudah dihiasi tanda tangannya itu ia daratkan ke kening pemuda di hadapan. pelan, kok.
@helianthuse garuk kepala. bisa-bisanya si surai kelabu kalah di permainan yang disarankan sendiri.
maka, tanpa ada perlawanan, hendak tepati janji, diangkatnya mahkota bunga tadi langsung ke kepala sendiri. “begini, ne, pakainya...? eh, rasanya tidak cocok dengan Akio, Jaewon-shan....”
@helianthuse ada kekehan kecil yang lolos dari sang gadis tatkala permintaan jahilnya, yang niatnya tidak terlalu serius itu, mendapat reaksi serius yang cukup menggelitik.
“ayo mulai, Jaewon-shan~ jan — ken — pon — !” ah.
@murkyemny “kya~wa☆!” balas wink dengan wink > ㅈ O lagi karena kenapa tidak. tidak ada larangannya, pun. “Minoru-shan, ne~ yakin ingin tanda tangan saja?”
bersamaan dengan tangannya yang cekatan menorehkan tulisan di polaroid tersebut untuk diserahkan kembali, ada yang menyusul kemudian.
@dyejabuenzer kurva yang semula menekuk ke atas pada ujung-ujungnya dengan instan berbalik disertai dengan alis yang bertaut tajam. “hee~? sudah selarut ini dan Akki belum makan...?”
“Akio tahu perjalanan ke sini itu melelahkan, ne, dan Akki ke sini dengan perut kosong~?” bombastic side eye.