Guys gw mau cerita tentang sesuatu yang jarang dibahas secara serius.
BJ Habibie menjabat presiden cuma 17 bulan.
Dan banyak orang mengenang dia cuma sebagai ilmuwan pesawat terbang yang romantis sama Ainun.
Padahal dia melakukan sesuatu yang secara ekonomi hampir tidak masuk akal.
Waktu Habibie naik jadi presiden Mei 1998 kondisi Indonesia sudah dalam kondisi kritis total.
Rupiah di angka Rp16.800 per dolar.
Seperempat rakyat Indonesia di bawah garis kemiskinan.
Bank-bank kolaps.
Orang antri panjang untuk tarik uang karena takut banknya tutup besok.
Perusahaan-perusahaan bangkrut karena utang dolarnya tiba-tiba membengkak seiring rupiah jatuh.
Dan dunia internasional tidak percaya sama Indonesia sama sekali.
Dalam 17 bulan Habibie balik rupiah dari Rp16.800 ke Rp7.000-an.
Hampir setengahnya.
Dalam waktu kurang dari dua tahun.
Gimana caranya?
Pertama dia beresin perbankan duluan.
Karena dia paham tidak ada kepercayaan ekonomi yang bisa dibangun kalau sistemnya sakit.
Bank-bank yang masih bisa diselamatkan direstrukturisasi.
Yang sudah terlalu parah ditutup.
Dan dari proses ini lahir Bank Mandiri gabungan empat bank pemerintah bermasalah yang sekarang jadi salah satu bank terbesar Indonesia.
BCA juga diselamatkan di era ini sebelum akhirnya dibeli konsorsium yang di dalamnya ada Grup Djarum.
Kedua dia pisahkan Bank Indonesia dari pemerintah. Ini krusial.
Karena selama BI masih bisa disetir presiden investor asing tidak akan percaya bahwa kebijakan moneter Indonesia itu serius dan independen.
Habibie undangkan itu tahun 1999.
Untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia bank sentral benar-benar independen secara hukum.
Ketiga dia negosiasi dengan IMF dan dapat pinjaman 43 miliar dolar.
Tapi yang menarik dia tidak sepenuhnya nurut sama IMF.
IMF minta subsidi BBM dan listrik dicabut. Habibie menolak tegas.
Alasannya sederhana di tengah krisis yang sudah sepedas ini, kalau subsidi dicabut sekarang yang hancur adalah daya beli rakyat paling bawah. Dan tanpa daya beli ekonomi tidak akan pulih dari akar rumput.
Itu keputusan yang butuh nyali. Karena menolak syarat IMF waktu itu bukan hal yang gampang secara politik.
Keempat dia stabilkan politik.
Karena investor asing tidak akan masuk ke negara yang kondisi politiknya kacau. Habibie bebasan pers. Izinkan pemilu 1999. Lahirkan undang-undang partai politik yang mengakhiri monopoli Golkar selama 32 tahun.
Dan kelima dia selamatkan sektor swasta strategis. Astra hampir kolaps waktu itu karena beban utang dolar yang membengkak. Sinar Mas juga sama. Habibie intervensi lewat BPPN dan program restrukturisasi utang. Perusahaan-perusahaan itu berhasil diselamatkan dan sekarang masih jadi pemain besar di ekonomi Indonesia.
Dan utang IMF yang dia ambil itu lunas lebih cepat dari jadwal. Dilunasi di era SBY tahun 2006.
Gw cerita ini bukan untuk nostalgia.
Tapi karena sekarang rupiah lagi di Rp17.000-an. Defisit APBN hampir jebol. Harga minyak naik karena perang Iran. Dan banyak orang bingung mau pegang apa.
Habibie membuktikan bahwa kondisi yang kelihatannya tidak mungkin diperbaiki bisa diperbaiki. Tapi dengan syarat keputusannya diambil berdasarkan data dan logika. Bukan gengsi. Bukan pencitraan. Bukan ketakutan dikritik.
Dan yang paling penting dia tahu mana yang harus diselesaikan duluan sebelum yang lain.
Semalam, khatib tarawih ceramah yg bikin gue overthinking..
Gimana kalau selama ini kita tuh cuma lagi pakai headset VR canggih? Dan realita yang kita lihat sekarang hanya sekadar "Simulasi"? 🤯
Dan saat kita mati, VR-nya dilepas, lalu kita terbangun dan menyadari... "Oh, ini toh kehidupan yang SESUNGGUHNYA"
"Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah senda gurau dan permainan. Sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, seandainya mereka mengetahui" QS Al Ankabut 64
QS Al Ankabut itu nyebut jelas banget bahwa kehidupan dunia itu cuma GAME, kayak kita itu ada di dalam game RPG (Role-Playing Game) atau Virtual Reality.
Kita seolah-olah adalah player yang lagi login ke dalam game bernama "Dunia". Kita diturunkan ke server ini dengan satu Main Quest yang jelas: Beribadah, jadi manusia yang bermanfaat, dan ngumpulin bekal buat Endgame.
Tapi, instead nyelesain Main Quest, kebanyakan dari kita malah habis-habisan ngerjain Side Questnya. Side Quest-nya emang didesain super menggiurkan. Numpuk harta sampai triliunan, ngejar validasi sosial, gila jabatan, pamer kemewahan.
Kita habis-habisan grinding sampai lupa sama Main Quest-nya. Padahal waktu main (umur) kita di game ini ada limit-nya.
Terus suka kesel kan ngelihat orang jahat, licik, penindas, tapi hidupnya kelihatan "menang" dan enak banget di dunia?
Nah, sadar nggak sih, bisa jadi mereka itu cuma NPC (Non-Player Character) atau obstacle yang emang di-setting buat jadi ujian rintangan buat kita para Player?
Kemenangan orang-orang jahat itu semu. Mereka cuma "kelihatannya" aja menang, tapi ya itu simulasi aja.
Saat timer kita habis (mati), headset VR ini bakal dicopot paksa. Di momen kita "terbangun" di dimensi yang sesungguhnya, semua harta, mobil mewah, dan score duniawi tadi nilainya hangus jadi NOL BESAR.
Sekaya apapun di game, yang dihitung ya pencapaian kita di Main Quest kan? Sia-sia banget kalau waktu yang dikasih malah habis buat ngejar hal-hal fana yang nggak bisa dibawa log out.
Jadi tamparan keras sih buat diri sendiri pas lagi tarawih semalam. Kadang kita terlalu serius mikirin Side Quest sampai lupa kalau ini cuma mampir bentar.
Fokus ke Main Quest, Players. Jangan sampai pas VR-nya dilepas, kita cuma bisa nyesel karena salah prioritas.
Semoga di sisa waktu Ramadhan yang masih singkat ini bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Menstruasi tiap bulan, kehamilan beberapa kali, lalu diakhiri menopause.
Sementara kita laki-laki, secara biologi, ya hidup lurus-lurus aja.
Ayo kita sadari sebentar.
Perempuan itu setiap bulan berhadapan dengan biologinya sendiri.
Dengan nyeri datang rutin sekali.
Dengan emosi naik turun tanpa diingini.
Dengan darah yang keluar, tanpa permisi.
Lalu di satu fase hidup, perempuan mengandung.
Menumbuhkan manusia hidup dalam dirinya.
Membagi nutrisi tubuhnya, energinya, tidurnya, napasnya.
Rahim membesar puluhan kali lipat. Organ-organ perutnya bergeser. Trus hormonnya loncat-loncat menari tanpa henti.
Dan ketika semua itu selesai, di dekade ke 5 tubuh berkata,
Haha belum selesai.
Tiba-tiba Menopause datang.
Badan rasa jadi tungku panas, lelah, gelisah, tubuh terasa asing, tapi tetap harus menjalani semua fungsi dan perannya sebagai Ibu.
Sementara biologi kita laki-laki?
Bangun tidur.
Tarik napas.
Minum air.
Kerja seharian.
Lalu merasa wah hari ini produktif sekali.
Kadang kita demam tinggi sedikit saja,
Nada bicara langsung melemah.
Rasanya ingin nulis pidato perpisahan
Setelah memahami ini, aku sering bertanya dalam hati, bagaimana bisa perempuan setangguh ini.
Bayangkan kita laki-laki yang mengalami menstruasi.
Mungkin sebulan sekali kantor akan tutup.
Grup WhatsApp penuh keluhan.
Rumah sakit penuh drama.
Satu kram kecil, sudah minta dipijat se-RT.
Kehamilan?
Laki-laki lapar satu jam saja sudah gelisah.
Jadi kalau hari ini kita melihat perempuan tetap tersenyum,
tetap bekerja,
tetap mengurus keluarga,
tetap peduli orang lain,
Kita menyadari kekuatan versi berbeda.
Dan kita, para laki-laki,
Sudah selayaknya lebih menghargai dan menyayanginya. 🩷
JANGAN SAMPAI VIDEO INI BERHENTI DI KAMU YAH SOBAT🙏🏽 SHARE SEBANYAK - BANYAK NYA
AGAT TEMAN TEMAN KITA YANG TADI KENA PERANGKAP FRAMING QUICK ACCOUNT BISA KEMBALI SEMANGAT BERJUANG HINGGA AKHIR 🔥🔥🔥🔥🔥
Buat kamu yang masih bingung buat manfaatin, optimalin, sampe cara pake LinkedIn.
MinSkill mau share guideline lengkapnya buat kamu. Bisa berguna banget buat:
✅Apply kerjaan
✅Nambah networking professional
✅Mulai personal branding
Simak ya!
Mau berbagi rumus-rumus Excel yang gue pelajarin. Siapa tahu berguna, save dulu aja.
32 BOCORAN RUMUS EXCEL PENTING BUAT KERJA
Wajib bgt tau, supaya bisa mempermudah kehidupan kerjaan lo di kantor.
Simak sampe bawah!😎
Trigger Warning!!!
(Violence & Suicide)
Saat melakukan konseling dengan anak korban KDRT, kami memberikan buku gambar dan diari, untuk mengikuti perkembangan emosi mereka di setiap sesi.
Ini salah satunya, sedikit cerita dari keluarga kecil Dira, Dito, dan Almarhumah Novia…
Dibalik layar Sushi kaki lima ini ternyata Ex Chef Sushi Tei Jakarta yang sudah bekerja selama 6 tahun, karena pandemi dan dengan modal seadanya berhasil bikin sushi kaki lima ini banyak pelanggannya