Pulang kerja, duduk, taro hp di meja, nnton anime sambil ngemil jajanan, terus mamah lewat, lalu nyeletuk, "teu wareg keur leutik nonton kartun?" Lanjut sambil pura2 ga denger, mau jelasin bingung 🙂
perbedaan mendasar zen rs dan malaka project (ferry, cania, dll) dalam melihat tan malaka : kang zen melihat kalo madilog itu digunakan tan sebagai cara berfikir revolusioner. sementara anak2 malaka project melihat madilog itu pelajaran logika aja, untuk melawan logika mistika.
Dan yang paling penting bangetnya adalah jadi makin keliatan ya cara orang betutur kata itu sejauh mana pemahamannya. Pas nyadar gini rasanya mending tahan diri dulu dari pada jatohnya sotoy dan asbun, apalagi kalau tentang keilmuan.
Waktu Rabu malam ketiduran, pas bangun buru2 lanjut lagi nugas tapi ke-distract malah nyekrol X. Terus ada lewat thread, lagi2 si bung FI lagi dan kali ini bukan ekonomi tapi sejarah. Singkat kata blio bilang kalo Tan Malaka digaji sama pemerintah kolonial.
Gara2 ini jadi nambah list lagi yaitu mau baca Naar De Republik. Terlepas dari banyaknya yg makin mojokin bung FI, pelajaran bgt jangan mudah terpengaruh dan mudah menokohkan atau semacam jadiin panutan apalagi manusia, kecuali Nabi SAW sih, itu lain cerita.
Aku belum siap mencerna counter argumen soal ekonometrika docuvlog-nya IF di X ini. Alias beneran para pakar di bidangnya. Sebagai "korban" gara2 kontennya sering bahasa econ ini jd tertarik buat belajar. Tapi bagian logika dan argumen dasar entah di mikro atau makro emg susahh.
Salah satu aspek jadi dewasa adalah menyadari bahwa lo tetap harus show up dan function optimally.
Gak peduli seberat apa yang lagi lo alami dan rasain. Karena dunia emang gak peduli sama masalah pribadi lo.
Lo tetap harus hadir di meeting meskipun hati lo lagi hancur lebur. Lo tetap harus berangkat kerja meskipun seminggu lalu salah satu anggota keluarga lo baru aja meninggal. Lo tetap harus jawab email dan presentasi dengan suara tegas meskipun semalam lo nangis sampe pagi. Ya udah, mau gimana lagi.
Dunia nggak peduli soal itu semua. Dunia cuma peduli satu hal: apakah lo berhasil memenuhi tanggung jawab lo atau enggak.
Dunia gak akan berhenti berputar cuma karena lo lagi gak baik-baik aja. Bahkan pas lo lagi sakit, lagi patah hati, atau lagi kehilangan segalanya, roda kehidupan tetep jalan🥲
Udah nyoba beli tws, baru 7 atau 8 bulan pake, jatoh dijalan sewadah2nya, gatau kegiles gatau ditemuin sama org, rezeki dah tuh, skrg balik lagi ke iem, dah mau 4 tahun, tp ganti kabel udh ke-3x nya. Sejauh ini mending yg kabel aja ga khawatir juga takut abis batre 🙏