@tanyarlfes Kenapa ga dibagi 2 aja,
Beli hp ip inter yg 13 atau 14 pro,
Jalan2 ke negara lain dg sisa duitnya
Abis itu pulang hp nya daftarin IMEI bea cukai.
Aman deh 💪🏻
INGAT NAMA MEREKA:
Andi Angga Prasadewa (Angga)
Rumah Zakat @rumahzakat — Kapal Josef
Bambang Noroyono (Abenk)
Republika @republikaonline — Kapal Bora Alize
Thoudy Badai Rifan Billah (Thoudy)
Republika — Kapal Ozgurluk
Andre Prasetyo Nugroho (Andre)
Tempo @tempodotco — Kapal Ozgurluk
Rahendro Herubowo (Heru)
inews @officialinews_ — Kapal Ozgurluk
SOS!
Sumber: Instagram @globalpeaceconvoy
Hari ke 7 pasca insiden kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter line di stasiun Bekasi timur
Bunga bunga dari kalian bener bener di treat baik oleh KAI
Pantesan bunga nya keliatan seger terus, ternyata di rawat dengan baik 🥹🫶🏻
@txttransportasi@hrdbacot Greenline putus, penumpang numpuk di Kebayoran. Kasian yg pulang rumah Parungpanjang, Maja, atau Rangkasbitung. Ini besok pasti kecapen... Tolong kasih libur sehari!
KRL Green Line (Lin Rangkasbitung) mendapat gangguan kombo pada sore hari ini (4/5/2026) setelah hujan lebat.
✅ Listrik aliran atas di antara Stasiun Jurangmangu - Stasiun Pondok Ranji mati setelah tersambar petir.
✅ Banjir di Jurangmangu.
Gangguan seperti ini hampir selalu menerpa KRL Green Line dikala hujan ☹️
(📸 ayindrawahyus, renandaseptiana, satrio_adji)
🚨 KAI Commuter Update 🚨
Rekayasa Pola Operasi:
- KA 6020B (Kampung Bandan—Cikarang) perjalanan hanya sampai Stasiun Bekasi, kembali sebagai KA 6031 (Bekasi—Kampung Bandan)
Update tabrakan KA Argo Bromo Anggrek - KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur
1. Korban MD 5 org. Yg masih terperangkap 3 org. Luka2 79 org di 9 RS (primaya, RSUD bekasi, dll)
2. Jalur hilir tmpt KRL tertemper taksi hijau sdh bisa dilalui
3. CL dr cikarang stop operasi
Buat semuanya, tolong jangan salahkan Masinisnya, sekali lagi JANGAN SALAHIN MASINISNYA. Kereta itu CEPAT dan enggak bisa di-rem secara mendadak, karena kalau tidak, bakal kemakan banyak korban lagi dan bakal rem blog sampai keluar gerbong. Tolong banyakin literasi lagi 🙏🙏🙏
@k_klhs@liogtttscrp Gak ada hubungannya ya anjir. Mikir, mereka titip ke daycare jg udh pertimbangan matang. Lu fokus sm pelaku aja jgn salahin orgtua yg udh maksimal usahanya. Gak semua orgtua tu gak kerja dan idupnya nyantai2.
MINIMAL EMPATINYA DANN STOP JADI IBU-IBU PICK ME!!!!
Kasus daycare di Jogja bikin gw makin sadar: dunia sering terlalu kejam pada sosok “Ibu”. Seolah setiap keputusan seorang ibu untuk anaknya selalu siap dihakimi. “tatapan”, “ucapan” ataupun “komentar” yang dilontarkan oleh orang2 dengan entengnya nggak akan pernah dilupa. Salah satunya untuk keputusan masukin anak ke daycare.
“Jahat banget, tega bener ibunya!” - salah satu ucapan yang melekat dan diucapkan dengan entengnya…. oleh seorang Ibu juga.
Padahal keputusan daycare bukan hasil cap cip cup kembang kuncup. Percayalah, ada riset, ada diskusi panjang, ada pertimbangan matang. Nggak sebentar, nggak asal 🙂
Gw percaya, banyak ibu-ibu pekerja ataupun non pekerja yang mengalami “proses” serupa, yang akhirnya memutuskan memilih daycare. Proses yang mungkin nggak bisa dilihat orang lain.
Ibu juga manusia. Menghakimi atas apa yang dipilih untuk anaknya tentunya justru menjadi beban tambahan. Padahal keputusan ya diambil bareng suami kan? 😉 Jadi, stop deh. Siapa kita men‑judge keputusan orang lain yang bahkan nggak tahu apa saja di baliknya?
For a mother, the burden is already heavy enough. BE KIND! Kalau ga bisa, diem aja mending 🫵🏻
Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’uun…
Informasi awal. setelah 1 syahid. mobil TNI yang ingin membawa
jenazah terkena ranjau IDF.
4 TNI di mobil, 2 syahid terbakar dimobil, 2 terluka parah dilarikan ke RS Lebanon TOTAL SYAHID 3.
Pernyataan UNIFIL (30 Maret 2026). Dua penjaga perdamaian UNIFIL syahid di Lebanon Selatan hari ini.
Ledakan menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan. Seorang penjaga perdamaian ketiga mengalami luka parah, dan satu lainnya juga terluka.
Ini merupakan insiden mematikan kedua dalam 24 jam terakhir.
Sumber : UNIFIL
📸: gazaupdate
📹: jazirah_tv_indonesia
Gue punya temen yang pertama kali merantau ke Jakarta, dia masuk kerja di salah satu kantor di pusat kota.
Hari pertama, dia langsung ngerasa salah tempat.
Bukan karena dia nggak kompeten, tapi karena lingkungannya beda banget.
Orang-orang di kantornya ngomong campur Inggris, santai bahas kuliah di luar negeri kayak University of New South Wales atau Monash University, seolah itu hal biasa.
Sementara dia?
Dari kampus daerah, nongkrongnya dulu kopi sachet, mainnya kartu sama temen-temen.
Kontrasnya kerasa banget.
Hari pertama aja dia udah minder.
Dia cerita ke gue, Gue ngerasa paling nggak nyambung di ruangan itu.
Bahkan hal simpel kayak nanya kuliah di mana bisa jadi awkward, karena jawabannya beda dunia.
Dia sempet mikir kalau dia kurang pintar, kurang keren, bahkan sempet kepikiran apa gue nggak pantes di sini ya?
Tapi makin lama dia mulai sadar sesuatu yang cukup nendang.
Ternyata bukan dia yang kurang tapi banyak dari mereka emang udah punya start lebih dulu.
Dari SMA udah di luar negeri, udah biasa presentasi, udah terbiasa ngomong dengan cara yang terdengar pintar.
Jadi pas masuk kerja, mereka keliatan langsung siap. Sementara temen gue?
Baru belajar semua itu dari nol di dunia kerja.
Yang bikin dia makin kaget, ada beberapa orang yang keliatannya santai banget, kerjanya nggak terlalu keliatan, tapi posisinya aman.
Setelah dia cari tahu pelan-pelan, ternyata background keluarganya bukan kaleng-kaleng.
Dari situ dia mulai ngerti, di Jakarta itu bukan cuma soal kerja keras tapi juga soal lu mulai dari mana.
Dia juga pernah cerita pengalaman lain yang bikin dia makin kebuka matanya.
Pernah dia kerja di tempat yang secara logika bisnis nggak masuk akalnggak jelas profitnya, tapi tetap jalan terus.
Dia sampe nanya ke seniornya, ini kok bisa hidup ya? Jawabannya simpel, “Udah, nggak usah dipikirin.
Beda dunia.
Di situ dia sadar, buat sebagian orang, kerja atau bisnis itu bukan buat bertahan hidup, tapi cuma aktivitas
Tapi justru dari semua itu, yang paling berubah dari dia bukan skill teknis tapi cara dia melihat diri sendiri. Awalnya dia minder, ngerasa kecil.
Tapi lama-lama dia mulai ngerti
dia mungkin nggak punya privilege yang sama, tapi dia punya daya tahan yang nggak semua orang punya. Dia terbiasa adaptasi, belajar dari nol, dan itu pelan-pelan jadi kelebihan.
Sekarang, setelah beberapa tahun, dia bilang ke gue satu hal yang cukup pedas tapi jujur
Di Jakarta, lu bakal ketemu orang yang keliatan jauh di atas lu.
Tapi bukan berarti mereka lebih hebat kadang mereka cuma mulai lebih dulu.
Tugas lu bukan ngejar mereka, tapi jangan berhenti jalan.
Dan menurut gue itu poin paling real dari merantau.
“The situation is extremely volatile, extremely dangerous.” - @UNIFIL_ spokesperson Kandice Ardiel
A UN peacekeeper from Indonesia was killed in #Lebanon on Sunday amid continuing hostilities between Israel and Hezbollah fighters either side of the Blue Line.