Iya. Enggak enak soalnya, kemarinnya ngedate, all having the fun lalu BESOKNYA balik lagi I have to fight unnecessary battles and come up with strategies to not be boring so I won’t get dumped on a fucking random Wednesday ^———^)
@okinawa90s Baca Dune sampe yg Children of Dune, otak saya tidak sampe dan susah ngebayangin apa yang terjadi di novelnya, harus baca berkali - kali baru ngeh mereka lagi ngapain, ngomongin yg mana, objeknya kek gimana, jujur aja itu bacaan novel paling lama sejauh ini wkwkwk
@bynarina I feel you kak, belakangan jadi sadar pada akhirnya klo udh rungkad pun kembalinya ke diri sendiri karena yang nolongin dikala susah siapa lagi? Sudah barang tentu bukan keluarga apalagi temen 🥲🥲
Tony Stark built a suit all by himself without depending on others in a cave unlike that lab rat
Remove Howard Stark serum and the shield who is Steve Rogers
Dari pengalaman relationship gue, justru karena gue sering terluka, gue jadi sadar kalau love itself was never the problem. Sometimes, kita cuma memberikan cinta yang tulus ke orang yang belum tahu cara menerima dan mengembalikannya dengan cara yang baik. Padahal mungkin di luar sana ada banyak orang yang sebenarnya butuh dicintai, but they simply don't know how to love someone back without hurting them.
So no, I don't want my past experiences to convince me that love is bad. Gue tahu rasanya memberikan everything I could, patience, effort, care, understanding and still ending up hurt. Tapi itu nggak mengubah fakta bahwa gue mampu mencintai seseorang dengan tulus.
At this point, gue nggak lagi mencari seseorang hanya karena ingin dicintai. I just believe that if two people meet at the right stage of their lives, with enough maturity and self awareness, love can feel less like a struggle and more like something we both know how to take care of.
@baseconvo Makanya sekarang udh persiapan buat belajar nanem bibit sama cara nyemainya juga, worst scenario jadi episode black mirror suatu saat nanti 🥲🥲
Terus pada ngatain "kamu beda, kamu berubah ga kek dulu" lalu bingung kenapa gedenya jadi rebel, hobi ngelawan, protes mulu, banyak speak up, lah dari dulu juga udh kek gini, bedanya dulu cuma diem doang karena giliran ngelakuin hal - hal tadi malah kena abuse 😊😊
Ga cuman yg ortu cemara. Tapi anak yg ngalamin child abuse pas kecil dari ortunya, trus pas gede ortunya jadi "baik" dan dia kejebak dengan narasi "gimana pun dia tetep ortu kamu jadi harus berbakti" itu juga bahaya. Karna dia akan selalu merasa cerita lo gada apa apanya.
@arddhe I feel you kak, kejadiannya persis kek gitu, mana ga sadar orangnya skill issue, bego, banyak omong, ketololan yang harusnya ada dalam tiga orang yang berbeda malah ada dalam satu orang. Alhasil dia benci saya, semua yang saya lakukan jadi personal terlepas kerjaan beres 🤣🤣
Kalian penasaran gak, ada temen kita tuh yg tanggung, ada juga yg terkesan lemah orangnya..
Ternyata jawabannya, bisa jadi karena pola asuh masa kecilnya..
Kalo kalian ada anak, berikut pola asuh yg baik supaya mereka tangguh:
1. Diajak bicara, bukan cuma disuruh
Orang tua sering bertanya dan mendengarkan. Anak terbiasa berpikir sendiri, bukan hanya nurut.
2. Ada orang dewasa yang emosinya stabil
Anak butuh orang yang reaksinya bisa ditebak. Kalau orang tua mood-nya naik-turun terus, anak tumbuh cemas.
3. Diizinkan salah
Salah dianggap biasa, bukan aib. Karena itu mereka tidak takut mencoba dan tidak mudah hancur saat dikritik.
4. Tidak diberi label
Tidak dipanggil “si pintar”, “si nakal”, atau “si cengeng”. Label membuat anak terjebak jadi versi yang diharapkan orang lain.
5. Tidak selalu diselamatkan
Lupa bawa PR? Biarkan hadapi konsekuensinya. Anak yang selalu diselamatkan justru lemah saat menghadapi masalah sendiri.
6. Dibiarkan bosan
Tidak terus digizi dengan gadget atau kegiatan. Kemampuan menahan bosan melatih fokus dan pengendalian diri.
Kalau kamu dulu tidak dapat pola seperti ini, wajar jika sekarang mudah cemas, ingin menyenangkan semua orang, atau takut gagal.
Pelan2 yuk bangun fondasi kita, kalo dirasa masih lemah..
Demo performatif itu yang bagaimana?
Dan buka lapak baca, edukasi, sampai bantu warga itu HARUSNYA tanggung jawab pemerintah.
Kak, mahasiswa yang turun aksi bisa jadi juga lelah dan takut. Tapi mereka tetap mau bersuara mewakilkan rakyat yang mungkin baca tulis aja nggak bisa.
@zcienery Lebih kerasa lagi ketika penulisan sudut pandang pak Tohari yang deskriptif, langsung berubah dan gak terlalu detail ketika masuk ke sudut pandang Rasus. Akhirnya bisa enjoy baca sampe beres 😭😭
You can't break someone who's not afraid to eat alone and sleep alone because the minute you're comfortable with your own company, you become untouchable. Most people stay trapped because they cannot stand the silence of their own company, they need constant validation. They need someone to sit next to them so they can feel safe, but the ones who win, they're the ones that choose the lonely dinners, the nights grinding while everyone else is partying. The morning, waking up with nobody clapping for them. They built a backbone in solitude and that kind of person, you cannot manipulate them with attention, you can't control them with loneliness and you cannot scare them with abandonment. The world belongs to the ones who mastered being alone, because when you're not afraid of losing anyone, you're finally free to gain everything. So let them walk away, because when your own presence is entirely enough, their absence is no longer a threat.