masalah perihal jodoh itu sudah ada yang mengatur, karena dari awal aku datang untuk mencintaimu dan aku takan bisa melawan takdir, tetaplah berbahagia meskipun nantinya bukan aku ~
jika nanti kita tidak berjodoh aku akan tetap bersyukur karena aku telah mengenalmu, dan menjadi bagian dihidupmu, menjadi tempatmu mengadu tentang keluh kesahmu, menjadi tempatmu bersandar, menjadi peluk yang pernah menghangatkanmu dan menjadi yang kau sebut bahagia.
Mas,, aku udah berani masang gas, aku udah kuat angkat galon, ngiris bawang tanpa mewek, goreng telor ceplok tanpa takut kecipratan minyak ..
jadi kapan mau dihalalin ?
Terbalas atau belumnya pesanku, tidak masalah. Ini bukan soal prioritas atau bukan. Ini soal kehidupanmu yang bukan hanya aku saja, dan aku memahami itu.