kabarnya gub kaltim sengaja beli 100 tiket buat dibagiin ke pendukungnya.😱 niat banget orang gangguin acara orang ya??
lanjutan pandji soal show dia yang direcokin oleh pendukung gub kaltim.
sebenernya hackling dalam standup itu biasa. antara emang performernya yang kurang atau ada hal lain diluar kuasa performer.
tapi disini pendukung rudi masud itu udah kelewatan. mereka selalu teriak teriak "hidup Mas'ud", "dukung Mas'ud", "saya pilih Mas'ud"
jadi keluar konteks itungannya.
kalo di luar negri orang yang hekling berlebihan ini harusnya dikeluarin dari acara saat itu juga, mungkin kalo comika yang jadi promotornya bisa juga.
apalagi kabarnya pihak gub kaltim ini sengaja beli tiket 100 biji buat dikasih ke pendukungnya untuk mengganggu jalannya acara ini.
pandji udah di tahap kesel banget dan sangat personal keselnya sama dinasti Rudi Mas'ud.
"dan gua berkesimpulan, sekarang permasalahan Rudi Mas'ud dan dinasti Mas'ud jadi masalah personal dengan gw masih ga bisa memaafkan pendukung Rudi Mas'ud yang mengganggu pertunjukan gw.
dan gw ga terima itu, dan gw personal sekali sekarang dan ini membuat gw punya misi tersendiri untuk mengangkat lebih sering dinasti Mas'ud dalam karya-karya saya dan bukan konteks yang positif." kata Pandji
@Jakartalk izin nambahin bang
ketiga: (video ini diambil tadi siang) di aceh tamiang, rumah dan sekolah masih banyak yang hancur, tp sppg dan kopdes merah putih udah berdiri kokoh.
Syahdan, saya mencoba bus. Bukan hanya satu PO, melainkan beberapa. Sampai saat ini, baru tiga perusahaan otobus yg melayani trayek Jakarta-Surabaya-Malang.
Keputusan ini diambil karena kepenasaranan untuk merasakan sensasi dari ‘dalam’ kabin bus. Setelah bulan lalu (Mei 2026), saya menggunakan kendaraan pribadi menuju ke beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur—untuk keperluan kurasi, monitoring dan evaluasi program social engineering experiment di beberapa lembaga pendidikan swasta baik yg berbasis agama ataupun tidak—dan merasakan betapa (maaf) barbarnya bus melaju di jalanan.
Terus terang saya kaget, ketika berada di dalam kabin bus (saya mencoba kelas sleeper dan eksekutif 1+1), saya tidak merasakan pacuan kencang melebihi batas kecepatan, salipan dari jalur lambat atau bahkan darurat dan kebarbaran lainnya yg saya protes saat saya berada di luar. Saya bahkan menikmatinya.
Perilaku berbahaya dan membahayakan pengemudi serta kendaraan lain, seakan saya mentoleransinya. “Yg penting sampai tujuan”, gumam saya. Perkara orang lain terganggu perjalanannya atau bahkan terancam keselamatannya gegara gaya pengemudi, pada saat saya di dalam bus menjadi penumpangnya, tidak saya pedulikan.
Sebenarnya ini tidak baik. Saya bisa saja menegur sopir langsung. Apalagi tempat duduk saya hanya berbatas pintu yg kapan pun bisa saya buka dan saya tegur pengemudi untuk mentaati peraturan lalu lintas dan menghormati hak pengguna jalan lainnya. Namun, ternyata saya tidak melakukannya (setidaknya belum, mungkin ke depan saya akan melakukannya). Saya nyaman. Bahkan tertidur pulas menikmati kekedapan kabin, pendingin ruangan, ragam cemioan, hingga fasilitas internet yg terhubung tanpa ada batas kuota. Ditambah telinga saya ditutupi oleh pengeras suara portable dengan fitur noise cancelling dari brand terkemuka.
Niat awal mau memperbaiki dan atau setidaknya menegur dari dalam, sirna.
Kini, saya sadar akan satu hal: demikianlah apa yg terjadi ‘di dalam��� lingkar kekuasaan. Tak peduli aturan dilabrak, tak peduli hak-hak orang lain, dan banyak tak peduli lainnya bukan karena kita tidak tahu bahwa hal-hal itu adalah salah. Melainkan karena kita mentoleransinya, membenarkannya, menikmatinya. Dan, yg penting kita sampai pada ‘tujuan’-nya.
Sampai kapan?
Semoga Allah mengampuni dan melindungi negeri ini dari perilaku para pelayan dan pengurus negeri seperti saya ini. Dan semoga Allah hadirkan lahirnya generasi pengganti.
Hello @UNICEF, Indonesian government is forcing elementary school students to join 'rallies', carried signs, and chanting slogans in support of the free meal program that has been widely opposed by the public due to its corruption and state budget hoarding. ⚠️
Ibu Desi sama Ibu Yuyun ini polos sekaliiiii.
Ngomong di depan kamera kalau dibayar 100 ribu.
Terus ke media nasional pula.
Ini koordinatornya gak briefing dulu gimana ngadepin media???
😂🤣😂🤣
Naikan gaji tim medsos SD ini minn @muhammadiyah ‼️
Bukan cuma foto²nya yg keren, tapi copy writingnya cakep² banget weeee. Apresiatif dan positif banget buat si anak ataupun orang tua. Pasti mereka bangga bisa sekolah di situ 🥹
When yhaa medsos sekolah standarnya bisa kaya gini?? Indonesia emas dimulai dari medsos SD ga sih??