Zaman udh serem, apapun yg kita post pasti jd rahasia umum even itu postingan private. Namanya jg "sosial" media, yg dipercaya cf jg manusia, gada manusia yg sempurna. Aplg bukan private, yg liat bukan cmn temen tp umum. Kehidupan udh serba cepat, cmn diri sendiri yg bisa kontrol
Karna ya bekerja di bidang pelayanan jasa, apalagi mengurus orang sakit ini bener2 tricky, mau bagaimana pun situasi kita ttp dituntut utk profesional dan harus terlihat ramah dan sabar krn yg ditangani adalh org panik.
Jujur, saya agak sedih lihat kasus ini.
Saat post ini viral, banyak yang langsung menghujat penulisnya.
Banyak nakes juga ikut berkomentar karena merasa rumah sakit, nakes dan BPJS selalu dijadikan kambing hitam.
Sekarang orangnya dikabarkan meninggal.
Sebagai nakes, saya paham kenapa banyak yang tersinggung. Menunggu ruangan tidak selalu berarti ditelantarkan. Bisa karena bed penuh, menunggu pasien pulang, ruang isolasi, ICU penuh, atau alasan medis lainnya.
Tapi sebagai manusia, saya juga merasa kita tidak pernah benar2 tahu kondisi seseorang hanya dari satu postingan.
Mungkin dia hanya sedang meluapkan rasa takut. Mungkin keluarganya sedang panik. Mungkin penyakitnya memang berkembang cepat.
Yang saya sayangkan bukan soal siapa yang benar.
Yang saya sayangkan adalah betapa mudahnya kita menghakimi seseorang yang bahkan tidak kita kenal.
Jika memang postingannya keliru, luruskan dengan edukasi. Kalau berbeda pendapat, sampaikan dengan hormat. Karena kita tidak pernah tahu kapan sebuah komentar menjadi hal terakhir yang dibaca seseorang.
Di dunia medis, kita diajarkan untuk tidak mengambil kesimpulan sebelum datanya lengkap. Mungkin prinsip yang sama juga perlu kita bawa ke media sosial.
Atau ya memang nakesnya belum mengedukasi, kita gatau real case nya bagaimana.
Yang jelas kalau kita tidak ada di situasi yg sebenrnya kita gabisa semena2 komen jg, jadi bijaknya telusuri dulu faktanya, lihat dg netral dan objektif, barulah meluruskan.
Unpopular opinion: berita2 meninggalnya sejawat yang terus beruntun entah ppds, iship, du yang banyak beredar malah mentrigger orang2 yg merasa diujung tanduk makin memantapkan niat, karena merasa oh banyak ya temannya🙏🙏
Ya ga si?
Kemarin dpt pasien anak datang ke igd udh gaada napas, bibirnya biru, tangannya persis gini, ternyata adeknya ada riwayat jantung bawaan rutin kontrol di surabaya.
Sedih dan asli kasian liat orang tua n neneknya, tp kita gabisa ngapa2in juga:(
Buat kakak2 yg belum tau, ini namanya CLUBBING FINGERS yaa atau jari tabuh
Klo kamu/org yg kamu kenal mengalami tanda ini, SEGERA periksa.
Soalnya, jari tabuh bisa jd tanda adanya penyakit serius, terutama yg berkaitan dg paru-paru atau jantung.
Pernah liat gak?
JANGAN abai!
Baca di sini: https://t.co/05y9LwlVl0
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti kecenderungan dokter di Indonesia yang lebih memilih menempuh pendidikan spesialis. Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada minimnya minat dokter untuk bertugas di puskesmas, yang kerap dipandang memiliki jenjang karier dan prestise berbeda dibandingkan dokter spesialis.
~KQ #menterikesehatan #dokterpuskesmas #dokterspesialis
Meanwhile di Puskesmas, kalau lu Nakes, pegang program, ikutan jaga, pj ruangan, jadi penginput CKG pula, kadang hanya tipes yang jadi pemisah waktu kerja 🥲