Awalnya memang soal Pati, Mas. Bukan langsung RUU Perampasan Aset.
Ceritanya kira-kira begini. Tahun 2025 warga Pati gerah karena Bupati Sudewo menaikkan PBB-P2 sampai 250 persen plus kebijakan lain yang dianggap memberatkan. Lahirlah AMPB. Botok jadi koordinator lapangan. Aksi mereka berkembang dari tolak pajak ke tuntutan lengserkan Sudewo.
31 Oktober 2025 DPRD Pati menolak memakzulkan Sudewo. Massa kecewa, ada pemblokiran jalan, Botok dan Teguh sempat tersangka penghasutan. Belakangan Sudewo justru tersandung kasus pemerasan terhadap kepala desa. Itu yang bikin amarah AMPB naik lagi: bupati yang gagal dilengserkan ternyata diduga korupsi.
13 Agustus 2026 mereka duduki DPRD Pati. Tuntutannya sudah melebar: sahkan RUU Perampasan Aset, hukuman mati koruptor, hapus pajak yang memberatkan, revisi tunjangan dewan. DPRD Pati bilang wewenang membuat UU dan hukuman mati koruptor ada di pusat, di DPR RI. Jadi mereka bawa isu itu ke Jakarta.
Makanya hari ini di Senayan yang disorot bukan lagi Sudewo semata, tapi RUU Perampasan Aset. Logikanya sederhana: kalau aset hasil korupsi bisa dirampas dan hukumannya tegas, pejabat daerah seperti yang mereka lawan di Pati tidak gampang kabur dengan hartanya.
Dari protes pajak daerah, ke pemakzulan bupati, ke korupsi lokal, lalu naik ke instrumen nasional. Itu jembatannya. Bukan tiba-tiba, tapi eskalasi yang cukup masuk akal dari keresahan warga kabupaten sampai ke gerbang DPR.
"NGAPAIN SI PADA DEMO?"
Sesimpel:
BIAR LO MINUM KOPI HARGA 25RB TETEP BAYAR 25RB
BIAR LO BELI BENSIN GA MAHAL
BIAR GAJI LO UTUH GADA POTONGAN
BIAR LO KERJA GA CUMA BUAT NUTUPIN KEBUTUHAN POKOK LO.
JADI MEREKA YANG DEMO IMPACTNYA BUAT LO JUGA YANG PADA NYINYIRIN ORANG DEMO!!!
cakep ih kalimatnya:
“ngga semua konflik itu masalahnya di komunikasi. Kadang masalahnya di kapasitas intelektual dan emosional, mau sebanyak dan sejelas apa kita menjelaskan, kalo kemampuan berpikir dan kematangan emosionalnya ga setara, dia tidak akan mengerti dan memahami substansi masalahnya apa”
bener juga sii.., ngejelasin hal kompleks ke orang yg belum mature emosinya cuma menguras energi. Protect your sanity, pahami boundaries dan mending save ur time buat hal yg worth it yah! 🤍🫶🏻
Semakin banyak dia ngomong, kita semakin mengerti bahwa dia tidak mengerti apapun. Bahkan untuk membuat solusi sederhana pun dia tak bisa. We are so doomed.