@xkode06 Yuk
Di Lazada bisa klaim Rp2060 gratis tiap hari! Semua orang bisa dapat. Aku kirim buat kamu, ayo raih uang jajan bareng! 💸 👇 | https://t.co/00iTXnWuH7
a 22-year-old from New Jersey asked Claude how to get a million likes on TikTok
it told him: build a realistic AI girl and film her showing soft emotions over calm music. lean into the beauty, nothing else
sounded too simple. he tried it anyway
5 days, 3 videos a day, all built by hand. not one cracked 1,000 views
he was about to quit
then he ran the whole thing back through Claude -> organized into skill folders so it remembered his project instead of starting over every time -> and posted 5 more from its ideas
one exploded
24 hours later: 3.9 million views. 30,000 new followers. one of her clips has now passed 1.4 million likes
looks like AI knows what people want to watch better than we do
the skill folders that made it work are in the article below
eBook Onno W. Purbo, Teknik Prompting dan Responsible AI, 2026
https://t.co/3AVZV3mtyH
Jangan memberikan kepada AI data yang tidak berani Anda tempelkan di papan pengumuman.
eBook Onno W Purbo, Menjaga AI Tetap Terkendali, 2024
https://t.co/oor9AQbvMh
eBook terkait training AI & Data Governance untuk KOMDIGI bisa di lihat di
https://t.co/rbfVDJO5Uo
Untuk yang mau nyoba TryOut SD/SMP/SMA/SMK pakai AI bisa coba prompt ini: https://t.co/YGhOsBPs2d
Harus di set dulu untuk kelas berapa, mapel apa, jumlah soal berapa.
Saya coba pakai AnythingLLM + MCP akses ke semua buku SD/SMP/SMA di documents ... hasil keren :) ...
Mengapa para pemain Argentina begitu loyal, emosional, dan bersedia berperang habis2an demi Messi?
Krn Messi dgn sadar meruntuhkan egonya sbg megabintang. Messi menjadi orang pertama yg merangkul pemain2 yg lebih muda, menyemangati ketika mereka melakukan kesalahan, mengajak mereka ngobrol, bermain kartu truco, dan minum mate bersama.
Para pemain Argentina respek krn Messi sering kali menyewa atau memakai jet pribadinya untuk menjemput pemain2 Argentina yg bermain di Eropa agar mereka bisa pulang kampung dgn nyaman untuk jeda internasional.
Pernah juga di masa lalu, saat AFA mengalami krisis keuangan dan korupsi, Messi diam2 merogoh duitnya pribadi utk membayar gaji staf, anggota keamanan, juru masak, dan pembantu umum tim nasional yg berbulan2 tdk dibayar.
Para pemain melihat ini sebagai bentuk kepedulian dan pengorbanan tertinggi terhadap tim nasional. Dan untuk membalasnya, mereka dgn suka rela berkorban dan bahkan rela “mati” di lapangan demi Messi.
Bagi peminat AI untuk Cyber Security & SOC
eBook Menyiapkan Script Pentest untuk Membuat Dataset Training AI di WAZUH
https://t.co/ulwZ9GvdrX
AI SOC yang kuat tidak lahir dari model yang besar, tetapi dari data yang benar, bukti yang jelas, lab yang aman
Dari sejumlah reply kemarin yang isinya kurang lebih, "Minimal cek VAR dulu", kayaknya ga sedikit yang ngira kalau VAR itu baru berjalan kalau udah dicek wasit tengah.
Coba sa jelaskan dengan sederhana ya. Wasit tengah mimpin jalannya pertandingan secara langsung di lapangan. Sementara itu, para operator VAR (yang profesinya juga wasit), SELALU memantau pertandingan dari beberapa layar monitor di ruang VAR. Dengan demikian, VAR sebenarnya sudah selalu dicek oleh operatornya. Tapi, wasit VAR ga boleh dan ga bisa membuat keputusan di lapangan. Yang bisa ya wasit tengah.
Pertanyaannya, kapan dong VAR sampai ke wasit tengah? Jawabannya adalah kalau keputusan wasit tengah (yang di lapangan) berbeda dengan hasil tinjauan para operator VAR. Setelah insiden terjadi dan wasit mengambil keputusan, wasit VAR bisa ngasih info ke wasit tengah kalau keputusan yang dia ambil menurut mereka perlu ditinjau ulang. Dikirimlah footage VAR ke monitor di samping lapangan. Wasit tengah ke pinggir buat ngecek, bener atau ga dia salah ngambil keputusan. Sambil nonton, wasit tengah juga sering diskusi dengan wasit VAR lewat perangkat audio yang dia bawa. Habis itu, baru deh wasit ngasih info keputusan apa yang akhirnya diambil.
Jadi, kalau keputusan awal wasit tengah sudah sama dengan pandangan para operator VAR, ga perlu dipanggil itu wasit tengah. Mungkin ini yang dimaksud dengan "minimal cek VAR dulu". Ngapain juga operator VAR bilang, "Eh wasit tengah, keputusan kau bener loh. Mau liat ga tayangan ulangnya? Aku kirim sekarang ya."
Inilah pentingnya harus baca secara utuh dan paham permasalahan sesungguhnya.
Mayoritas tambang batubara Indonesia itu jenisnya thermal coal bahkan produksi 2025 sebesar 817 juta ton. Dan 72% untuk pangsa ekspor, sisa untuk DMO
Kenapa Indonesia import batubara ❓️❓️❓️
Produksi nasional kokas coal hanya sekitar 12 juta ton/tahun. Dgn kebutuhan pertahun domestik 76 juta ton/tahun (2025). Ya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri ya saat ini harus import. Import kita dari Aussie, China, Kanada dan Amerika Serikat.
Di dalam negeri, thermal coal biasanya digunakan untuk PLTU dan industri manufaktur. Sedangkan kokas coal digunakan dalam industri baja dan smelter karena perlu panas tinggi. Apalagi dgn program hilirisasi, volume import kokas coal kita naik tajam.
Bagaimana dgn kebijakan perjanjian resiprokal dgn US yg mengharuskan kita import batubara dari AS. Ya memang volumenya melonjak tajam, tp yg kita import itu jenis kokas coal dan volumenya tidak ada apa²nya jk dibanding import kokas coal kita dari Aussie.
TABIK 🙏🙏🙏
Garis Imajiner Candi Borobudur, Pawon dan Candi Mendut
Ketiga candi tersebut dibangun pada masa Dinasti Syailendra sekitar abad ke-8 dan ke-9 Masehi dan jatuh dalam satu garis lurus, ini bisa jadi kebetulan, tapi selaras dengan cerita rakyat setempat bahwa dahulu ada jalan bata kuno dari Borobudur ke Mendut dengan dinding di kedua sisinya
Borobudur, Pawon, dan Mendut tersusun dalam satu garis lurus, itu fakta arkeologis yang sudah lama diketahui. Yang masih jadi perdebatan sebenarnya garis itu mengacu ke Sabuk Orion, Altair, Gunung Merapi, atau justru posisi matahari saat zenith passage.
Teori yang paling populer di publik, yaitu Sabuk Orion (Widya Sawitar, 2012), justru bukan yang paling kokoh secara metodologis. Klaim ini lebih banyak bertumpu pada kemiripan visual sudut, bukan pembuktian arah astronomis yang presisi, dan sampai sekarang juga belum ditopang publikasi ilmiah yang kuat.
Sebaliknya, hipotesis yang lebih solid secara akademis justru datang dari orientasi ke matahari saat zenith passage (Giulio Magli, Politecnico di Milano, 2017), ketika matahari tepat berada di atas kepala dan terbenam pada titik yang selaras dengan garis Mendut–Pawon–Borobudur. Secara astronomis lebih presisi, dan secara ritual juga lebih masuk akal untuk konteks Jawa kuno.
Kalau bukti akademis terkuat saat ini justru mengarah ke fenomena matahari, kenapa narasi Orion yang lebih romantis malah jauh lebih populer daripada penjelasan yang lebih kuat secara ilmiah?