Sambat boleh, tp udah gede, kurangin sambatnya. Perbanyak ide untuk problem solvingnya. Pressure dimana-mana, tapi kamu harus tetap tumbuh, sehat, kuat. You just need to survive.
BBM naik = batu dilempar ke kolam.
Riaknya kena semua.
Pertamax naik → Pertalite langka → ongkir naik → sembako naik → inflasi naik.
Jadi stop bilang "kan cuma buat orang kaya". Yang nanggung kita semua.
Our president, leader of the Republic of Indonesia, watches the poor eat their meal.
He does the watching from a lavish setting, his own plate stacked with expensive food.
Poverty as an evening's entertainment.
“politik sih gak ngaruh apa-apa ke hidup gue”
sebenernya ngaruh tapi lo gak sadar. bakal jauh makin gampang kok liat dampaknya.
belom aja. tunggu aja. dikit lagi…
dino patti djalal ini bukan orang sembarangan. beliau mantan dubes ri untuk as, mantan wamenlu, dan anak dari diplomat legendaris hasyim djalal.
jadi kalau dino ngomong soal adanya 17 calon dubes asing yang masih nunggu serah surat kepercayaan ke presiden, itu bukan gosip. itu fakta dari daleman.
bayangin, ada yang udah nunggu 8 bulan. ada juga dubes dari negara asean yang nunggu 6 bulan. mereka udah di jakarta, tapi belum bisa mulai kerja. karena mentok di meja istana.
sementara dubes indonesia di luar negeri selalu cepat diterima. ini double standard yang mulai dibaca mitra internasional.
seorang diplomat senior sekelas dino sampai buka suara ke publik, artinya kondisi ini sudah parah. beliau bahkan sudah coba semua jalur komunikasi. macet.
ini bukan cuma masalah protokol. ini masalah reputasi. indonesia sedang dikirim sinyal: "kita gak serius sama hubungan bilateral."
lucunya, presiden dan seskab sibuk klarifikasi soal biaya perjalanan dinas yang katanya ditanggung pribadi. tapi urusan sepenting ini malah diem.
ngapain keliling dunia cari investasi, kalau dubes negara sahabat aja bertahun-tahun gak diterima?
Semangat sobat procurement/buyer/purchasing.
Semangat sobat Finance terutama treasury dan AP
Semangat pegawai BI
Semangat para pejuang KPR dengan rate floating
Beliau ga pernah tweet, jarang muncul juga. Jadi kalau tiba2 Tom Lembong ngomong kaya gitu, emang udah alarm bahaya sih.
Dalam postingan tersebut intinya tom lembong mengingatkan masyarakat Indonesia untuk melindungi tabungannya dari risiko pelemahan Rupiah.
Lo baru sadar HPnya ilang, langsung buka Find My Device lewat laptop.
Last seen 5 jam lalu di Stasiun Gambir. Abis itu? Udah.
Nggak gerak lagi. Langsung offline.
Si maling langsung matiin internet biar ga ke trace. Itu cara jadul.
Dulu sampe situ doang.
Sekarang? Nggak lagi.