#Libra
Desember mungkin tampak membingungkan. Haruskah kamu fokus pada pekerjaan atau perjalanan? Fokus pada tujuan atau persahabatan?
Apa pun yang kamu pilih, kemungkinan besar kamu akan berhasil. Tapi jika kamu tidak memilih, kamu akan menghadapi konsekuensi dari keraguanmu.
semakin dewasa, semakin biasa-biasa saja respon kita terhadap segala sesuatu (baik ataupun buruk).
mungkin karena sudah sering dilalui.. jadi udah ga kaget lagi.
“yaudah… gapapa. mau gimana lagi?”
“Gue ud 5 thn berusaha keras lupain dia. Kayanya semua cara ud gue bikin, tp dia tetep ga pernah bisa keluar dari benak gue. Gue udah desperate bgt. Gue kenapa ga bisa move on??”
“ya mungkin karna selama 5 tahun itu.. lo terlalu berusaha melupakan.
Bukan mengikhlaskan he he
kadang emang beraaaaaattttt banget untuk secara dewasa dan berbesar hati ngakuin :
‘iya, aku yang salah. maaf’.
ya karna emg kebanykan org memang lebih memilih untuk melukai orang lain daripada melukai harga diri-nya sendiri.
kasihan sih mereka.
Kayaknya kita terlalu sensitif untuk hal-hal yang enggak perlu dipermasalahkan, dan kurang sensitif untuk hal-hal yang semestinya diperhatikan. Kayaknya kita terlalu sibuk menyalahkan, sampai lupa cari cara membetulkan
Dulu, kata-kata “Aku sayang kamu” terasa seperti segalanya. Makin dewasa, makin kita sadar bahwa sayang saja tidak cukup untuk membuat sebuah komitmen berhasil. Realitas pahit