ALERT🚨🚨🚨
PAHLAWAN YANG DI KRIMINLISASI 💔
🚨 NIAT BANTU SINYAL DI MENTAWAI, PUTRA DAERAH MALAH DIPIDANAKAN!
Rabu, 20 Agustus 2026
Nasib miris menimpa Yogi Gilang Arya, putra daerah kelahiran Sikakap, Kepulauan Mentawai. Niat tulusnya membangun jaringan internet demi membuka akses informasi di wilayah 3T justru berujung pada dinginnya sel tahanan Rutan Anak Air Kota Padang.
Usaha Yogi menyediakan internet stabil bagi warga setempat dilaporkan melalui Laporan Polisi Model A Polres Mentawai dan kini berlanjut ke persidangan di Pengadilan Negeri Padang atas dugaan penyelenggaraan usaha telekomunikasi tanpa izin.
Beberapa poin krusial dari kasus ini wak
📍 Niat Pengabdian di Daerah 3T
Sikakap dikenal sebagai salah satu wilayah yang minim akses internet stabil. Inisiatif Yogi dirasakan sangat membantu mobilitas dan kebutuhan komunikasi warga lokal tanpa ada penolakan dari masyarakat setempat.
📍 Pembelaan Kuasa Hukum & Sisi Administrasi
Kuasa Hukum Yogi dari Kantor Hukum Romeo Yustisia & Partner, Romi Martianus, menegaskan bahwa kliennya didakwa melanggar Pasal 47 ayat (11) UU Telekomunikasi. Padahal, Yogi telah mendirikan PT Mentawai Network Provider dengan NIB terbit per 9 Oktober 2025.
📍 ADMINISTRATIVE FIRST, NOT CRIMINAL
Tim kuasa hukum menilai pelanggaran terkait perizinan seharusnya mengedepankan sanksi atau pembinaan administratif terlebih dahulu, bukan langsung menjerat dengan pidana. Hal ini juga merujuk pada ketentuan penyesuaian sanksi pidana administratif.
📍 Pengajuan Penangguhan Penahanan
Mengingat kontribusi positif Yogi bagi masyarakat dan tidak adanya dampak merugikan warga, tim hukum resmi mengajukan penangguhan penahanan bagi Yogi.
Sangat disayangkan ketika inovasi dan kepedulian anak muda untuk membangun kampung halamannya di daerah terpencil justru langsung dihantam proses hukum pidana tanpa ada ruang pembinaan.
Bagaimana tanggapan kalian mengenai kasus ini, Wak? Apakah aturan perizinan harus serta-merta memidanakan inisiatif lokal di daerah 3T?
Pejabat kita emang hobi banget bikin blunder. Gara-gara kolot, inovasi 3 pemuda Bandung yang nyiptain software batik pake rumus matematika malah ditertawakan dan dituduh merusak tradisi. Eh pas dibawa ke luar negeri, malah dapet penghargaan tertinggi UNESCO dan ditawar miliaran ama negara tetangga.
Kejadiannya tahun 2007, pas tiga pemuda namanya Lukman, Yun, ama Nancy bikin software "jBatik". Sistemnya gokil, bisa bikin ribuan motif batik baru secara instan pake rumus komputasi matematika fraktal. Tapi pas dipresentasiin ke instansi lokal, malah diusir karena dianggap mencemari budaya leluhur pake komputer.
Sakit hati tapi ogah nyerah, mereka nekat bawa teknologi ini ke ajang internasional. Hasilnya? Tahun 2008 mereka sukses membungkam kritikus lokal pas dapet award resmi dari UNESCO. Negara tetangga yang ngeliat potensi gedenya bahkan langsung gercep nawarin duit miliaran beserta fasilitas mewah buat beli hak patennya.
Plot twist-nya, biarpun udah dipersulit di negeri sendiri, mereka tetep nolak tawaran menggiurkan itu demi ngejaga batik tetep jadi milik Indonesia. Keren banget sih mentalnya, bener-bener definisi dicuekin pas berjuang tapi pas sukses langsung diajak foto bareng ama pejabat wkwk. Sungkem paling dalem.
Mesin pengolahan sampah plastik dg metode pyrolisis mampu mengolah 10 kg sampah plastik dg 1,8 kg Gas LPG sbg sumber panas, dpt menghasilkan 10 L BBM.
Masyarakat Cupuwatu 2, Sleman, Yogyakarta menerima 1 unit mesin dari Yayasan Get Plastik Indonesia.
Inovasi yg perlu dikembangkan