SMP 1 Purbalingga|SMA 1 Purwokerto|Universitas Padjajaran| Life isn't about waiting storm to pass, it's learning to dance in the rain| @fkunpad_2013| ESTJ
Dengan demikian sampai saat ini tes baku emas untuk COVID-19 ini adalah metode PCR. Jika setelah membaca thread ini makin bingung, bagus. Bingung adalah awal semua pengetahuan
PCR secara masal sulit dikerjakan karena sulit pengambilan sampelnya, harganya mahal dan butuh ditranspor dengan media khusus. Dgn demikian rapid test dipilih mjd alternatif. Tentu rapid test yg negatif blm bisa menyingkirkan COVID-19, karena alasan2 yg sudah saya sebut di atas
Metode rapid test saat ini menjadi pilihan karena secara test, teknologi ini lebih murah dan mudah dalam segi pengambilan sampelnya. Sebagai perbandingan 1x test rapid test harga berkisae ratusan ribu sedangkan PCR 1x tes paling murah 1,5 jt
Metode pemeriksaan rapid test u/ melihat adanya infeksi yg sudah sembuh ini dpt dimanfaatkan u/ mencari sumber2 kontak yg menjadi sulit diinvestigasi hanya mengandalkan deteksi ada tidaknya virus. Di Singapore metode ini berhasil menyibak misteri penularan di suatu tempat ibadah
Rapid test menunjukkan keunggulan dibanding PCR untuk memeriksa jejak infeksi pada orang yg sudah sembuh. Artinya orang yg telah sembuh dari COVID-19, yg PCR nya negatif (karena virusnya sudah tidak ada di tubuhnya) masih bisa dibuktikan apakah dulu pernah terinfeksi virus ini
Sekedar ilustrasi, berikut gambaran perbandingan pemeriksaan PCR dan rapid test yang dilakukan pada seorang pasien yg terkena COVID-19. Perhatikan bahwa RNA virus lbh cepat munculnya shg tes PCR di awal onset akan lbh sensitif daripada rapid test
Bagaimana beda implementasinya? Bedanya adalah rapid test ini baiknya baru dikerjakan setelah beberapa hari gejala muncul, karena tubuh butuh waktu untuk membentuk sistem kekebalan terlebih dahulu dan membentuk antibodi yg nantinya dideteksi oleh tes ini.
Jadi bagaimana beda interpretasinya? Rapid test baru bisa menunjukkan hasil positif apabila orang yg terinfeksi sudah membentuk reaksi kekebalan terhadap virus, sedangkan metode PCR bisa mendeteksi sejak virus itu datang. Asal kadarnya cukup melewati batas deteksi alat
Sedangkan PCR itu merupakan teknologi untuk mendeteksi RNA virus penyebab COVID-19. Yg dideteksi adalah RNA atau materi genetik yang ada di dalam diri virus
Apa sih bedanya tes masal COVID-19 (Rapid test) ini dengan pemeriksaan PCR yg sebelumnya digunakan? Bedanya ada pada yg dideteksi. Yg dideteksi oleh rapid test adalah antibodi, yaitu protein yg dihasilkan oleh sel kekebalan tubuh sebagai reaksi infeksi virus penyebab COVID-19
Lalu apa yang bisa dilakukan jika kita digigit HPR?
Pertama, sebisa mungkin ikat/kurung HPR yang menggigit untuk diobservasi. Kedua, cuci luka dengan sabun/deterjen dan air mengalir selama 10-15 menit. Hindari tindakan invasif pada luka seperti menyikat luka.
Luka gigitan yang termasuk kategori risiko tinggi diantaranya adalah luka pada mukosa (bibir, alat kelamin), luka pada jari tangan atau kaki, luka pada leher atau kepala, atau luka gigitan lebih dari 1 tempat. Selain itu termasuk luka kategori risiko rendah.
Tidak semua pasien dengan luka gigitan HPR mendapat vaksin anti rabies (VAR). Jika luka termasuk kategori rendah dan HPR bisa ditangkap untuk diobservasi selama 10-14 hari, maka pasien tidak perlu diberikan VAR.