Gerakan #CuekinBuzzer harusnya juga termasuk gawsah lagi bawa2 salah satu penyebab kekacauan hari ini. Gue udah unfol media onlen yg dikit2 beritain dia. makin diliput, dibahas, dia makin seneng, ngrasa msh relevan dan ngejauhin fokus dr kasus ijasah anaknya. fokus gaess.. fokus!
🎙️Siniar Konde Women’s Talk x Penabulu [Bagian 3] – Peran Bersama untuk Mendorong Implementasi UU PPRT dan RPP tentang Jamsos.
Mengakui Pekerja Rumah Tangga (PRT) sebagai pekerja berarti mengakui bahwa kerja-kerja perawatan adalah pekerjaan yang memiliki nilai, hak, dan tanggung jawab.
Salah satu bentuk perlindungan yang penting adalah akses terhadap jaminan sosial, termasuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) bagi PRT yang memenuhi kriteria. Karena itu, JALA PRT dan Koalisi Masyarakat Sipil untuk UU PPRT terus mendesak pemerintah segera menyelesaikan aturan pelaksana UU PPRT agar mandat perlindungan dapat dijalankan, disosialisasikan, dan diterapkan hingga tingkat lokal.
Mengakui PRT sebagai pekerja berarti mengakui bahwa kerja-kerja perawatan adalah pekerjaan.
Siniar Konde Women’s Talk berkolaborasi dengan Penabulu kali ini hadir sebagai ruang diskusi antara pemberi kerja, perempuan PRT, dan Lita Anggraini, selaku Ketua dan Koordinator JALA PRT tentang pentingnya UU PPRT dan pemenuhan Jamsos.
Tonton Siniar Konde Women’s Talk x Penabulu Bagian 3 selengkapnya di YouTube Konde Institute.
#SudahLegalTetapKitaKawal #KawalUUPPRT
Hari ini tg.5/11/26 diJakarta ada @AksiKamisan
Cabut Keppres 116/TK/2025 ttg Gelar PahlawanNasional Soeharto!
Gelar pahlawn nasional shrsnya Negara tdk mhapus fakta sejarah hanya demi mmenuhi keinginn prbdi pnguasa.
@dipanggilwawan krbn Semanggi I-13 Nov. '98
So glad the party that launched a genocidal war in Palestine has defeated the party that launched a genocidal war in Iran. Excited to see what new genocides they'll come up with.
There is no doubt there were historic achievements last night. But don’t forget, it was Democrats that did this.
Elections don’t mean anything unless policies change, they’re just a start.
siaran pers kontras aceh, rabu 4 november kemarin telah terjadi penembakan yg diduga dilakukan tentara nasional indonesia di acara maulid nabi di kabupaten pidie aceh, dilaporkan terdapat korban jiwa sipil warga aceh.
Listyo itu harusnye uda jadi tersangka sejak Kanjuruhan, pembunuhan Gamma, Alif, Affan, sampai kriminalisasi 700an lebih orang muda Agustus tahun lalu. Nyadap kepala negara yg jarang menggunakan isi kepalanya ga lebih besar dari peristiwa-peristiwa tersebut.
Apakah Pekerja Rumah Tangga (PRT) membutuhkan pelatihan vokasi?🤔
UU PPRT Pasal 23 mengatur bahwa calon PRT dan PRT berhak mendapatkan pelatihan vokasi yang diselenggarakan oleh lembaga pelatihan kerja milik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun swasta.
Pekerjaan domestik seperti membersihkan rumah, memasak, mengasuh anak, hingga mendampingi lansia sering kali dianggap bisa dilakukan siapa saja tanpa pelatihan khusus. Padahal, pekerjaan perawatan menyangkut kesehatan, keselamatan, bahkan kehidupan orang lain.
Pelatihan vokasi bukan sekadar mengajarkan keterampilan teknis. PRT juga perlu memahami standar kerja, komunikasi interpersonal, etika profesi, literasi digital dan keuangan, hingga hak-haknya sebagai pekerja, termasuk perjanjian kerja, jaminan sosial, dan akses bantuan hukum.
Pelatihan vokasi pun tidak boleh menjadi jalan baru untuk eksploitasi. Pelaksanaannya harus aman, inklusif, mudah diakses, dan tidak membebani pekerja. Biaya serta mekanisme pelatihan harus transparan, tanpa menjadi alasan menahan upah atau membatasi kebebasan PRT.
Meski UU PPRT telah disahkan, perjuangan kita belum usai. Terus kawal implementasinya, termasuk mendorong pengesahan lima Peraturan Pemerintah dan satu Peraturan Menteri sebagai aturan turunannya.
#SudahLegalTetapKitaKawal
#UUPPRT
#KawalUUPPRT
Di tengah huru hara perang bintang, tetap konsisten:
- abaikan buzzer dan enabler rejim lainnya
- jangan ditanggepin / reply / RT
- biarin mereka ngomong sama void
- nanti mati sendiri
Domestic work is essential, yet remains undervalued. Colonial, neo-liberal and patriarchal inequalities continue to shape who does this work and under what conditions.
Governments must challenge the systems that devalue and exploit domestic workers.
More: https://t.co/Qghp4uFDTy
#UniteForFairChange
Around 79% of women domestic workers globally are informally employed, while 36% are completely excluded from national labour laws. Governments must end this exclusion and guarantee their rights.
Read more: https://t.co/6yW5KOIIWf
#UniteForFairChange
Dalam sepekan ini warganet ramai-ramai menyerukan “cancel culture” dan aksi boikot “influencer” rezim, salah satunya adalah Raffi Ahmad, buntut dari kehadirannya di acara 29 Oktober, sehari setelah aksi #IndonesiaSadar di Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Pasalnya, acara bertajuk “Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026” yang dihadiri Raffi Ahmad mengundang “mahasiswa” palsu—yang dikecam keras oleh publik karena dapat mendelegitimasi aksi yang dilakukan oleh mahasiswa dan warga sipil sehari sebelumnya.
Seruan boikot, utamanya oleh orang muda, juga meluas pada acara RANS Carnival di Yogya pada 31 Oktober–1 November 2026. Sejumlah tenant dan musisi yang dijadwalkan tampil diketahui menarik diri dari acara tersebut.
Beredar pula narasi tanding dari kerabat Raffi tentang seberapa baik ia. Namun, yang perlu kita kritisi: kebaikan untuk siapa yang dimaksud? Apakah saat satu per satu anggota keluarganya memiliki jabatan? Atau saat bisnisnya tersebar luas dimana-mana? Saat popularitas menjadi legitimasi politik, muncul pertanyaan: apakah popularitas, posisi, dan privilese yang Raffi miliki telah merepresentasikan kepentingan akar rumput?
Meski Raffi sudah menyatakan klarifikasi dan permohonan maaf ke publik, peristiwa ini justru memantik lebih banyak publik figur yang ikut menyuarakan kekecewaan dan kritik atas sikap blunder Raffi Ahmad dengan jabatannya sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni.
Tak hanya Raffi, publik juga mulai menyoroti sikap dan posisi “influencer” lainnya.
Di tengah harga rupiah yang semakin anjlok, sulitnya mendapat pekerjaan, ketimpangan sosial, mahalnya harga pembalut dan kebutuhan pokok, dan pemerintah yang tidak mau mendengar suara rakyat, publik secara kritis menuntut adanya perubahan struktural dan menolak untuk “dimiskinkan” kembali, baik secara politis maupun ekonomi.
Dengan lapisan identitas dan sumber daya yang dimiliki Raffi dan “influencer” lainnya, jangan sampai kita berhenti untuk mengkritisi sejauh mana mereka layak dipercaya dan membawa kepentingan rakyat.
Sudah waktunya kita bergerak, berhenti memberi panggung untuk “influencer” rezim.
#IndonesiaSadar
#StopKasihPanggung
“Water, soil, and oxygen should not be infinitely accessible. They are assets that should be included in global economic balance sheets.”
This is not satire. The World Economic Forum wants to monetise breathing.
Rekomendasi bacaan Senin pagi.
Gurita Bisnis Raffi Ahmad: Ditopang Keluarga Presiden, Bos Nikel, hingga Petinggi Partai Golkar
Semua dikupas secara tajam, setajam kita rakyat miskin gibahin orang kaya.
https://t.co/FAJINoxWGe
Brothers Hamza, 16, and Jamal, 12, remember their lives in Gaza before the war - one with notebooks, schoolbags, a bicycle.
Watch and share their story.
Children in Gaza still dream of and aspire to a better future. A ceasefire that protects them must be a reality.