Lain kali Ga usah ikutan nyapres deh klo ga siap kalah, giliran menang senyum2 giliran kalah teriak curang 😏🥱
Pemilu sudah selesai rakyat sudh memilih pilihan nya Prabowo-Gibran sudh menang.
#yuktemenanlagi#indonesia#demokrasi#bahagiaselalu
Hilirisasi-Industri Nasional itu unsur kekuatan nasional yg didalamnya ada soal : Pangan,Bahan Mentah, Migas,Kemampuan Industri, Kesiagaan Militer,Teknologi yg sangat ditentukan oleh kepemimpinan nasional.Tepat Pak @prabowo@gibran_tweet memimpin 278.714.014 jiwa di Indonesia.
Terima kasih 2023 untuk tahun yg sangat luar biasa buat kami, sedih, tangis, senang, bahagia bercampur aduk,
semoga tahun depan tahun yg terbaik untuk kami luv u kalian berdua kebahagianku belahan jiwaku yg tak bisa di tukar dengan apapun love u ❤️
Luar biasa debat malam ini seruu
mas @gibran_tweet membuat kita tercengang dengan anggapan2 segelintir orang2 klo anak muda bisa apa sih, blm ada pengalamannya.
Tp debat malam ini di patahkan dan membuktikan anak muda bisa jauh lebih maju dengan gagasan2 yg luar biasa
Jawa Tengah menjadi salah satu daerah prioritas. Sebab itu pendirian Posko di daerah itu sebagai keseriusan Prima memenangkan @prabowo@gibran_tweet
https://t.co/nkxkPlAY6u
Jawa Tengah menjadi salah satu daerah prioritas PRIMA dalam memenangkan Prabowo Gibran. Kunjungan Ketum PRIMA di beberapa titik tersebut merupakan bentuk keseriusan dan kerja keras agar pasangan Prabowo Gibran menang dalam satu putaran saja.
https://t.co/M2iJaYvFZ9
Setajam tajamnya silet masih tajam tatapanku.
Walau ada 3 pilihan Capres
No. 2 pilihanku (Prabowo-Gibran)
Setia Sampai MENANG bersama PRIMA ( Partai Rakyat Adil Makmur) Partainya Rakyat Biasa.
.
#PrabowoGibran2024#GibranRakabuming#PrabowoGemoy
Kami tidak meremehkan masalah demokrasi dan HAM. Tapi demokrasi dan HAM tidak untuk dirinya sendiri: demokrasi untuk demokrasi atau HAM untuk HAM. Ada cita-cita besar majukan peradaban & bangsa. Ini penting dipahami agar tidak gagal membaca tanda-tanda zaman.
@prima_or_id
Karena sdh banyak mengambil dari bangsa ini maka harus berikan sesuatu buat bangsa ini. Demikian sistem kolonial ciptakan gimik etik dlm kerja eksploitasinya. Alasan sesungguhnya: perkembangan modal kolonial yg butuh pekerja lokal terdidik.
Eureka! Kaum priyayi melihat dunia.