daffa ulhaq, mahasiswa ilmu sejarah fib ui, ikut kunjungan kerja wapres gibran ke ende, gorontalo, dan papua pada 18 juni 2026. dia naik pesawat bareng, pake jaket almamater ui, dan difoto dengan bangga di berbagai kesempatan.
tapi ui sendiri melalui rektor heri hermawan menyatakan tegas: kampus tidak pernah menunjuk, mendelegasikan, atau memberikan penugasan resmi kepada daffa untuk mengikuti agenda tersebut. bahkan ui tidak pernah menerima surat permohonan atau pemberitahuan resmi dari sekretariat wapres. rektor bahkan bilang mekanisme undangan itu "berada di luar administrasi kami".
aliansi ikm fib ui juga sudah mengeluarkan pernyataan resmi: kehadiran, partisipasi, dan penggunaan jaket almamater ui oleh daffa dilakukan dalam kapasitas personal dan sama sekali tidak mewakili sikap bem fib ui maupun seluruh himpunan mahasiswa di lingkungan fib ui. independensi mahasiswa adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.
tapi daffa malah ngomong ke media kalau dia mendapat undangan dari sekretariat negara untuk ikut kunker ini. undangan dari mana, pak? rektor bilang gak ada surat. universitas gak pernah ngutus. organisasi kampus juga gak pernah ngirim. kalau memang diundang oleh sekretariat negara, kenapa ui tidak pernah diberi tahu? kenapa rektor baru tahu setelah kejadian?
ini yang bikin publik geregetan. seorang mahasiswa yang seharusnya punya integritas akademik dan nalar kritis, malah dengan sukarela jadi "pemanis" rombongan wapres. dia pake jaket almamater ui seolah-olah mewakili kampus, padahal kampusnya sendiri gak tahu menahu. dia bilang diundang sekretariat negara, tapi gak ada bukti resmi. ini namanya numpang nama besar ui buat kepentingan pribadi. dan yang lebih parah, dengan ikut rombongan gibran yang notabene sedang berusaha meredam kritik mahasiswa terhadap program mbg dan kopdes merah putih, daffa secara tidak langsung telah menjadi alat legitimasi kebijakan yang sedang disorot publik. mahasiswa sejarah seharusnya paham betul arti menjaga marwah institusi, bukan malah mengotori nama baik kampus demi keuntungan sesaat.