Aku emang gak pinter² banget, tapi aku masih bisa bedain
"ya maaf" dengan "maaf yaa"
"aku sibuk" dengan "tunggu sebentar ya"
"gausah nangis" dengan "jangan nangis lagi"
"salah aku apa" dengan "ada yang salah dari aku?"
"yaa" dengan "iyaa"
sederhana namun maknanya sangat berbeda
Bicara soal kehilangan, utk skrg udh gamau terlalu mikirkan hal ini. Kenapa? Iya, kadang kita udh berusaha baik, slalu ngertiin apa yg dia mau, slalu ada ketika dia butuh. Tetapi kenyataannya dia lebih memilih pergi & meninggalkan kita, ya bisa aja dia udh menemukan orang baru -
Aku cuma peduli, bukan berarti ingin kembali. Aku cuma bertanya, bukan mengajak berkelana. Jangan pikir macam-macam lagi soal kita. Sudah jelas semuanya, usai dan sirna.
Orang yang tulus mencintaimu tidak akan pergi meninggalkanmu, mau bagaimana pun keadaanmu.
"Dia yang pergi meninggalkanmu ketika susah, tidak pantas bersanding denganmu ketika bahagia."
someday, akan ada waktu dimana km bertemu dg seseorang yg mungkin ga km sangka dan bikin km kaget, karena dia ngetreat u like a queen, bikin km bahagia sampe km lupa rasanya sedih. disaat itu km akan ngomong ke diri km sendiri; "ternyata ada juga ya, org sesayang ini sama aku".
Ketika kamu berbuat baik namun merasa tidak dihargai, ingat Allah pernah bilang begini: “Segala kebaikan yang kamu kerjakan itu untuk dirimu, kamu akan mendapatkannya (pahala) di sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” ( Qs. Al-Baqarah: 110)
@vmpbars_ Di dunia ini semakin banyak orang yang kurang bersyukur dengan apa yang telah dimilikinya. Namun dari banyaknya orang yang kurang bersyukur, masih ada beberapa orang yang selalu bersyukur dengan apa yang telah dimilikinya. Maka dari itu teruslah berusaha mencari orang yang tepat.
mau sebaik dan setulus apapun caramu menghargai seseorang, kalo orangnya ga bersyukur punya kamu ya percuma. gaada manusia yg cukup dengan satu hal, ia pasti ingin yg lebih dari kamu. ingat, jgn mencintai orang yg memperlakukanmu seperti orang biasa.
Kalo blh dibilang berat, kayaknya berat bgt. Tapi, demi banyak hal yg udh di rencanakan, sebaiknya dijalanin dan pda akhirnya aku bertahan jg sampai hari ini.
Bahkan kini separah-parahnya situasi,saya bisa bilang ke diri sendiri. "Gpp kmu pernah mengalami yg lbh buruk dari ini"