Breastfeeding provides essential nutrition, strengthens the immune system, and builds a strong bond between mother and baby.
It’s nature’s perfect start for a healthy life.
video rekaman dugaan kejahatan jalanan dengan modus pura-pura ditabrak mobil viral di media sosial, Selasa (16/9/2025). Peristiwa itu terjadi di Jalan Kesambi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat.
Awalnya, pemuda tersebut berada di sisi kiri mobil sambil berusaha menutup kaca. Tak lama kemudian dia bergerak ke sisi kanan, memegang kaca spion, lalu menjatuhkan diri seolah tertabrak. Padahal mobil dalam kondisi berhenti dan baru perlahan berjalan. Pemilik mobil yang memvideokan langsung berteriak meminta bantuan warga.
Video Putri TriAyu Pamungkas
Detik-detik Anak Pemilik Lahan Parkir Diintimidasi Jukir Preman saat Antar Pulang Ibu.
Tempat kejadian: Di Jalan Surya Kencana No.162 Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.
Seorang pria diintimidasi dan dipukul mobilnya berkali olah 2 pria yang menjaga parkir di lahan depan rumah ibunya, saat mengantarkan pulang ibunya dari acara akad nikah.
Posisi rumah dan lahan tersebut awalnya milik ibunya namun tengah bersengketa dengan seseorang (admin tidak mau menyebutnya sebagai mafia tanah) di pengadilan dan belum diputuskan.
Rumah masih ditempati ibunya sementara lahan kosong di depan rumah dijaga beberapa preman dan dijadikan lahan parkir liar.
Nah dua tukang parkir ini nyari perkara dengan meminta uang parkir saat dia sekeluarga mengantarkan ibunya pulang ke rumah.
Sudah dibuatkan laporan ke polisi semoga diproses tuntas.
Sumber: majeliskopi08
Intinya 200rb per unit kalo lewat batu jomba bolo, dimana ada tukang palak disitu ada bekingNya.
Lokasi: Batu Jomba, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara.
Warga Resah, Lapak Liar Depan Rumah Sebabkan Banjir dan Hambat Akses Darurat
Keberadaan lapak liar yang dibangun di depan rumah warga kembali menuai keluhan. Salah satu warga menyampaikan keresahannya akibat lapak yang tak sesuai kesepakatan awal.
Menurut penuturan warga, Senin (4/8/2025), para pedagang telah diberi izin berjualan dengan syarat harus menyimpan semua peralatan, termasuk goni dan tenda, ke dalam gudang setelah berjualan. Namun, dalam sepekan terakhir, tenda-tenda tersebut dibiarkan terpasang bahkan hingga malam hari, posisinya di Jalan Rupat, Medan.
“Saya sudah beri catatan dan titip pesan juga ke pemuda jaga malam agar dilepas tendanya. Tapi tak juga dihiraukan, makanya semalam saya gunting sendiri tendanya,” ujar warga tersebut.
Masalah ini bukan baru terjadi sekali. Keberadaan lapak dinilai sangat meresahkan, apalagi lokasinya berada tepat di jalan umum. Warga menyebut kejadian kebakaran beberapa tahun lalu diperparah karena akses mobil pemadam terhambat oleh lapak-lapak yang berdiri semrawut di depan rumah warga.
Tak hanya itu, pedagang bahkan menaikkan permukaan lapaknya hingga lebih tinggi dari jalan, yang menyebabkan air hujan menggenang dan masuk ke rumah warga saat hujan deras turun.
“Jalan yang seharusnya jadi akses warga malah dibangun jadi lapak. Kami terpaksa lewat gang belakang, padahal itu jalur evakuasi waktu kebakaran dulu,” keluhnya.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan menertibkan lapak-lapak yang mengganggu kenyamanan dan keselamatan lingkungan tersebut.
Bagaimana menurut Anda?
📹 : Warganet