Baru males-malesan, tiba-tiba nemu kalimat ini :) :
“Kematianmu, akan datang di hari-hari biasa, disaat rencana-rencanamu yg blm selesai, dan dunia akan tetap berjalan tanpamu. Jadi, hiduplah lebih berani”
adulting itu rumusnya cuma “never asking why”
Dihapus pertemanan? Ok.
Diunfollow? Ok.
Ngga dikabarin? Ok.
Ngga diajak? Ok.
Bersikap seperti biasanya dan melanjutkan hidup. Temanmu juga tidak sepenting itu.
Hati selamat dan hidup tenang.
kalau baju mu masih di cucikan ibumu, makan mu masih merasakan masakan ibumu, kabarmu selalu di nantikan ibumu, pulangmu masih ke rumah, tidak pantas rasanya jika kamu mengatakan bahwa di dunia ini tidak ada yang perduli sama kamu.
Bokap gue pensiunan ASN dari salah satu instansi yang terkenal banget sama KKN. Semalam beliau cerita,
"Dulu bapak pernah ngurus pengadaan laptop. Bapak bilang, jangan ada spek yang ditambah atau dikurangin, semuanya harus sesuai pesanan."
Kayaknya si vendor udah kebiasa dimintain jatah sama pejabat lain. Dia sempat nanya ke bokap, mau "dikasih" berapa? Bokap gue cuma jawab,
"Udah, nggak usah. Buat kalian aja semuanya. Saya nggak mau ngambil uang negara."
Eh, omongan itu kedengeran sama rekan kerjanya. Bukannya malu, malah dia yang minta jatah ke vendor. Vendor akhirnya lapor ke bokap. Bokap langsung bilang,
"Nggak usah! Enak aja ngaku-ngaku atas nama saya. Jangan dikasih! Saya yang ditawarin aja nolak, dia nggak ngapa-ngapain malah minta-minta. Pokoknya jangan kasih ya!"
Emang kedengerannya klise, tapi ini beneran kejadian. Bokap nggak bilang ke vendor kalau itu uang haram karena takut nyinggung. Tapi ke anak-anaknya beliau selalu bilang,
"Uang kayak gitu itu uang panas, uang iblis. Kalau dimakan anak istri, celakanya bisa dua kali, di dunia kena, di akhirat juga kena. Ada istilah, jangan kasih makan anak istri pakai air comberan. Duit kotor bisa ngerusak kesehatan, masa depan, bahkan keluarga. Kalau mau kaya, cari dari usaha sendiri, jangan dari uang negara."
Tau endingnya gimana?
Jabatan bokap ternyata cuma bertahan kurang dari dua tahun. Soalnya banyak yang ngincer posisi "basah" itu. Padahal bokap dapet jabatan itu tanpa minta-minta atau nyetor ke siapa pun. Akhirnya beliau dipindah ke bagian lain.
Lucunya, bokap malah bersyukur. Soalnya kompetensi beliau memang di bidang teknis, bukan bagian umum yang penuh godaan kayak gitu.
Terus sekarang gimana?
Alhamdulillah sehat walafiat, hidup tenang lahir batin, dan sekarang menikmati masa pensiun. Lagi rajin banget gowes sama lari.
FYI, perut beliau juga nggak buncit.
Anak-anaknya? Alhamdulillah sekarang sama-sama jadi ASN juga, tanpa ordal, murni lolos lewat tes CAT. Semua hasil usaha sendiri di instansi yang dari dulu selalu didoain sama ibu.
Kok tau itu doa ibu?
Karena ibu sendiri yang cerita. Dulu beliau pengen banget masuk instansi itu, tapi akhirnya gagal.
Nggak apa-apa, Mom. Kegagalan itu justru bikin hidupmu sampai di titik sekarang.
Nyokap sekarang jadi profesional yang dicari perusahaan swasta internasional. Bahkan setelah pensiun dini pun masih sering dihubungi lewat LinkedIn. Dan pekerjaannya sama sekali nggak ada hubungannya sama instansi bokap.
Sekarang beliau menikmati kerja hybrid WFA + WFO dengan gaji yang juga bagus.
Sehat terus buat orang tua-orang tua yang punya prinsip. 😊
Juminten berjualan bando rajut Rp10.000 di Stasiun Duren Kalibata, Jakarta Selatan, setiap hari.
Dari penghasilan itu dia gunakan untuk bertahan hidup bersama kucingnya bernama Bima yang sudah menemaninya selama sembilan tahun.
Kreatif: Rega Almuhtada
Produser: Akhdi Martin Pratama
#Bando #Kucing ##review