@saptaipb Emiten - emiten pembangkit energi juga menarik. $POWR udah naik sekitar 25% 1 bulan terakhir
Sepertinya orang - orang juga pakai strategi pick and shovel disini
@aldotjahjadi8 Kalau cadev Agustus kuat, ini bisa jadi bahan bakar lanjutan rally IHSG.
1 bulan terakhir IHSG sudah naik 3,54%. Sentimen rupiah yang membaik & bank yang diuntungkan harusnya cukup buat nahan aliran asing dan jaga momentum indeks.
Modal global masih lihat AS sebagai tempat paling likuid.
Investor RI juga bisa masuk aset AS lewat broker resmi yang support PALN (Penyaluran Amanat Luar Negeri). Order diteruskan ke bursa luar, bisa fractional, dan biasanya tetap dapat dividen.
Pilih jalur resmi, pahami risiko, jangan FOMO.
Investor luar AS numpuk ke aset Amerika.
Rekor ~$39 triliun.Sejak 2022 naik $16T (+70%). Saham AS yang dipegang asing dobel jadi $24T. Treasury tembus rekor $8T.
Tahun 2020 baru $19T. Permintaan asing lagi kuat banget.
Foreign investors are piling into US assets:
Investors outside the US now hold a record ~$39 trillion in US equities, Treasuries, corporate, agency, and other bonds.
Since the 2022 bear market, this figure has surged +$16 trillion, or +70%.
Over this period, foreign holdings of US stocks have doubled to a record $24 trillion, accounting for ~62% of the total.
At the same time, foreign Treasury holdings have grown +$2 trillion, to $8 trillion, an all-time high, representing ~21% of the total.
To put this into perspective, during the 2020 pandemic, investors outside the US held just ~$19 trillion in US assets.
Foreign demand for US assets is historically strong.
@mkbijaksana 7. Overtrading. Udah loss masih maksa buka posisi lagi karena “pengen balik modal cepat”
8. Cut profit cepet, hold loss lama
9. Gak pernah journaling / review trade, jadi ngulang kesalahan yang sama terus
Trading harus punya kedisiplinan dan rasa cukup sih
The question is not “will 2027 be down?” It is whether the market gets a reset before the excess hardens.
Corrections are how capital markets stay solvent: prices fall, leverage gets tested, and only the durable names keep cheap funding. A market that never corrects is not healthy. It is delayed.
Corporate junk is cracking first. Commercial real estate is next in line.
About $875B of U.S. commercial and multifamily mortgages mature in 2026. Loans rolling in the next nine months are being refinanced more than 100 bps above the old note; office and mixed-use gaps are closer to 170-180 bps. Same story as CCC credit: cheap debt meeting a dear market.
@coinbureau Tokenized stocks are the headline. T+0 is the feature.
If securities and payments settle on the same ledger, capital is not stuck for two days. That idle cash becomes usable the same session. Liquidity compounds from there.
@TreasuryBonds1 Bond market first. Risk assets later.
That is the sequence if financing costs stop being sustainable and policy has to clean it up. Watch the Fed and the ECB. Their next move will tell you whether this is still inflation math, or fiscal stress leaking into every other market.
@cryptorover The cup took years. The handle is the patience test. Interesting to watch Bitcoin from here. Not because of the $200k label, but because this $80k bounce decides whether the pattern holds or fails.
@void_investing Mungkin janji hari ini, CBDC adalah pelengkap. Tapi yang jadi pertanyaan besar. Kalau masyarakat sudah pakai CBDC ini, apakah negara akan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas ekonomi pemerintah?
Itu bukan teori, tapi desain
@WOLF_of_IHSG Buyback Rp300 M kelihatan gahar. Di rekening belum tentu.Itu info bagus buat dicatat, bukan alasan all-in. Kerja, sisihkan, invest rutin masih lebih nentu hasilnya daripada ngejar judul aksi korporasi.
Di Psychology of Money ada istilah simpel: hasil besar sering datang dari sedikit kejadian langka. Makanya kita ngerasa "banyak orang sukses dari modal kecil". Padahal yang kelihatan cuma yang langka. Yang gagal gak dipamerin.
Jadi jangan kejar yang langka. Kejar yang biasa tapi bisa diulang: kerja, sisihkan, invest rutin.
@Saham_fess Apakah jadi persaingan likuiditas dengan SBN pemerintah?
SBN masih jauh lebih likuid dan dianggap risk-free. Obligasi daerah harus kasih premium yang cukup biar laku, terutama buat investor institusi yang sudah nyaman di SUN
@valenttt____ Tapi apa nilai tambahnya ya bursa aset yang tokenized kaya gitu? Apalagi kalau di negara tersebut memang sudah dapat membeli aset yang diinginkan
Contoh di Indonesia sudah ada mekanisme PALN untuk pembelian aset yang ada di NYSE atau NASDAQ
@txtpersahaman Penggunaan CBDC (Central Bank Digital Currency) dikhawatirkan akan meningkatkan pengawasan dan kekuasaan negara terhadap transaksi masyarakat.