(The Mirror that Bleeds Lies,
-aku saja atau kita berdua berbohong?)
TW, CW// 🔞🏳️🌈
Malam itu aku dan Satya gak makan berat sama sekali. Kami malah menghabiskan masing-masing dua cup kopi dan satu pastry. Apa kopi itu membuatku melek? Gak sedikitpun. Jam setengah dua pagi aku ngantuk hebat. Seperti gak ada Satya di sekitarku, aku tidur begitu cepat. Aku gak kepikiran momen romantis yang harusnya aku dapat, ngantukku gak tertahankan.
Jam setengah enam pagi, langit masih gelap, aku bangun, mataku seger. Main handphone hampir setengah jam, Satya baru terbangun,
"Kenapa udah bangun bang?"
"Gak tau, kebangun terus langsung seger. Kamu tidur lagi aja." Aku menyuruhnya tidur lagi sambil ku elus-elus kepalanya. Satya merem menikmati gerakan tanganku.
Matanya masih tertutup, tapi mulutnya terbuka,
"Jadi kamu udah pernah sama bule bang?" Satya menanyakan pertanyaan yang belum terjawab tadi malem.
Aku sungguh gak mau keliatan seperti cowok gak bener yang ngesex sana sini.
"Belum." aku berbohong.
Mata Satya terbuka, "yang bener?" ia gak percaya.
"Iya..." jawabku singkat, "kamu pernah?" elusan tanganku berhenti, aku balik bertanya.
"Belum...eh gak pernah." mata Satya nampak kosong, ia seperti menerawangan ingatannya sendiri. Aku tau ada yang ingin ia sampaikan tapi aku gak mau menggalinya.
Posisinya yang tadi tidur langsung duduk dengan ekspresi kaget, matanya langsung menatap mataku "bang, jujur, kamu pernah digrepe cowok gak?"
(Thread)