Salah satu dari 709 dokumen yang disita POLDA Metro Jaya terkait Ijazah Joko Widodo.
Foto yang disebut-sebut sebagai foto wisuda Joko Widodo ini pun terpampang di slide presentasi Bareskrim 22 Mei 2025.
Saya dan 27 Advokat sudah menginvestigasi, meneliti, dan menelusuri foto ini dengan data, observasi, dan teknologi. Dan sudah kami susun puluhan pertanyaan terkait dengan foto ini, dan 27 Advokat saya siap mencecar Joko Widodo jika hadir di Sidang sebagai Saksi Pelapor.
Hasilnya?
Hmm saya kasihan dengan Pak Jokowi.
Lebih baik tidak datang.
Setelah foto ini, maka sudah kami siapkan puluhan pertanyaan lagi untuk masing-masing 708 dokumen lainnya.
Total ada 2000-an pertanyaan.
Selamat kpd POLRI yg tlh menjebol tembok penyembunyian harta2 yang diduga hasil korupsi di sebuah kafe dan beberapa titik lainnya. Selamat kpd KEJAGUNG yang terus memburu koruptor di BGN dan MBG. Silahkan berlomba utk saling bongkar korupsi. Itu bagus utk pemberantasan korupsi.
Alasan Nadiem melakukan pelaporan terhadap 4 hakim dan melakukan banding terhadap putusan hakim adalah karena banyaknya manipulasi fakta persidangan, dimana yang tidak pernah disebut dalam fakta persidangan tiba tiba masuk dalam putusan dan sebaliknya yang muncul dalam fakta persidangan tidak dimasukan dalam putusan.
Secara sederhananya 4 Hakim dalam membuat putusan dalam kasus Nadiem ini adalah berdasarkan suka-suka nya saja.
Apa engga rusak proses penegakan hukum jika hanya berdasarkan suka2nya hakim saja ? 🫣
TRANSKRIP NILAI AMBURADUL
Transkrip nilai amburadul ini termasuk bagian dari 709 dokumen yang disita POLDA Metro Jaya, menjadi bagian dari data pendukung Ijazah Jokowi.
Saya akan tanya kepada Rektor UGM, Prof Ova Emilia, sebagai salah satu pihak yang nanti jadi saksi dengan pertanyaan sbb:
Bagaimana mungkin UGM meluluskan mahasiswa dengan transkrip nilai se amburadul ini?
Beberapa artefak kunci dari sebuah Transkrip nilai resmi sama sekali tidak ada, saya keep saya ceritakan nanti di sidang.
Yang jelas, Mahasiswa.ASLI UGM, pasti bisa menyampaikan detail apa saja yang tidak ada di transkrip nilai ini, yang seharusnya ada.
Apa UGM tidak malu dengan UI, UNPAD, UNAIR, UNDIP, ITB dan Universitas besar lainnya?
Semakin Menjadi Pertanyaan Publik, Persidangan Putusan Nadiem Tidak Lazim, Yusril Meminta Komisi Yudisial dan Bawas Mahkamah Agung Turun Tangan.
Ada apa dengan hakim, sehingga tidak memberikan waktu tanggapan terhadap putusan yang merupakan hak terdakwa??
🫣
VIRAL... VIDEO PENANGKAPAN ROY SURYO.
Video proses penangkapan Roy Suryo oleh penyidik Polda Metro Jaya beredar di media sosial dan menjadi sorotan publik.
(1) Kronologi nya : saya baru pulang terapi dari rumah sakit arah pulang, kejadian di lampu merah perempatan soepomo atau di depan mitsubishi dan indomaret poin.
Pelaku ini dari arah pancoran mau belok ke arah tebet(lampu hijau), posisi kami mau ke arah pancoran dari saharjo (lampu merah)
Kita posisinya ada di sebelah kiri jalan, kita maju sedikit karena ada yg mau belok ke kiri langsung. Kita sama sekali tdk menutup jalan si pelaku , jalanan sangat lega, tidak ada senggol menyenggol kendaraan, tp entah kenapa pelaku nyamperin kita dan berteriak kata2 kasar.
(2) suami saya sudah meminta maaf dan berkata pelan, karena td dari belakang ada yg mau belok langsung ke kiri, nth kenapa pelaku yg blg dirinya orang kaya dan punya bekingan anggota ini langsung memaki kami di depan anak kami 😭
anak saya baru pulang terapi, kami saja harus jaga kata2 di depan anak, dengan enteng nya dia berteriak dengan kata2 kasar sampai anak saya nangis. posisi kami msh di atas motor, pelaku ini mau mukul suami saya tp saya tangkis pakai tangan saya, tangan saya perih kena pukul pelaku. Saya reflek membalas nya karena bentuk perlindungan diri saya.
(3) saya balas pukulan si pelaku ini, dan kami berdebat, dan sudah di pisahin warga sekitar. saya sdh duduk di motor mau ke polsek, cewek nya si pelaku ini mukul saya dari belakang, suami saya tdk terima, suami saya turun, anak saya d pegang sm warga sekitar, dann suami saya di tonjok sama pelaku. kita ada bukti video dari warga sekitar.
(4) Saya sudah di polsek nunggu pertanggung jawaban si pelaku ini, tapi dia melarikan diri sama ceweknya. Padahal dia yg nantangin kami ke polsek dengan bangga nya bilang orang mampu dan punya bekingan. Demi Allah saya ga ikhlas, anak saya terauma nangis ga berhenti2 😭
Abang dan mbak kalian harus tanggung jawab dan bawa anak saya ke psikolog 😭 anak saya ga berhenti nangis dan ketakutan!
Siapapun tolong bantu sampai pelaku meminta maaf dan bertanggung jwb!
TEROR DAN INTIMIDASI TERUS BERLANGSUNG
Saya tidak pernah membayangkan bahwa sebuah niat baik dapat berakhir menjadi beban yang begitu panjang dan berat.
Semua bermula dari sebuah ikhtiar sederhana. Sesama perempuan, sesama ibu, kami membangun sebuah usaha dengan harapan dapat saling menguatkan. Tidak ada niat buruk. Tidak ada keinginan mengambil hak orang lain. Yang ada hanyalah keyakinan bahwa kami bisa bertumbuh bersama.
Lalu pandemi COVID-19 datang.
Seperti jutaan usaha lain di negeri ini, usaha yang kami bangun pun runtuh. Bukan karena kami tidak bekerja keras, tetapi karena keadaan berubah begitu cepat sehingga banyak hal berada di luar kemampuan kami untuk mengendalikannya.
Dalam dunia usaha, untung dan rugi adalah bagian dari risiko yang diketahui semua orang. Namun saya tidak pernah ingin meninggalkan tanggung jawab. Karena itulah saya memilih jalan yang mungkin tidak mudah. Saya tetap berusaha mengembalikan dana yang sudah ditanam sedikit demi sedikit, sesuai kemampuan yang saya miliki.
Saya percaya bahwa integritas bukan diukur ketika hidup sedang mudah, tetapi ketika seseorang tetap memegang janjinya di tengah kesulitan.
Namun perjalanan hidup ternyata membawa saya ke ujian yang jauh lebih berat.
Ketika saya akan maju ujian seminar hasil di suatu pagi malah gelap, tetiba polisi menangkap dan meneror dengan brutal. Kini, ketika saya baru menjalani wajib lapor pertama dan seluruh tim penasihat hukum telah siap menghadapi persidangan yang akan dimulai pada 2 Juli 2026, pada saat yang hampir bersamaan saya kembali menerima penetapan penyitaan apartemen saya, hanya akibat dana usaha kecil-kecilan yang padahal sudah saya cicil sedikit demi sedikit.
Sebagai manusia, saya tentu bertanya dalam hati mengapa berbagai peristiwa besar itu selalu datang tepat pada saat-saat yang sangat menentukan dalam hidup saya. Saya tidak ingin berspekulasi mengenai alasan di balik semuanya. Saya hanya dapat menyampaikan apa yang benar-benar saya alami.
Yang paling berat bukanlah apartemen itu sendiri.
Yang paling berat adalah ketika anak saya, yang sama sekali tidak mengetahui apa pun tentang persoalan orang tuanya, harus membuka pintu rumah dan menyaksikan proses penyitaan itu berlangsung. Sebagai seorang ibu, tidak ada yang lebih menyakitkan daripada melihat anak ikut memikul beban yang bukan miliknya.
Namun saya tidak akan membiarkan semua tekanan itu mengubah siapa diri saya.
Saya tetap percaya bahwa tanggung jawab harus diselesaikan dengan tanggung jawab. Saya tetap percaya bahwa hukum harus dihormati. Dan saya tetap percaya bahwa kebenaran harus diperjuangkan melalui cara-cara yang bermartabat.
Karena itu, kepada seluruh sahabat dan para pejuang yang selama ini berjalan bersama saya, saya ingin menyampaikan satu hal.
Jangan biarkan berbagai tekanan yang saya alami hari ini melemahkan semangat kita untuk terus mencari dan memperjuangkan apa yang kita yakini sebagai kebenaran. Saya tidak meminta siapa pun membela saya sebagai pribadi. Yang saya harapkan hanyalah agar semangat untuk menjunjung kejujuran, integritas, dan keberanian tidak pernah padam.
Saya akan tetap berdiri dengan kepala tegak.
Tekanan boleh datang silih berganti. Cobaan boleh datang bertubi-tubi. Tetapi keyakinan saya tidak akan runtuh.
Selama hati nurani masih memanggil saya untuk memperjuangkan apa yang saya yakini benar, saya tidak akan mundur.
Karena pada akhirnya, sejarah tidak hanya mencatat siapa yang paling kuat menghadapi badai. Sejarah juga mencatat siapa yang tetap memilih berdiri tegak ketika badai itu datang.
Berapa jahatnya berita yang beredar yang tidak sesuai dengan fakta yang sesungguhnya.
Setelah ancaman, teror, bujukan restorative justice, rayuan Rp 50 miliar tidak mempan, sekarang yang dilakukan adalah fitnah mempermalukan, untuk melemahkan mental saya menghadapi Sidang 2 Juli 2026.
Hasbunallah wani"mal wakil
Nimal maula wani'man nashiir.
La haula wala queeata illa billah.
🚀 The moment has arrived! 🚀
As announced, today marks the beginning of the Tokcoin KYC rollout. We are launching the first phase by onboarding countries where the necessary regulatory prerequisites have already been met. Additional countries will follow step by step as the required approvals are secured.
Our goal is to roll out KYC worldwide in stages as each region meets the regulatory requirements. Our team is working tirelessly to make this happen as quickly as possible.
📩 You will be notified automatically once KYC becomes available in your region. You will also receive a personal congratulatory email, and KYC will be activated directly within your app. Please don't ask every day when it will be your turn—you will be informed as soon as you are eligible.
To everyone who has supported Tokcoin along the way: your patience, trust, and dedication mean the world to us. Active and engaged community members will be prioritized as the rollout continues to expand.
This is just the beginning. Together, we are writing the next chapter of Tokcoin. 🚀💎
Thank you for your incredible support! 💙
Swapfone Earn unlocked, 9 more to go.
All the mainnet features are ready to be imported into Swapfone app and the process has already started.
1/10☑️
Get ready for the greatest crypto revolution.
▪️Another upgrade is coming this week - stay tuned.
Don’t forget to log in daily to collect all NFTs and be included in the snapshot before the mainnet launch.
📲Mine $USDS daily at https://t.co/P2ck3Gd6SK before mainnet
Dalam setiap perkara peradilan, publik tentu berharap putusan lahir dari fakta, alat bukti, dan hati nurani, bukan dari tekanan dan opini.
Majelis hakim yang menangani perkara Chromebook sudah menunjukkan berbagai sikap yang patut diapresiasi ; menjaga ketertiban persidangan, memberi ruang bagi pembuktian, mengkritisi alat bukti, memastikan hak para pihak terpenuhi, serta tidak ragu menyampaikan dissenting opinion ketika memiliki keyakinan hukum yang berbeda.
Kini, harapan publik tertuju pada lima hakim tersebut agar tetap teguh menjaga independensi, integritas, dan keberanian menegakkan keadilan dengan berdasarkan hukum, fakta persidangan dan hati nurani.
Semoga majelis hakim tetap menjadi benteng terakhir keadilan yang menjaga wajah dan marwah penegakan hukum sehingga lembaga peradilan semakin kuat dan tetap dipercaya. ⚖️
Aku sudah pernah berbaju orange
Aku tidak pernah membayangkan akan sampai di titik ini.
Memakai baju orange, berdiri di tengah kerumunan, dilihat banyak mata, seolah hidupku diringkas menjadi satu warna. Tapi kalau mereka mau tahu, ini bukan awal dari ceritaku. Ini hanya satu potongan kecil dari jalan panjang yang sudah kupilih, sadar atau tidak.
Baju orange ini,
Yang sering diteriakkan buzzer dan termul untuk menghinaku
Ketika dia ku sandang di tubuhku, justru
Seperti baju zirah yang membungkus perjuanganku.
Baju orange ini, di tubuhku adalah tanda perlawanan terhadap kebohongan, kepalsuan, kezaliman.
Tanda bahwa aku terus berdiri tegak dan senyuman karena aku tahu nilai apa yang terkepal di tanganku.
Aku hanya berjalan dengan apa yang kupercaya. Kadang langkahku pelan, kadang aku ragu, tapi aku tidak pernah benar-benar berhenti.
Aku tahu, apa yang kusuarakan tidak selalu nyaman untuk didengar. Bahkan mungkin membuat sebagian orang terusik. Tapi bagaimana aku bisa diam, kalau hatiku sendiri tidak bisa diajak kompromi?
Di balik senyum ini, ada banyak hal yang tidak terlihat. Ada lelah, ada takut, ada pertanyaan yang tidak selalu punya jawaban. Tapi ada satu hal yang selalu kutahan kuat-kuat: aku tidak mau kehilangan diriku dan menggadaikannya demi kenyamananku.
Hari iitu, melihat aku berbaju orange, mungkin banyak orang iba padaku, menangisiku.
Tapi di dalam diriku, muncul bara api membara seterang baju ini.
Yang membuatku tetap utuh dalam langkahku dan berkata:
Kalau ini memang harus aku jalani, ya sudah… aku jalani.
Bukan untuk membuktikan apa-apa ke dunia. Tapi supaya nanti, saat aku melihat ke belakang, aku tahu,
aku tidak pernah mengkhianati kebenaran yang kuyakini.
Roy Suryo dan Dokter Tifa
Menolak 2 opsi yg ditawarkan kubu @jokowi
Restoratife justice dan
Plea Bargaining
Lanjut ke sidang
Dan Jokowi harus menunjukkan
Ijazahnya 🔥