Aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran HI diwarnai ketegangan pada Jumat (12/6). Sejumlah peserta aksi berusaha menerobos barikade aparat keamanan untuk melanjutkan pergerakan massa.
Upaya tersebut memicu aksi dorong-mendorong antara massa dan aparat yang berjaga di lokasi.
Massa yang berada di barisan depan berupaya menekan barikade, sementara aparat berusaha mempertahankan posisi guna mencegah massa melintas.
Situasi sempat memanas ketika kedua pihak terlibat kontak fisik dalam aksi saling dorong.
Respect paling tinggi buat mahasiswa mereka teriak turunkan BBM.
Masyarakat dikendaraan kompak bunyiin klakson pas dibilang "kalau capek sama pemerintah bunyikan klakson".
Sebagian massa aksi di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, berangsur bubar sekitar pukul 19.00 WIB. Namun, sebagian masih bertahan.
Para mahasiswa ini telah menghadapi blokade dan pengadangan oleh aparat saat berupaya menggelar aksi di Bundaran Hotel Indonesia.
Mahasiswa meminta aparat agar tidak represif saat menjaga aksi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).
"Kami tidak membawa senjata. Kami membawa niat untuk perbaikan untuk rakyat Indonesia," ujar salah satu perwakilan BEM Universitas Indonesia.
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri meminta seluruh personel gabungan yang menjaga demo di Bundaran HI dan Gedung DPR dilarang membawa senjata api.
Asep juga mengingatkan seluruh pasukan tidak boleh berinisiatif menembakkan gas air mata ke arah massa.
"Penggunaan gas air mata hanya boleh atas perintah saya," ucapnya.
🎥: YouTube/Kompas TV
~R #Demo #Peristiwa
kita dicegat. didorong. mereka ga memperbolehkan kita masuk ke Bundaran samsek karena “mengganggu aktivitas masyarakat”. Emang kita mahasiswa apaan? Pisang ambon???
Post, tonton, komen, like, share, banjirin media sosial dari akun lo sendiri
jangan biarkan yang di jalan sendirian
lo bisa bantu perjuangkan
dari jari dan hp di tangan