Dikasih duit 3 juta padahal biaya belanja 10 juta, ngakunya semua ditanggung.
3 tahun kemudian uang 3 juta tadi diminta balikin karena menurut B*JS, belanjanya ga sesuai aturan.
Dokter kalo ngeluh budget BPJS malah dishutdown "kalo gitu jangan Terima BPJS" "Kalo gitu jangan fraud"
Pernah gak sih kepikiran dokter kalo berobat itu banyak pake BPJS juga
Ya mungkin RS swasta kasih fasilitas swasta, tapi dokter RS pemerintah kayak saya gini ya pakenya BPJS
Ya gmn ya, profesi kita bener bener diatur BPJS era gini.
Orang kadang dokternya aja diatur sama verifikator yang kebanyakan bukan dokter kok wkwkwkwkwkwk
@petanirumah@BPJSKesehatanRI Masalahnya banyak oknum pasien yg suka memutarbalikkan kata2 juga klo diberitahu dg cara halus, lalu akhirnya adu domba antar dokter-admin RS-BPJS. Ya sekarang sdh to the point aja. Pasien harus tahu bedakan mana ranah dokter mana ranah asuransi.
Dulu tiap kali ditanya pasien IGD bisa pake BPJS atau enggak jawaban gw ya "kalo emergensi bisa bisa aja". Tapi sekarang jawaban gw berubah,
"belum tahu bisa di klaim apa enggak, yang penting tangani dulu".
Karena yang gw maksud emergensi belum tentu sama di kriteria BPJS.
Iuran BPJS harusnya naik secara berkala. Tiap bulan udah defisit sampe makin ga jelas pending dan dispute claim akibat dananya ga cukup. Kualitas pelayanan makin turun karena sampe bingung banyak yg perlu efisiensi
Kenapa berat meningkatkan premi?
1. Keputusan tidak populer dan terlalu terlambat
2. Pemerintah adalah penanggung terbesar BPJS (PBI). Apa jadinya kalau premi naik?
Di 2025, aku bersama Paragon Pictures dan Starvision juga mulai menggarap adaptasi novel A Very Yuppy Wedding, aku ikutan menulis skenarionya bareng Robert Ronny dan Priska Amalia. Teddy Soeriaatmadja akan kembali sebagai sutradara.
Beberapa hari yang lalu gw dapet pasien di IGD, ngaku lagi haid, sama nyeri perut bawah, udah dikasih antinyeri di faskes primer tapi gak mereda. Ditanya lagi hamil bilangnya enggak pas di USG ternyata kehamilan ektopik pecah. Lah lu kira nyeri perut bawah cuma dismenore?
“Dokter boleh nolak pasien nggak?”
Jawabannya: bisa iya, bisa tidak.
Kalau kondisi gawat darurat? TIDAK BOLEH. Jelas engga boleh, sama sekali ga boleh.
Tapi di luar kondisi emergency, dokter juga manusia profesional yang punya batas.
Dokter boleh menolak kalau:
- di luar kompetensi
- fasilitas tidak memadai
- pasien melakukan kekerasan/intimidasi
- pasien tidak mengikuti aturan terapi yang aman
Karena “menerima semua pasien” tanpa kemampuan dan fasilitas yang cukup juga bisa membahayakan pasien.
Kadang masyarakat mengira:
“Kalau ditolak berarti dokternya nggak mau nolong.”
Padahal bisa jadi justru sedang menghindari keterlambatan penanganan yang lebih tepat.
Kusebut RS kurang ajar: yang menyembunyikan data2 klinis pasien agar pasien itu bisa dirujuk, ga meninggal di tempat mereka sehingga record mereka clean...
Menangis bukan tanda lemah, itu cara jiwamu bernapas lega. Jangan ditahan kalau dadamu terasa sesak. Keluarkan saja semuanya. Besok, kamu akan bangun dengan perasaan lebih ringan. #ValidasiRasa
Reminder malem ini:
Berhenti capek-capek jadi people pleaser.
Ga semua orang yang kita perlakukan baik akan menghargai kita dengan cara yang sama. Kadang kita habis energi, waktu, bahkan pikiran... buat orang yang kalau kita hilang sehari aja mungkin ga sadar.
Normalisasikan mirror treatment:
perlakukan orang sesuai bagaimana mereka memperlakukan kita.
Bukan jadi jahat.
Bukan jadi pendendam.
Cuma berhenti memberi effort berlebihan ke orang yang bahkan ga peduli.
Hidup udah cukup capek, jangan ditambah ngemis validasi dari orang lain.
Pernah ada di fase ini?