On the international day for children around the world
More than 6000 Palestinian children in Gaza got killed in the last 43 days by the Israeli army
Thousands more lost their entire families, parent and loved ones.
Ceasefire now
Bagaimana pun, para pejuang Palestina (baik dari Brigade Izzuddin Al Qassam, Saraya Al Quds, Syuhada Al Aqsha, An Nashir Shalahuddin, Abu Ali Musthafa, Muqawamah Wathaniyah, dll) telah membuat ‘galau’ dunia kemiliteran. Kecanggihan teknologi alat deteksi, drone, robot, roket, pesawat tempur, kendaraan lapis baja hingga ‘konon’ kepiawaian prajurit dan intelijen seakan-akan mendadak tumpul hanya untuk menemukan di mana para pejuang Palestina itu berada.
Mereka datang, menyerang dan pergi begitu saja bak ‘hantu’ yg bergentayangan. Tak heran apabila banyak di antara tentara Zionis Israel terkena gangguan psikologisnya.
Dimana kah mereka berada? Teknologi apa yg mereka pakai? Apa rahasianya? Tentunya jika diceritakan bukan lagi rahasia. Biarlah tetap menjadi misteri saja.
Yg pasti, mereka yg ‘tak terlihat’ ini justru telah mewakafkan diri untuk mengambil ‘fardhu kifayah’ menjaga setiap jengkal Masjid Al Aqsha dan tanah lahir para Nabi yg mulia: Palestina. Tetap berupaya mengusir para penjajah durjana. Di mana sementara sebagian umat Islam yg lainnya sedang terlena dengan gemerlapnya dunia dan penyesatan Zionis Israel dengan segala tipu daya.
Duhai Allah jaga mereka…
Pas nyamperin eh suaminya udah tidur. Gak tega mau bangunin. Rindunya luar biasa. Sampe ngetik love you aja melow. Pdhl kemaren lagi kesel parah, tp karna dia sakit ilang semua keselnya malah kangennya yg memuncak😭
Aku gak pernah koment kalo suamiku lembur sampe pagi. Karna aku yg menikmati uang lemburnya hehe. Tp aku belum bisa nerima kalo waktu libur sm keluarga juga dipake kerja. Hidup ini bkn cuma soal kerja terus shay~