Ternyata ini ada penelitiannya!
Strategi adulting dengan "never asking why" ini namanya adalah radical acceptance. Penelitian menunjukkan bahwa strategi ini bisa membantu kita untuk regulasi emosi dengan lebih baik, sekaligus mengurangi mood negatif.
Penerimaan terhadap kondisi yang kita alami dapat melindung kesehatan mental dan meningkatkan ketenangan hidup.
Semoga bermanfaat!
Sumber Ilmiah:
The benefits of radical acceptance of reality as a standalone strategy for emotion regulation.
Kegembiraan Lebaran memang bukan buat semua orang.
Aku merasa momen Idulfitri mirip seperti menonton FRIENDS.
FRIENDS itu serial favoritku. Sering kutonton berulang kali. Dan setiap rewatch, aku menontonnya dengan POV yang berbeda-beda.
Tergantung FASE HIDUP.
Begitu pula dengan LEBARAN.
Saat kecil, momen lebaran selalu kutunggu. Dihiasi baju baru dan jalan-jalan ke rumah-rumah.
Namun, beda lagi ketika kenalan dengan QUARTER LIFE CRISIS.
Aku takut bertemu Lebaran.
Kerjaan tak menentu, teman-teman telah mencapai ini dan itu, membuatku jadi orang paling gagal di ruang tamu.
Bertahun-tahun berharap ada tombol skip di hari pertama Idulfitri, lalu terbangun seminggu lagi.
Kini saat hidup lebih baik, aku tak lagi takut bertemu lebaran. Namun, tidak juga gembira meluap-luap.
Sekarang aku melihat lebaran dengan lebih bermakna.
Ini adalah perayaan setelah berjuang di Ramadan, seperti seorang pelari marathon menyentuh finish.
Menyadari silaturahmi perlu dijalin, bukan dimusuhi.
Berbagi untuk merayakan hari raya bersama-sama.
Lebaran bukan tentang gemerlap lampu dan kembang api, tetapi tentang bahagia yang terbit dari rasa syukur.
Ini pengalamanku dengan lebaran.
Gimana denganmu? 😊
tempat terbaik untuk merantau, alias produk gagal dari ketimpangan yang dipelihara. fresh grad bisa dapat 2-4 kali UMR daerah lain (lowongan lebih banyak, exposure lebih luas, growth lebih cepat), transport publik terintegrasi (dari ujung ke ujung bayar dibawah 10 rebu), akses kesehatan lebih lengkap dan profesional, akses agama juga kuat
(kajian mudah ditemukan, komunitas banyak, masjid aktif), fleksibel (habis kerja bisa pilates, kajian, lanjut treatment, kulineran, semua bisa naik transport umum dan mudah), literasi masyarakat relatif lebih tinggi krn jakarta punya ekosistem yang mendukung hal tersebut.
fast paced city. either you grow, or you get left behind