Agus Setiawan, the alleged and illegitimate president of BEM UI (BEM Ungu), attended a meeting with DPR as “representative of UI students,” despite BEM se-UI alliance’s firm refusal to engage with DPR, over distrust and concerns it would serve only as a political stunt by DPR.
Pemerintah perlu betul2 mempertimbangkan suara publik ttg Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Kalau tdk ada kebijakan jaminan betul2 akan mendapat rumah dari Pemerintah bagi penabung, maka hitungan matematisnya memang tidak masuk akal. Misanya: Orang yg mendapat gaji Rp 5 jt/bln kalau menabung 30 thn dgn potongan sekitar 3%/bulan hanya akan sekitar Rp 100 jt. Utk sekarang pun Rp 100 jt takkan dpt rumah apalagi 30 tahun yg akan datang, ditambah bunganya sekali pun. Utk orang yg gajinya di atas Rp 10 jt pun dlm 30 tahun akan terkumpul hny sekita Rp 225 jt. Ini pun pd 30 tahun yg akan datang sulit dpt rumah. Sekarang pun sulit dpt rumah dgn uang Rp 225 jt. Ada pun orang yang gajinya Rp 15 jt misalnya lbh baik dibiarkan utk mengambil kredit perumahan (KPR) sendiri sejak sekarang ke Bank-bank Pemerintah. Mungkin jatuhnya malah lbh murah daripada menabung 3%/bulan. Apa ada kebijakan yg menjamin para penabung utm betul2 dpt rumah? Penjelasan ttg ini yg ditunggu publik.
@MatahariRayya@NTMCLantasPolri@ListyoSigitP@PTJASAMARGA Tadi saya kena macet di 240an, lihat map merah semua, info temen di rest area pada penuh. Akhirnya memutuskan keluar exit tol ciledug 1, lewat pantura - cirebon - majalengka - masuk gerbang tol tomo. Alhamdulillah dari keluar ciledug 1 sampe Bandung 3 jam.
Asli kalau ada internet provider lain masuk komplek, saya ga bakal pake kamu @IndiHome! Jaman gini WFH, koneksi ilang timbul sering banget, lg meeting auto au aa! Ngah!
Vangsad! Emang kl niat berantas judol mah ga sulit. Gampang dilacak gampang di-block sama pemerintah. Ga usah dicari, iklannya aja udah banyak..
Masalahnya, niat apa ngga? Cuan apa ngga? Gitu?!
@instagramsmurah@ArdiansyahPrad8@gibran_tweet Haha, setuju banget. Rakyatnya disuruh pinter. Baca yg lengkap. Gitu ya?
Sekarang kl lu di posisi Gibran nih, yg sudah tau tingkat literasi Indonesia rendah. Tau ada berita provokatif, Lu quote dengan penjelasan apa cmn gambar muka bengong? Gw tanya nih ya
@susipudjiastuti Jangankan efisiensi, apabila semua itu dihilangkan saja masih kurang 180T/Tahun.
Pertanyaannya adalah, apakah hanya dengan membuat subsidi BBM dan Gas tepat sasaran saja cukup untuk mengcover itu? Kira-kira kurangnya bakal ngambil darimana?
@ismailfahmi Saya lebih setuju Subsidi BBM dialihkan untuk makan siang anak2 di sekolah. Karena sangat penting anak2 punya stamina cukup untuk tumbuh. Dan memastikan banyak anak2 bisa makan siang bergizi. Yg harus dipastikan anggarannya tidak disunat di sekolah2 itu.
Dan izin bertanya Bu @susipudjiastuti, sebagai rakyat yg mencoba memahami kondisi ini.
Dana yg dibutuhkan untuk makan siang ini 450T/Tahun.
Catatan Kemenkeu, total subsidi energi 2023 270T, itu total, terdiri dari subsidi :
- BBM
- LPG
- Listrik
- Pupuk
- KUR
@edybeny2@iamlesleyyy@susipudjiastuti@ismailfahmi Inget total itu Pak. Terdiri dari subsidi :
- BBM
- Listrik
- LPG
- Pupuk
- KUR
Itu semua dihilangkan saja masih kurang 180T. Sekarang TKN nya bilang mau memastikan penerima subsidi tepat sasaran. Kl gitu kurangnya makin banyak dong? Mau ngambil darimana lg? Ngutang?
@edybeny2@iamlesleyyy@susipudjiastuti@ismailfahmi Intinya Bapak ngirim artikel itu apa Pak? Memperlihatkan kalau akan dilakukan evaluasi, memastikan penerima subsidi tepat sasaran?
Tanpa harus efisiensi, total subsidi energi thn 2023 aja 270T kata Bu Sri. Itu aja masih kurang Pak buat anggaran makan siang.