Saya itu hormat banget dgn TS dr anak .. sering iseng tanya, sufor apa yg bagus buat anak, gak ada yg pernah jawab ๐๐๐
Integritasnya nggak main2 ๐
Mo cerita dikit tentang salah satu korban MD kecelakaan KRL kemarin. Gw lulusan FKUI, dulu koas forensik di RSCM. Forensik tuh selain visum jenazah, ada juga visum hidup buat kasus2 yg orangnya masih hidup.
Misal penganiayaan, KDRT, perkosaan, child abuse, dsb. Di RSCM ada pusat krisis terpadu (PKT) buat kasus beginian. Salah satu korban MD kecelakaan KRL, bu Faridah Utami, adalah staf PKT RSCM.
Jadi kalo ada kasus2 kayak KDRT, child abuse, perkosaan, dsb masuk IGD RSCM; itu jobdesc belio.
Gue mungkin cuma sebentar bersinggungan sama belio pas koas. Tp gw inget banget pas itu gw dapet kasus yg kek drama kriminal di TV semacam CSI.
Ada teteh2 yg dijanjiin orang buat kerja, dibawa ke Jakarta, eh malah disekap di apt lalu dijadiin budaq seggs; alhamdulillah berhasil kabur.
CSI banget ga tuh. Nah kasus yg kek gini ini jobdesc bu Faridah. Belio jadi orang pertama setelah petugas triase yg handle pasien2 beginian, yg sedang rentan2nya dan kalut2nya. Biasanya perempuan atau anak.
Gue ngga terlalu inget sama Bu Faridah, maklum gw koas ngantukan yg tengah malem bawaannya pengen tidur; pas teteh ini tidur di sofa, gw ikut tidur di sebelahnya wkwk.
Tapi buat pasien2 PKT RSCM yg mungkin sedang mengalami krisis paling berat yg pernah mereka alami seumur hidup, pasti mereka inget dan sangat terbantu oleh Bu Faridah. Karena bu Faridah hadir untuk pasien2 ini pas lagi kalut2nya. Jobdesc yang butuh empati dan kesabaran tingkat dewa.
Akhir kata, gue sebagai mantan koas ngantukan mengucapkan selamat jalan untuk Bu Faridah. Semoga amal ibadanya diterima oleh Allah SWT, dan semoga kuburnya dilapangkan sebagaimana beliau melapangkan hati pasien2 PKT RSCM korban perkosaan, KDRT, child abuse, dll dsb yg datang dalam kondisi se-rentan2nya, se-kalut2nya, dan se-krisis2nya.
cc:threads risa
HADUH! ANEH-ANEH AJA NIH!
Susu formula itu gak bisa asal kontra-kontra aja.
Ada indikasi di mana susu formula dibutuhkan loh, misalnya di kondisi ASI gak cukup atau berisiko berbahaya untuk bayi dan anak.
Izin gue jelaskan ya!
(Maaf sambil marah-marah, karena bisa berisiko untuk anak kalau pernyataan kontra sufor ini ditelan mentah-mentah!)
Jadi ada kondisi di mana penggunaan susu formula itu diindikasikan loh. Panduannya juga ada, salah satunya adalah "๐๐ฐ๐ฐ๐ฒ๐ฝ๐๐ฎ๐ฏ๐น๐ฒ ๐ ๐ฒ๐ฑ๐ถ๐ฐ๐ฎ๐น ๐ฅ๐ฒ๐ฎ๐๐ผ๐ป๐ ๐ณ๐ผ๐ฟ ๐จ๐๐ฒ ๐ผ๐ณ ๐๐ฟ๐ฒ๐ฎ๐๐-๐ ๐ถ๐น๐ธ ๐ฆ๐๐ฏ๐๐๐ถ๐๐๐๐ฒ." Kondisi tersebut antara lain:
1. ๐๐ฎ๐๐ถ ๐ฏ๐๐๐๐ต ๐๐๐๐ ๐ณ๐ผ๐ฟ๐บ๐๐น๐ฎ ๐ธ๐ต๐๐๐๐ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ธ ๐ฏ๐ถ๐๐ฎ ๐ฑ๐ถ๐ด๐ฎ๐ป๐๐ถ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ผ๐น๐ฒ๐ต ๐๐ฆ๐
- Galaktosemia klasik, di mana bayi butuh formula bebas galaktosa. Kalau dipaksakan diberikan ASI, maka bayi bisa mengalami berbagai kondisi meliputi gagal hati, kerusakan otak, bahkan kematian dalam hitungan hari, dengan angka kematian tinggi mencapai 75% tanpa terapi.
- Maple syrup urine disease, dimana bayi butuh formula bebas asam amino leusin, isoleusin, valin.
- Fenilketonuria (PKU), dimana bayi butuh formula bebas fenilalanin.
2. ย ๐๐ฎ๐๐ถ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฏ๐๐๐๐ต ๐ณ๐ผ๐ฟ๐บ๐๐น๐ฎ ๐๐ฒ๐ฏ๐ฎ๐ด๐ฎ๐ถ ๐๐๐ฝ๐น๐ฒ๐บ๐ฒ๐ป ๐๐ฆ๐
- Bayi berat badan lahir sangat rendah (BBLSR) (<1500 g) atau prematur <32 minggu.
- Bayi risiko hipoglikemia yang tidak respons ASI optimal
- Bayi dengan dehidrasi berat, hiperbilirubinemia berat, atau penurunan BB >8-10% yang tidak teratasi dengan ASI.
3. ๐๐ผ๐ป๐ฑ๐ถ๐๐ถ ๐ถ๐ฏ๐ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐บ๐ฒ๐ป๐ด๐ต๐ฎ๐ฟ๐๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฝ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ฎ๐ป ๐๐๐๐ ๐ณ๐ผ๐ฟ๐บ๐๐น๐ฎ
-Ibu sakit berat, misalnya sepsis atau penyakit lain yang tidak memungkinkan menyusui)
-Ibu yang konsumsi obat atau dalam terapi tertentu (kemoterapi, radioaktif, psikotropika tertentu)
-Ibu HIV+ tanpa ARV pada konteks di mana formula AFASS (aman, feasible, affordable, sustainable, safe) โ rekomendasi WHO
-Ibu HTLV-1/2 positif
INGAT! Ada perbedaan fundamental antara "mengutamakan ASI " dengan "menolak sufor pada bayi yang butuh secara indikasi medis".
Ibu yang milih ASI eksklusif itu hebat.
Ibu yang memilih sufor karena indikasi medis juga sama hebatnya.
Dua-duanya adalah ibu yang berjuang buat anaknya.
Yang gak hebat cuma satu yaitu orang yang menyebarkan framing tanpa bukti ilmiah terus bikin ibu-ibu lain merasa bersalah padahal anaknya memang butuh susu formula karena kondisi tertentu.
Sebagai ortu yang serius urusan pendidikan dan sekolah anak, gw bertanya-tanya kenapa banyak artis beken dan pejabat di Indonesia yang notabene berkelimpahan secara finansial dan sumber daya, ga serius dengan sekolah anaknya.
I mean, kalo gw ya. Ketika anak berlimpah kemudahan, dia harus dikondisikan punya medan perjuangan sendiri -- ya salah satunya sekolah yang bener.
"Ga semua harus kayak elo kalik, iim"
Iya gw paham. But ini kita lagi mbahas sekolah. Hal paling mendasar dalam pembentukan manusia.
"Buat apa sekolah serius, kan duitnya udah banyak?"
Hmmm sekolah yang bener apalagi di kampus-kampus bagus, itu ga semata-mata soal nilai ijazah. Sekolah adalah medan latihan disiplin jangka panjang, belajar gagal dan bangkit lagi, belajar sistem yang rapih, belajar jadi nobody ditengah lautan orang-orang pinter lainnya.
Anak harus punya arena latihan serius sebelum dunia melatih mereka dengan cara yang jauh lebih kejam. Dan anak yang hidupnya paling mudah, adalah yang paling butuh dilatih dengan keras.
Privilege bisa memudahkan hidup, tapi tanpa karakter dan kapasitas, privilege bisa merusak.
@txtdrimedia rakyat tau tuh karena merasakan, bukan karena dikasih tau.
kalo sampe dikasih tau berarti kerjaan kalian kurang berdampak ke masyarakat.
gitu aja kok gak paham sih?