Nonton semua season clash of champions 1-3 dan dukung all cast..tapi buat Azka Adziman, respect banget gue bener-bener naksir dan mengidolakan lu london boy ๐ฅ
Pernah gak sih, kamu ngerasa hampa banget sampai semua saran brilian kayak liburan ke alam, olahraga, atau baca buku baru tetap gak mempan buat balikin rasa senang? Kamu gak sedih, tapi gak bahagia juga. Cuma... kosong.
Kalau kamu lagi terjebak di fase emotional burnout ini, lagu terbaru dari Tulus yang berjudul "Teh Hijau" punya sudut pandang yang menenangkan banget tentang cara menghadapinya.
Lirik "Tak bisa jatuh cinta, membuka hati tuk apapun, siapapun" di lagu ini sebenarnya bukan cuma bicara soal asmara. Ini adalah metafora tentang jiwa yang lagi gersang. Kita bener-bener kehabisan energi emosional untuk merespons dunia. Hari-hari terasa berulang, dan rasa senang kayak pamit tanpa alasan.
Menariknya, lewat lagu "Teh Hijau", Tulus gak ngajakin kita buat buru-buru bangkit, motivasi diri, atau pura-pura bahagia. Malah sebaliknya: lagu ini mengajak kita buat "merayakan kehampaan" itu. Berhenti perang sama diri sendiri, dan akui kalau kita memang lagi gak bisa.
Titik balik paling indahnya ada di baris ini:
"Kulihat mana di kendaliku, teh hijau ini yang di tanganku."
Ini adalah seni menyerah yang dewasa (stoic surrender). Saat emosi dan keadaan di luar sana terlalu berisik, seram, dan di luar kontrol, cara terbaik untuk bertahan adalah mundur, lalu fokus ke hal terkecil yang bisa kita kendalikan saat ini juga. Seperti filosofi secangkir teh hijau hangat yang sedang kita genggam.
Jadi, buat kamu yang jiwanya lagi ngerasa gersang belakangan ini: ambillah waktu sebanyak yang kamu perlu. Gak usah merasa bersalah atau memaksakan diri untuk cepat sembuh. Ini cuma siklus hidup yang emang harus dilewati.
Percaya aja sama kalimat penutup dari Tulus: esok-esok akan lebih elok.
#Tulus
#TehHijau
Kadang bosen ama rutinitas yg sama terus tiap hari. Trus jadi โmbesengutโ sendiri.
Untungnya selalu save foto, memori di notes.
Sebagai reminder bahwa hidup yg kurasakan bosan ini, bisa jadi impian orang lain.
Always remember the day one.
Dari BEM UI:
Halo, UI dan Indonesia!
Ekonomi makin terpuruk. Rupiah ambruk, harga kebutuhan melambung, lapangan kerja hilang, utang negara membengkak, sementara rakyat makin menderita.
Pemerintah terlalu sibuk memperkuat kekuasaan dan melindungi oligarki hingga lupa, atau memang tidak peduli terhadap penderitaan rakyat kecil.
Sekarang saatnya bersuara!
* Saya tautkan link video-nya setelah post ini jika ingin menyebarkannya
Hidup mahasiswa. Dukung penuh aksi teman-teman BEM UI dkk hari ini. Di tengah melonjaknya harga BBM dan kebutuhan pokok, suara mahasiswa adalah suara rakyat yang sedang kesulitan. Saatnya pemerintah stop mengelak dan fokus selamatkan ekonomi rakyat.
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu โga nasionalisโ bahkan dijawab โnyenyenyenyeโ
Ditanya โtrus solusimu apa!โ
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.
Masih bernostalgia nonton carita de angel tiap pulang kerja dan makin terpesona sama โจLuciano Lariosโจ yaampun tampan dan berwibawa sekali ayah dulce maria!!