Selamat ulang tahun, Mbah π
Ada satu kisah yang tak boleh dilupakan ketika 1937 silam, PSIM pernah menjadi bagian dari perlawanan terhadap federasi sepakbola pimpinan Ir. Soeratin yang dinilai terlalu berkompromi dengan Belanda. PSIM kemudian bergabung dengan sejumlah perkumpulan sepakbola di Jawa Tengah untuk membentuk PSSI tandingan.
Namun, PSSI pimpinan Soeratin tak tinggal diam. Sebagai bentuk pembalasan, PSSI kemudian membentuk klub tandingan bernama PERSIM Mataram. Kisah tersebut menjadi salah satu catatan menarik bahwa sejak masa awal perkembangan sepakbola Indonesia, PSIM bukan sekadar klub yang hidup di lapangan, tetapi juga pernah berada di tengah pergulatan politik dan perebutan pengaruh dalam sepakbola nasional.
97 tahun.
Perjalanan yang panjang, tidak selalu mudah, tapi tidak pernah kita tinggalkan. Jauh dari sekadar urusan 90 menit di atas lapangan, nama ini telah menjelma menjadi identitas yang melintasi zaman.
π Brajamusti Rantau Tebar Kepedulian Jelang Musim Baru
Menjelang bergulirnya BRI Super League 2026/2027, suporter PSIM Yogyakarta yang tergabung dalam Brajamusti Rantau @bm_rantau kembali menunjukkan aksi nyata untuk masyarakat.
Melalui Korwil Brajamusti Soedirman Street Corner (SSC), satu unit ambulans diserahkan kepada Bala Mataram Rescue (@BMR_1929) untuk mendukung berbagai kegiatan kemanusiaan. ππ€
Bukan cuma lantang di tribun, tapi juga hadir memberi manfaat di tengah masyarakat. π
#PSIMJogja #Brajamusti #BrajamustiRantau #BalaMataramRescue #SuperLeague