@aMrazing Akuuu. Alpukat segede kepala bayi. Jenisnya ada beberapa, yang jumbo enak pulen ada alpukat pluwang, kendil, miki, dll. Biasanya tiap Senin dikirim ke Bandung dari kebun kakung di kabupaten Semarang😁
“Oh, kamu belum kerja juga ya?”
“Dia udah keterima di BUMN tuh, umurnya di bawah kamu loh."
"Itu temen SMP mu tembus CPNS kemaren."
"Eh, sepupumu udah beli rumah di Pantai Indah Kapuk. Ada rooftop, ada kolam renang indoor lagi.”
Selamat untuk mereka.
Tapi dengerin ini baik-baik.
Membandingkan hidup orang lain itu cara tercepat buat nyakitin dan merusak mental orang yang lagi berjuang all out.
Kamu nggak tahu ada yang udah kirim ratusan lamaran kerja, tapi nggak ada satu pun yang manggil interview.
Kamu nggak tahu ada yang keliatan sukses di LinkedIn, padahal tiap bulan masih bingung bayar cicilan.
Kamu juga nggak tahu rumah di PIK itu datang lengkap dengan KPR puluhan tahun dan anxiety yang nggak kelar-kelar.
Tetap aja, orang hobi ngebanding-bandingin.
Seolah hidup itu perlombaan lari, semua orang harus finish bareng di garis yang sama.
Padahal kenyataannya, game kita boro-boro sama. Kayak main ranked, level sama tapi musuhnya beda-beda.
Kesuksesan itu nggak punya deadline. Nggak ikut timeline orang tua kamu, nggak ikut omongan tetangga, apalagi jadwal hidup orang lain.
Begitu juga untuk kamu yang lagi menang, usaha lancar, karier naik, hati penuh cinta. Jangan banding-bandingin buat pamer atau cari validasi.
Karena perbandingan, bahkan yang niatnya baik, ujung-ujungnya tetap bisa bikin hancur orang lain.
Kamu mau tahu apa arti keren yang sebenarnya?
Ketika kita bisa dukung orang lain tanpa harus ngebandingin. Bisa sayang tanpa ngitung siapa berhasil duluan. Bisa bangga tanpa embel-embel “tapi si itu udah bla bla bla.”
Jadi kalau lain kali ada yang nyeletuk, “Eh dia udah keterima kerja, kamu kapan?”
Senyumin aja, terus bilang,
“Aku lagi bangun hidup yang sesuai nilai aku, sesuai waktuku, sesuai jalanku. Dan itu cukup keren buat aku sendiri.”
Byk orang kebingungan, kok hari ini ekonomi lesu ?
Jawabannya adalah perilaku kita sendiri yg terus belanja ke e-commerce & tdk lg belanja ke toko2 di sekitar kita, shg peredaran uang hanya mengalir ke 1 titik (e-commerce) sementara pedagang2 di sekitar kita menjadi kering uang
Warganet Malaysia, Singapura, dan negara tetangga lainnya ramai-ramai pesan makanan di Jakarta melalui aplikasi ojek online. Makanannya bukan untuk mereka, tapi buat dikonsumsi oleh para supir ojol yang menjemput pesanan dan untuk dibagikan pada rekan-rekan sesama ojol.
Sebuah gestur sederhana, tapi terasa sebagai dukungan yang amat hangat. Membaca komentar-komentarnya memunculkan senyum dan bahagia.
Terima kasih, saudara serumpun! Gerakan ini mengingatkan kita akan kuatnya ikatan solidaritas ASEAN. Batas negara boleh memisahkan, tapi rasa persaudaraan tetap menyatukan.
Semoga situasi segera normal, agar kita bisa kembali saling ganggu dan bertikai penuh cinta, sebagaimana layaknya antar saudara kandung. :)
@curhattetangga@SeputarTetangga …ini udah dari taun 2020 atau 2022 ya dulu pernah lewat tl juga. dan masih kaya gini. semoga kk dan ayahnya dpt banyak rezeki biar bisa pindah rumah😭
IN LOCAL BRAND WE TRUST 🥹✊🏻
IN THIS ECONOMY...sudah saatnya menggerakkan local brand sih karena banyak banget yang GOOD quality & design yang oke juga!
mau spill beberapa yang aku punya & semuanya ini tentunya dari BRAND LOKAL 👇🏻
Mari kita kupas tuntas apa aja yang harus dipersiapkan dan berapakah biaya yang dibutuhkan untuk umroh di tahun 2025✨🕋
Buat temen-temen yang mau nabung untuk umroh, bisa banget bookmark thread ini untuk dijadikan referensi😆💖
@PRFMnews min, kalau mau ngurus2 baliknama kendaraan alurnya kemana dulu ya? (semua berkas udah siap) langsung ke samsat atau ke gedung pelayanan bpkb dulu?
Blak2an bos sritex : di era Jokowi indonesia disebut negara paling empuk soal regulasi impor dan fenomena trifting, aparatnya juga tak paham soal industri textil. Jadi klir ya guys salah satu penyebab kebangkrutannya🤨