Makanya, dalam islam itu kita diajarin soal berpegang teguh pada tali ALLAH
Soalnya, dalam islam hidup itu ya "sekarang"
Kesalahan masa lalu, yaudah bertaubat
Masa depan? Ya itu rahasia ALLAH
hidup aja sekarang, ngga ada yang perlu disesali dan ngga usah overthinking
reminder of the day :
“apapun pekerjaan kamu saat ini, meski gak keliatan keren, bukan your dream job, atau bahkan sering di remehkan. satu hal yg harus kamu ingat, dari pekerjaanmu sekarang, kamu udah belajar berdikari, provide your life, dan bertanggung jawab atas dirimu sendiri”
you are amazing because you always try your best. that’s something to be proud of.
@BapakKerja Nah ini..
Smpe beberapa minggu yg lalu curhat sm ortu "tujuan hidup tu apa" "kok isinya kerja mulu, harus punya gaji 2 digit lah, harus ini itu lah"
@nasimaduu@aprilinsidemoon Udh chat serius tujuannya apa, pas chat mulai dingin..
"Kita kan blm mulai" "makanya jgn baper"
Anehnya aku nggak bisa benci dia..
@lilaccountz Klo sy niatnya pngen ngomong A tp sm dia nangkapnya B. Akhirnya dia tersinggung, marah trus ngeblok gt apa emang takdirnya gt apa gimana? Sy ngrasa salah, "harusnya gk ngomong gt td"
mulai menormalisasi everything happen for a reason, belajar untuk menerima semua hal yang sudah terjadi dan mengambil pelajaran dari hal itu, jangan berharap mengulang waktu dan kejadian untuk dapat suatu hasil yang berbeda. semakin dewasa kita akan dituntun untuk selalu mengerti dan menerima keadaan yang kita alami.
Buka sosmed 5 menit, langsung ngerasa hidup kita paling jalan di tempat. Si A baru dapet ini, si B baru dapet itu, si C keterima kerja di perusahaan impian, dll.
Ingat ya, yang kita lihat di layar itu cuma highlight reel (cuplikan terbaik) dari hidup orang, sedangkan kita membandingkannya dengan behind the scenes (proses hancur dan ribetnya) hidup kita sendiri.
Ya jelas gak adil dong dibandingin, manusia itu cenderung cuma mau pamer senangnya aja, di balik foto estetik itu, mereka juga punya masalah burnout, overwhelmed atau pusing mikirin cicilan kok.
Belajar kontrol emosi, belajar memaafkan, gak perlu membesar-besarkan masalah, belajar ikhlas dan mempermudah hidup orang lain. Nanti kamu bakal ngerasain sendiri urusan hidupmu jadi jauh lebih mudah dan lancar kayak jalan tol.
semua orang punya sisi munafik, aku juga, kamu juga. hidup di dunia fana ini isinya luka yang muter terus. kadang kita yang kena, kadang tanpa sadar kita yang jadi sumbernya. jadi jangan ngerasa paling tersakiti, karena di cerita orang lain, bisa aja kita yg jadi peran antagonisnya. stay humble, less drama. self-awareness is way cooler than playing victim
Di psikologi, ada konsep yang disebut Hedonic Treadmill. Seberapa pun besarnya pencapaian atau kebahagiaan yang kita dapatkan (misalnya naik jabatan, menikah, beli rumah), level kebahagiaan kita akan cenderung kembali ke titik dasar (baseline) semula. Kita sering mengejar ‘sesuatu’ dengan harapan akan bahagia selamanya, padahal otak kita tidak dirancang untuk berada dalam kondisi euforia terus-menerus.
@lilaccountz Sy driver grab.. pesenan itu otomatis masuk sendiri, kecuali d seting manual..
Klo otomatis ya kita cancel sendiri, klo manual ya udh d lewatin..
Astaghfirullah udh beberapa kali dpt pesenan babi, sm alkohol 😮💨
Mengakui kesalahan justru menunjukkan kejujuran dan rasa tanggung jawab terhadap tindakan sendiri.
Itu adalah bentuk integritas dan kedewasaan mental. Sering kali kita merasa gengsi karena takut terlihat lemah atau takut harga diri runtuh, padahal justru sebaliknya, berani mengakui salah menunjukkan kekuatan batin yang besar.
Tadi subuh abis sholat gw ceritanya baca2 tentang Bab Sedekah… dan gw nemuin hal yang unik
Ternyata, sedekah yang paling pertama itu adalah untuk “DIRI SENDIRI” 🤣
Dasar hadistnya ini:
"Mulailah dari dirimu sendiri. Sedekahkanlah untuk dirimu. Selebihnya dari itu untuk keluargamu (anak dan istrimu). Selebihnya lagi dari itu untuk kerabat dekatmu. Selebihnya lagi dari itu untuk tujuan ini dan itu yang ada di hadapanmu, yang ada di kanan dan kirimu."
(Hr. Muslim no. 997)
Intinya kita harus sedekahin diri kita sendiri dulu supaya kita sehat lahir dan batin, jasmani maupun rohani, untuk saat ini maupun untuk masa depan nanti. Makan bergizi, olahraga, jaga kesehatan, makan yang enak, jalan-jalan, semua hal yang bikin kita sehat lahir batin jasmani maupun rohani itu termasuknya sedekah kita ke diri sendiri 🤣 tapi inget ya jangan berlebihan lho yaaa, karena Allah ga suka sama sifat israf alias melampaui batas dalam penggunaan nikmat.
Nah ketika kitanya sendiri udah fit sehat baru deh kita bisa ngelakuin kebaikan ke banyak orang, ibadah lancar karena sehat dan bisa bahagia terus.
Jadi gw besok2 kalau lagi me time istilahnya gw ganti deh bukan self reward tapi jadi sedekah ke diri sendiri 🤣
Gambar hanya pemanis.
banyak laki-laki tidak hancur karena miskin, mereka hancur karena pulang pun tidak menemukan ketenangan.
di luar, dia dituntut jadi kuat.
di rumah, dia ditutut jangan pernah lemah.
harus berhasil.
harus tahan banting.
harus selalu punya jawaban.
harus selalu terlihat baik-baik saja.
padahal laki-laki juga manusia.
dia bisa lelah.
bisa takut.
bisa kehilangan arah.
dan kadang, diamnya bukan karena tidak peduli—
tapi karena terlalu penuh, bahkan untuk bercerita pun tidak tahu harus mulai dari mana.
laki-laki jarang bercerita,
bukan karena mereka tidak punya luka,
tapi karena dunia terlalu sering meminta
mereka sembuh
tanpa pernah memberi ruang untuk terluka.
dan sayangnya,
sering kali luka yang paling dalam bukan datang dari dunia luar,
tapi dari orang yang dianggapnya bisa memberikan ketenangan.
dicela karena penghasilannya,
dibandingkan dengan laki-laki lain.
direndahkan karena belum mampu memenuhi semua keinginan pasangannya.
sampai akhirnya dia mengerti,
tidak semua pulang itu menenangkan.
maka perempuan qana'ah menjadi mahal.
qana'ah itu bukan sekadar menerima, tapi juga tau batas antara syukur dan tuntutan berlebihan.
tidak semua laki-laki butuh perempuan yang paling cantik.
banyak yang hanya butuh satu orang yang berkata:
"aku tau hidupmu sedang berat,
tapi aku percaya kamu bisa lewatin ini semua,
kita hadapi sama-sama ya."
kalimat sederhana.
tapi bagi laki-laki, itu bisa menjadi alasan untuk bertahan lebih lama.
karena dihormati, dihargai, dipercaya, diyakinkan lebih menyentuh daripada dicintai.
perempuan yg qana'ah menjaga harkat dan martabat suaminya.
dia tidak membuka aibnya.
tidak meruntuhkan wibawanya termasuk di depan anak-anaknya.
tidak menjadikan kekurangan ekonomi sebagai senjata.
tidak membandingkan suaminya dengan laki-laki lain.
dia paham,
harga diri laki-laki sering kali berdiri di balik satu kalimat sederhana:
"aku percaya sama kamu"
dan dari kalimat itu,
laki-laki rela mati berjuang untuk keluarganya.
ingin jadi yang paling kuat.
paling bisa diandalkan.
paling berwibawa di mata istri dan anak-anaknya.
dari situlah qawwam tumbuh.
dan qawwam bukan cuma soal siapa yang mencari nafkah.
qawwam juga bukan prestasi tapi amanah yang Allah kasih.
Allah berfirman:
"ar-rijaalu qawwamuuna 'alan-nisaa.."
laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan, karena mereka memikul tanggung jawab dan menafkahkan hartanya.
tapi qawwam bukan berarti paling berkuasa.
qawwam itu melindungi.
memberi rasa aman.
menjadi tempat berteduh, bukan sumber luka.
dia berpikir sebelum berkata:
"kalau aku begini,
dia sakit hati gak ya?"
dia mengingat hal-hal kecil.
dia mendengar tanpa menghakimi.
dia membuat perempuan merasa:
aku dicintai.
aku berharga.
aku dipertimbangkan.
aku diutamakan.
aku tidak sendiri.
karena perempuan tidak selalu butuh laki-laki paling kaya, tapi laki-laki yang paling hadir.
hubungan bukan tentang siapa yang paling dominan, siapa yang paling berkuasa.
tapi tentang siapa yang paham cara menjaga.
perempuan dengan qana'ah.
laki-laki dengan qawwam.
dua-duanya bukan saling menyerang, tapi saling menenangkan.
karena cinta yang dewasa bukan tentang "kamu harus jadi seperti yang aku mau"
tapi
"aku ingin jadi tempat paling aman buat kamu pulang."
dan percayalah,
laki-laki yg merasa dihargai akan berjuang jauh lebih keras dibanding laki-laki yg hanya terus dituntut.
karena gak ada laki-laki yg takut berperang,
jika ia tahu ada rumah
yg layak untuk ia menangkan.
wallahu a'lam.
Dulu aku pikir hidup harus disetujui semua orang. Salah dikit, langsung takut dicibir. Jalan pelan dibilang nggak punya ambisi. Jalan kencang dibilang sok. Diam dibilang sombong. Ramah dibilang cari muka.
Capek.
Sampai akhirnya aku sadar: cibiran orang itu kayak hujan di rumah tetangga. Kedengeran, tapi nggak bikin aku basah. Kecuali aku yang buka pintu terus nyamperin.
Sekarang hidup aku sederhana
Aku nggak dibayar buat bikin semua orang paham*
Dijelasin juga percuma kalau dari awal niatnya nyinyir. Energi aku mahal. Mending buat napas, buat ketawa, buat peluk orang rumah. Nggak aku obral buat debat sama orang yang bahkan nggak bayar listrik aku
Telinga aku ada filternya
Yang masuk cuma dua: yang bayar gaji aku, sama yang sayang sama aku. Sisanya? Lewat aja kayak angin. Bunyi, tapi nggak aku ajak masuk rumah
Lama-lama aku ngerti: orang yang sibuk nyibir itu biasanya lagi nggak betah sama hidupnya sendiri.
Sekarang tiap ada yang nyinyir, aku senyum aja. Bukan karena aku lemah. Tapi karena aku udah menang. Menang jaga waras. Menang jaga damai. Menang karena nggak gampang kebawa arus.
Hidup nyaman itu bukan karena nggak ada masalah. Tapi karena udah nggak peduli sama masalah yang bukan jatah aku. Termasuk omongan orang.
Met hari sabtu . . Jangan lupa bahagia. 📸 hanya pemanis 🫶🫶