Belakangan ini, saya mencoba menulis kembali. Beberapa naskah yang sudah jadi saya kirim ke sebuah media online. Satu per satu naskah mulai terbit, portofolio perlahan kembali terisi.
Saya juga memakai AI untuk membantu mencari bahan, atau sekadar mengolah ide dan gagasan. Masalahnya, mungkin karena terlalu sering bercakap maya dengan AI, gaya dan bahasa tulisan saya ikut terpengaruh.
Saya akui, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) memang saya pakai dalam proses menulis kali ini. Terang-terangan, saya sering brainstorming dengan mereka (baca: ChatGPT, Gemini, dan kawan-kawannya).
Masihkah kau pegang teguh kutipan itu?
"tetap beringas, dan membangkang" pada kehidupan.
Mana dua kakimu, yang dulu kau gunakan untuk berpijak dan mendobrak? Adakah luka di permukaan kulitnya?
doa afirmasi sebelum tidur!
(baca dengan sepenuh hati)
terima kasih ya Allah, aku bisa melewati hari ini dengan baik, mulai malam ini dan seterusnya aku akan mengizinkan semua hal-hal baik menghampiriku, pintu rezeki terbuka lebar dan datang dari segala arah, aku memafkan diriku atas kesalahan yang sudah ku lakukan hari ini, besok adalah hari keberuntunganku dan akan menjadi hari yang lebih baik.
Pulang kerja dapet notif, terus cek inbox.
"In another universe, ya"
Cuma bisa bengong, karena udah ngga ada energi lagi buat confirm to semesta.
"Gw harap yang terbaik buat lu" sambungnya.
Sayangnya, sampai hari ini saya merasa masih jauh dari itu. Mungkin karena dua hal.
Pertama, saya belum benar-benar turun ke masyarakat.
Kedua, saya pun belum sepenuhnya mengerti apa yang sedang saya geluti.
Wallahu a’lam bishawab.
Dosen saya pernah bilang, kurang lebih begini:
“Cobalah membuat produk atau rancangan alat yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Jangan terlalu mengada-ada, apalagi diada-adakan. Pastikan semuanya berangkat dari kebutuhan pengguna yang nyata. Ingat, berbasis real user.”
jujur.....gue suka banget tidur....soalnya kalo tidur gue ga overthink......kepala gue ga berisik......gue ga melihat/membaca hal2 yg triggering.....jadi ya gue menghilang aja gitu.....tapi ga meninggal......i'm not existing for a while......menikmati hari.....istirahatin pikiran
At the end of the day, you have to choose one. Arus lemah, atau arus kuat. Elektronika, mikrokontroler, embedded system, robotika, instrumentasi dan sistem kendali, HVAC, motor induksi, sistem ketenagalistrikan, and so much more.
Damn, you’re not really good at any of them.
Bilo tarakhir basuo, sampai kini den alah lupo.
Ado titik-titik di ujuang doa-doa kasalamatan panutuik malam.
Den isi jo namo adiak.
Den cubo maafkan adiak salamo nyo.
Kalau di situ ado salah den,
maafkan den juo.
Pada akhirnya, berbuka bisa menjadi hal yang tidak benar-benar sederhana
dengan hari-hari yang menuntut kesabaran yang sama
dengan langkah-langkah yang kadang terasa jauh arahnya
agar suatu waktu
sepasang mata itu
kembali dapat kutemui di kala senja.
Eyang Sapardi Menunggu Bedug Maghrib
Aku ingin berbuka puasa dengan sederhana,
dengan segelas air putih
yang diam-diam menunggu disentuh
sejak siang tadi.
Pada akhirnya, berbuka bisa menjadi hal yang tidak benar-benar sederhana
dengan sabar, lapar dan dahaga
yang sejak pagi belajar mereda
hingga kumandang azan maghrib menggema.