Kisah Simo Häyhä, Sniper legendaris yang dijuluki “White Death”
Pada awal Perang Dunia II pada tahun 1939, Josef Stalin mengirim lebih dari setengah juta tentara melintasi perbatasan barat Rusia untuk menyerang Finlandia. Ini adalah agresi militer ‘menakutkan’ Rusia yang digadang-gadang menjadi akhir dari Finlandia kala itu.
Selama tiga bulan, kedua negara bertempur dalam cuaca musim dingin yang ekstrim. Menang jumlah dan menang alutista, pasukan Rusia tentu saja percaya diri.
Sayangnya, hal tersebut belum mampu memberikan kemenangan peperangan untuk Rusia. Pada akhirnya, mereka harus pulang dan menerima kekalahan.
Tentu saja, Kekalahan itu merupakan pukulan telak bagi Rusia. Stalin, setelah menyerang, percaya bahwa Finlandia adalah sasaran yang mudah. Alasannya masuk akal : Rusia lebih tangguh dalam berbagai aspek (Kuantitas dan Kualitas)
Detik itu, dalam matematika Stalin, dia tidak memprediksikan sebuah Variabel X bernama Simo Häyhä
. @pln_123 kalau bukan karena di rumah itu ada 2 orang tua kami yang udah sepuh dan sangat butuh listrik di malam hari begini, gak akan juga saya capek2 ngetik di twitter begini. Hadeeeuuhh...
. @pln_123 ngadu ke Call Center ga ada solusi. Ngadu ke PLNMobile ga bs daftarin id pelanggan, ngadu ke akun twitter resmi juga hening. Luar biasaaaaaa.... 👏👏👏
. @pln_123 orang call center kalian menyuruh kami melakukan pengecekan mandiri. Lha yang padam ada 10 rumah, kami mesti ngecek ke gardu secara mandiri?
Hello @pln_123 , kami sudah melakukan pengaduan via telpon ke 123 sekitar 1 jam yang lalu, dan tidak ada kabar. Setelah ditelpon kembali ke 123, alasannya ada gangguan di layanan call center kalian